Jakarta, tvOnenews.com - Sosok Dedi mulyadi, Gubernur Jawa Barat akhir-akhir ini menjadi sorotan publik.
Gebrakan-gebrakan yang dilakukannya meskipun mendapat dukungan, tidak jarang pula menuai kritik tajam dari beberapa pihak mulai dari masyarakat, pengusaha hingga pejabat negara.
Baru-baru ini kebijakan Dedi Mulyadi mengirim anak nakal ke barak militer menuai pro dan kontra.
KDM ingin anak-anak nakal tersebut dibina di barak militer oleh TNI dan Polri selama 6 bulan tanpa mengikuti sekolah formal.
Bukan hanya itu, pada awal menjabat beberapa kejadian justru menjadi pemicu kebijakan yang dikeluarkan oleh Dedi Mulyadi, seperti sering kalinya terjadi kejadian kecelakaan bus rombongan pelajar membuat ia mengeluarkan kebijakan larangan study tour.
Selanjutnya, kejadian banjir yang melanda Bekasi, Jawa Barat yang cukup luas dan tidak biasa, membuat Dedi Mulyadi menindak tegas tempat wisata Hibisc Fantasy, karena dianggap merusak lingkungan dan menjadi penyebab banjir meluas.
Selain kebijakan berdasarkan kejadian, Dedi Mulyadi juga melakukan gebrakan kebijakan populis, yakni menghapuskan tunggakan pajak kendaraan bermotor roda 2 dan 4. Di mana program ini berlangsung dari 25 Maret hingga 6 Juni 2025.
Selain itu, ada banyak kebijakannya yang menyentuh siswa dan anak muda di Jawa Barat.
Selain barak militer dan larangan study tour, ada juga larangan pelajar membawa sepeda motor hingga kebijakan penghapusan wisuda.
Terakhir, Dedi Mulyadi membuat gebrakan yang kontroversial dengan menggulirkan wacana kebijakan yang menjadikan kepesertaan keluarga berencana, terutama vasektomi, sebagai syarat bagi pria keluarga penerima bantuan sosial atau bansos. (awy)