"Dalam agama Islam sumpah pocong tidak ada," ujar Ustaz Taufiqurrahman.
Seperti diketahui, saat dalam proses ritual Saka Tatal terlihat dimandikan terlebih dahulu sebelum dibalut kain kafan layaknya jenazah.
Ustaz Taufiqurrahman mengatakan dalam syariat agama, proses dimandikan hingga mengenakan kain kafan itu masuk dalam wajib kifayah yang seharusnya hanya dilakukan bagi seseorang yang meninggal dunia.
Menurutnya, proses ritual sumpah pocong tersebut bisa saja merusak akidah Islam.
“Kalau kita liat ritual sumpah pocong sampai-sampai yang bersangkutan dimandikan dulu, dibungkus kain kafan,” kata Ustaz Taufiqurrahman.
“Sementara syariat agama hal itu merupakan 4 wajib kifayah yang boleh dikerjakan hanya buat mereka yang udah nggak ada nafasnya. Mereka dianjurkan dan disegerakan untuk dimandikan, bungkus kain kafan, sholatkan, kuburkan. Sementara yang dipakaikan kain kafan masih hidup ini sudah merusak akidah kita.” tegasnya.
Jika sampai mempercayai sumpah pocong, maka bisa masuk kepada syirik.
Load more