Memangnya Boleh Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Diisi Acara Hiburan? Buya Yahya Bagikan Hal yang Harus Dilakukan
- Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV
Buya Yahya pun menjelaskan terkait pertanyaan tersebut bahwasanya acara itu masih dalam syariat agama Islam.
Menurut Buya Yahya, tidak ada pelanggaran syariat agama Islam karena berbagai agenda yang ditampilkan memiliki manfaat.
"Jika acara tidak ada pelanggaran syariat diperkenankan, cuma memang begini kadang mana yang lebih manfaat? Itu kan babnya beda," kata Buya Yahya.
Pengasuh LPD Al Bahjah, Cirebon itu menjelaskan bahwasanya acara tersebut menampilkan pidato melibatkan anak-anak.
Ia mengatakan hal tersebut sangat berguna agar anak-anak dapat menerapkan suri teladan yang dimiliki Nabi Muhammad SAW.
"Akan tapi kalau itu sifatnya menghibur, misalnya memberikan semangat untuk anak-anak lomba pidato dan sebagainya kan ke depannya meniru Nabi," jelasnya.
![]()
Ilustrasi merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman masjid. (Pexels/Chattrapal (Shitij) Singh)
Lanjut, pendakwah karismatik kelahiran asal Blitar itu menyebutkan acara Maulid Nabi diisi dengan sholawat salah satu pengingat umat Muslim untuk terus memberikan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.
Ia berpendapat bahwa, umat Muslim dianjurkan senantiasa memuji baginda Nabi Muhammad SAW.
Ia berasumsi Maulid Nabi sebagai waktu yang tepat agar sholawat selalu dilantunkan untuk Nabi SAW.
"Ada sholawat dan itu enggak ada masalah kalau begitu," imbuhnya.
Buya Yahya juga menganggap anak-anak diberikan kesempatan menyampaikan pidato diharapkan sebagai generasi pendakwah masa depan.
Ia sangat mendukung terkait adanya acara pidato yang diinisiasi oleh panitia acara.
"Biarkan anak-anak suruh ceramah semuanya, latihan, ada yang jadi juara dan sebagainya agar mereka menjadi semangat juru dakwah Nabi SAW," tuturnya.
Meski demikian, Buya Yahya melarang agenda acara yang dibuat jika menjauh dari syariat agama Islam.
Ia mencontohkan masih banyak orang mengadakan agenda acara peringatan Maulid Nabi SAW diisi dengan kegiatan konser.
Pendakwah usia 51 tahun itu menyatakan hal tersebut bisa membuat mereka menjadi penghuni neraka.
"Yang enggak boleh pelanggaran syariat, Maulid Nabi ada konser goyang pinggul, itu bukan Maulid Nabi, itu neraka hati-hati," tegasnya.
Load more