"Tapi yang sempurnanya adalah 20 rakaat dan lebih baik mengerjakan Tarawih sebelum Witir," katanya.
Dikutip dari Rumaysho, hadis riwayat sahih Imam Muslim dari redaksi Sayyidah Aisyah Radhiyallahu 'Anha mengenai shalat sunnah malam setelah Witir, begini bunyinya:
كَانَ يُصَلِّى ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّى ثَمَانَ رَكَعَاتٍ ثُمَّ يُوتِرُ ثُمَّ يُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ قَامَ فَرَكَعَ ثُمَّ يُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ بَيْنَ النِّدَاءِ وَالإِقَامَةِ مِنْ صَلاَةِ الصُّبْحِ.
Artinya: "Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan shalat 13 rakaat (dalam semalam). Beliau melaksanakan shalat 8 raka’at kemudian beliau berwitir (dengan 1 rakaat). Kemudian setelah berwitir, beliau melaksanakan shalat dua rakaat sambil duduk. Jika ingin melakukan ruku’, beliau berdiri dari ruku’nya dan beliau membungkukkan badan untuk ruku’. Setelah itu di antara waktu adzan Subuh dan iqomahnya, beliau melakukan shalat dua raka’at." (HR. Muslim Nomor 738)
Tafsir hadis ini mewakilkan kebingungan umat Muslim yang ingin menambah banyak pahal di malam hari. Aisyah RA melalui Imam Muslim mengisahkan kebiasaan Rasulullah SAW setelah Witir.
Rasulullah SAW hanya mengerjakan shalat sunnah malam 13 rakaat. Rinciannya meliputi Tarawih 8 rakaat dan ditutup dengan satu rakaat Witir sebelum melanjutkan ibadah sunnah lainnya.
Hadis tersebut membuktikan setelah Witir tidak ada ketentuan mengenai batasan tak bisa mengerjakan shalat Tarawih, apalagi shalat Tahajud.
Load more