news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Puan Maharani di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Selasa (11/3/2025)..
Sumber :
  • tvOnenews/Syifa Aulia

Takaran MinyaKita Disunat, Puan: DPR Akan Sidak, Jangan Sampai Minyak Goreng Langka

Puan mengatakan pimpinan akan berkoordinasi dengan komisi terkait yang menaungi soal perdagangan untuk menindaklanjuti temuan itu.
Selasa, 11 Maret 2025 - 10:40 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi soal temuan masyarakat terhadap takaran MinyaKita yang disunat menjadi kurang dari 1 liter.

Puan mengatakan pimpinan akan berkoordinasi dengan komisi terkait yang menaungi soal perdagangan untuk menindaklanjuti temuan itu. Pihaknya akan meminta komisi terkait agar memantau langsung ke lapangan.

“Jadi DPR akan menanyakan dan kemudian bahkan bisa juga melakukan sidak dan meninjau langsung ketersediaan,” kata Puan di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Selasa (11/3/2025).

Ketua DPP PDIP itu meminta kepada pemerintah untuk segera menindaklanjuti kasus tersebut. Menurutnya, jangan sampai terjadi kelangkaan minyak goreng akibat kasus pengurangan takaran Minyakita tersebut.

“Jangan sampai kebutuhan Minyakita dalam bulan puasa dan menjelang Lebaran nanti kemudian pasokannya itu terganggu dalam kebutuhan masyarakat,” ujar Puan.

“Bukan hanya Minyakita saja, tapi minyak goreng,” sambungnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi VI DPR RI Sadarestuwati meminta pemerintah menghitung kerugian negara dalam kasus pengurangan takaran Minyakita.

Adapun berdasarkan penghitungan ulang warga, takaran Minyakita yang klaimnya 1 liter ternyata hanya sekitar 700 ml. Untuk itu, politisi PDIP ini meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) turun tangan.

“Mari kita awasi bersama dan isu ini tidak boleh gampang luntur karena menyangkut hak rakyat, hak konsumen atas pembelian produk,” tegas Sadarestuwati dalam keterangannya, Senin (10/3/2025).

Dia menyebut penghitungan kerugian negara ini berkaitan dengan proses hukum yang harus dijalani sejumlah produsen nakal yang mengurangi takaran minyak goreng tersebut.

Terlebih, seluruh proses perencanaan hingga distribusi Minyakita ke pasar ini menggunakan uang subsidi yang bersumber dari pajak rakyat. Sadarestuwati juga meminta pemerintah menghitung jumlah botol yang takarannya kurang dari 1 liter.

“Kami bertanya kepada Kementan, Kemendag dan Polri yang terlibat langsung dalam proses itu, ada berapa botol Minyakita yang dicurangi? Berapa jumlah literan yang membuat rakyat dibohongi lagi dan lagi? Jelaskan itu dulu. Ini seperti sunatan massal minyak goreng. Prihatin sekali rasanya,” tegasnya. (saa/nba)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:03
13:51
02:38
01:18
01:21
01:18

Viral