Red Sparks Kian Terpuruk, Nama Megawati Hangestri Kembali Disinggung Media Korea
- Tangkapan layar youtube solmangat
tvOnenews.com - Meski tak lagi mengenakan seragam Daejeon JungKwanJang Red Sparks, sosok Megawati Hangestri Pertiwi kembali ramai dibicarakan media Korea Selatan.
Performa buruk Red Sparks di Liga Voli Korea musim 2025–2026 membuat publik dan media menoleh ke belakang, mengingat masa ketika tim masih diperkuat pevoli asal Indonesia tersebut.
Musim ini menjadi fase yang berat bagi Red Sparks. Tim yang sebelumnya tampil garang dan disegani kini justru terjebak di papan bawah klasemen.
Kekalahan demi kekalahan membuat perjalanan mereka terasa kontras jika dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya yang penuh pencapaian.
- KOVO
Pada edisi lalu, Red Sparks sempat mencuri perhatian dengan menembus final playoff.
Saat itu, kebangkitan tim dinilai tak lepas dari komposisi pemain yang solid, termasuk kehadiran Megawati Hangestri.
Bersama Vanja Bukilic dan Pyo Seung-ju, Megawati menjadi bagian penting dalam transformasi Red Sparks menjadi kekuatan yang diperhitungkan.
Megawati sendiri menjalani dua musim impresif bersama Red Sparks, yakni 2023–2024 dan 2024–2025.
Pada musim pertamanya di Korea Selatan, ia langsung memberi dampak signifikan dengan membawa tim kembali ke babak playoff setelah penantian panjang selama tujuh musim.
Pencapaian itu berlanjut di musim berikutnya, ketika Red Sparks melangkah hingga final playoff.
Secara individu, performa Megawati juga konsisten. Ia selalu menembus daftar 10 besar pencetak poin terbanyak liga selama dua musim beruntun.
Namun, semua catatan manis tersebut kini hanya menjadi kenangan, seiring perubahan besar dalam skuad Red Sparks.
Memasuki musim 2025–2026, Red Sparks tampil pincang. Beberapa pemain inti telah pergi, sementara masalah cedera dan adaptasi pemain baru membuat tim kesulitan menemukan ritme.
Hingga pertandingan terakhir pada Kamis (25/12/2025), Red Sparks kembali menelan kekalahan dramatis dari Suwon Hyundai E&C Hillstate lewat laga lima set dengan skor 2-3 (20-25, 26-24, 25-14, 19-25, 12-15).
Hasil tersebut semakin menegaskan posisi Yeum Hye-seon dan kolega sebagai penghuni dasar klasemen sementara.
Situasi kian rumit setelah pemain kuota Asia asal Thailand, Wipawee Srithong, gagal tampil akibat cedera berkepanjangan dan akhirnya meninggalkan tim tanpa sempat bermain satu laga pun.
Penggantinya, Jamiyanpurev Enkhsoyol dari Mongolia, masih belum mampu memenuhi ekspektasi.
Kondisi Red Sparks pun menjadi sorotan media Korea Selatan.
MyDaily secara khusus menyinggung perbedaan kekuatan tim dibanding musim lalu, ketika Megawati masih menjadi bagian skuad.
"Red Sparks sedang berjuang untuk keluar dari posisi juru kunci klasemen," tulis MyDaily.
"Pyo Seung-ju , Megawati, dan Bukilic, semua pemain kunci di skuad runner-up musim lalu, telah pergi."
"Sang kapten Yeum Hye-seon absen di awal musim karena cedera, dan mantan anggota tim nasional Thailand, Wipawee Sithong meninggalkan tim tanpa memainkan satu pertandingan pun."
- KOVO
Di tengah tekanan, pelatih Ko Hee-jin menyadari perlunya pendekatan berbeda.
Ia menilai kelemahan utama tim saat ini terletak pada receive atau penerimaan bola pertama.
Karena itu, ia mulai memberi kepercayaan lebih kepada pemain muda seperti Lee Seon-woo, sembari mencoba mengoptimalkan potensi Enkhsoyol yang masih beradaptasi dengan liga.
Ko tetap optimistis masa depan Red Sparks belum sepenuhnya suram.
Ia percaya proses pembinaan yang konsisten bisa menjadi modal penting untuk bangkit.
"Perkembangan para pemain muda kita dapat menjadi kekuatan besar di paruh kedua musim ini dan musim depan," kata Ko Hee-jin.
"Musim masih berlanjut, para pemain harus terus bermain dan ini bukanlah akhir."
"Saya akan mengatasi ini dengan bijaksana dan penuh harapan, menyampaikan pesan, saya akan mengamati perkembangan para pemain dan memimpin musim ini dengan baik," imbuhnya.
Bagi Red Sparks, musim 2025–2026 mungkin menjadi salah satu periode tersulit dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, di balik keterpurukan yang terus menghantui, bayang-bayang kejayaan masa lalu bersama Megawati Hangestri justru semakin menegaskan satu hal, kehadiran sang opposite asal Indonesia pernah menjadi pembeda besar bagi Red Sparks. (tsy)
Load more