News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Konflik AS-Venezuela Dinilai Minim Guncang Harga Minyak, Ancaman bagi Indonesia Rupiah Melemah

Pengamat Energi Unpad Yayan Satyakti, mengatakan dampak konflik AS-Venezuela terhadap Indonesia dapat dilihat dalam dua sekuens, yakni jangka pendek dan menengah.
Senin, 5 Januari 2026 - 16:13 WIB
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela dinilai tidak akan berdampak signifikan terhadap harga minyak dunia.

Namun, Indonesia tetap menghadapi risiko ekonomi lain yang justru lebih krusial, yakni tekanan nilai tukar rupiah dan ketergantungan impor energi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengamat Energi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (FEB Unpad), Yayan Satyakti, mengatakan dampak konflik AS–Venezuela terhadap Indonesia dapat dilihat dalam dua sekuens, yakni jangka pendek dan menengah.

“Nah kemudian bagaimana dampaknya terhadap Indonesia? Dampaknya terhadap Indonesia itu kita bisa lihat ada dua sekuens,” kata Yayan saat dihubungi tvOnenews.com, Senin (5/1/2026).

Dalam jangka pendek, Yayan menilai potensi gejolak lebih berkaitan dengan proses penyesuaian politik di Venezuela pasca-penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya oleh Amerika Serikat. Situasi ini membuka kemungkinan terjadinya transisi kekuasaan.

“Dalam jangka pendek ini dimungkinkan bahwa dengan adanya adjustment proses di Venezuela, itu mungkin akan ada terjadi gejolak-gejolak terhadap pergeseran kekuasaan,” ujarnya.

Ilustrasi grafik harga minyak mentah
Ilustrasi grafik harga minyak mentah
Sumber :
  • Shutterstock

Ia menyinggung munculnya nama María Corina Machado, politikus Venezuela yang dinilai memiliki kedekatan politik dengan Presiden AS Donald Trump dan berpotensi memimpin transisi pemerintahan.

“Dimungkinkan beliau ini yang akan mencoba untuk melakukan transisi sesudah adanya Maduro. Nah jadi katakan ya bisa terjadi mungkin hanya lima, dan itu dekat sama Trump dia,” kata Yayan.

Meski demikian, Yayan menilai potensi disrupsi produksi minyak global akibat konflik tersebut relatif terbatas. Pasalnya, produksi minyak Venezuela saat ini jauh menurun dibanding masa lalu.

“Karena produksi dari Venezuela itu hanya kurang dari satu juta barrel per hari ya. Hanya 0,96 juta barrel per hari,” jelasnya.

Menurut Yayan, jika pun terjadi penyesuaian, dampaknya lebih terasa di kawasan Amerika dan tidak terlalu mempengaruhi pasar minyak global, termasuk Indonesia.

“Jadi dimungkinkan ya paling juga ada kenaikan, karena ada penyesuaian, tapi itu kan di benua Amerika Serikat, jadi tidak terlalu memberikan impact kepada Indonesia,” ucapnya.

Namun, Yayan menyoroti peluang lain bagi Indonesia seiring rencana kerja sama energi dalam kerangka Trump New Deal. Ia menilai skema tersebut berpotensi mendorong harga minyak tetap rendah.

“Jika kita lihat bahwa Indonesia itu akan kerja sama sebagai Trump New Deal dengan Indonesia, yang 19 persen itu, kemungkinan bahwa harga minyak itu ke depan itu akan idealnya itu harus murah. Jadi kita akan memperoleh BBM yang lebih murah, harganya menjadi lebih stabil,” katanya.

Meski demikian, Yayan mengingatkan adanya sisi risiko yang justru lebih besar bagi Indonesia. Ketika ekonomi Amerika Serikat membaik akibat harga energi murah, nilai tukar rupiah berpotensi tertekan.

“Ketika perekonomian Amerika Serikat itu membaik, nilai tukar Indonesia, khususnya rupiah itu terhadap Amerika Serikat itu akan semakin melemah,” ujarnya.

Kondisi tersebut, menurut Yayan, bisa membuat harga minyak impor tetap terasa mahal bagi Indonesia, meskipun harga global cenderung turun.

“Jadi bukan harga minyaknya yang turun, tapi nilai tukar uangnya,” tegasnya.

Untuk meredam risiko tersebut, Yayan menilai Indonesia perlu memperkuat fondasi energi domestik, salah satunya dengan mempercepat pengembangan kilang minyak nasional.

“Refinery road development program ataupun RDMP, yang dilakukan oleh pemerintah itu harus segera dieksekusi,” katanya.

Ia juga menjelaskan karakter minyak Indonesia yang relatif sejenis dengan minyak Amerika Serikat, sehingga secara harga tidak jauh berbeda.

“Karena minyak Indonesia dengan minyak Amerika Serikat tersebut dari benua Amerika, karena sama-sama daerah tropis, yang ada juga biomorpolinya sama, itu kita sama-sama low sulfur. Jadi harganya ya mirip-mirip lah,” jelasnya.

Berbeda dengan minyak Timur Tengah yang cenderung lebih murah karena karakter high sulfur, namun memiliki konsekuensi lingkungan yang lebih besar.

“Harga minyak dunia yang murah memang ideal, tapi kalau kinerja ekonomi domestik tidak dibenahi, nilai tukar rupiah bisa memburuk dan justru menaikkan beban impor energi,” pungkas Yayan.

Sebagai informasi, Amerika Serikat mengumumkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, yang kemudian dikeluarkan dari Venezuela.

Presiden AS Donald Trump mengklaim operasi tersebut berlangsung presisi tanpa korban dari pihak AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah Venezuela merespons dengan menyatakan akan mengajukan banding ke organisasi internasional dan meminta Dewan Keamanan PBB menggelar rapat darurat.

Di tengah eskalasi tersebut, Caracas juga dilaporkan diguncang ledakan besar yang diduga berkaitan dengan aksi pasukan elite AS. (agr/rpi)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Wacana Polri di Bawah Kementerian Dinilai Cederai Reformasi 1998

Wacana Polri di Bawah Kementerian Dinilai Cederai Reformasi 1998

Pakar Hukum Tata Negara, Muhammad Rullyandi menilai wacana penempatan Polri di bawah kementerian merupakan bentuk distorsi terhadap semangat reformasi 1998.
Sambangi Gedung Kemenhut, Kejagung Cocokan Data Dugaan Korupsi Tambang di Konawe Utara

Sambangi Gedung Kemenhut, Kejagung Cocokan Data Dugaan Korupsi Tambang di Konawe Utara

Kejaksaan Agung (Kejagung) RI kembali menepis soal penggeledahan yang dilakukan tim penyidik di Gedung Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI, pada Rabu (7/1/2026) kemarin.
Catat! Lokasi SIM Keliling di Kota Tangerang Hari Ini Jumat 9 Januari 2026

Catat! Lokasi SIM Keliling di Kota Tangerang Hari Ini Jumat 9 Januari 2026

Sat Lantas Polres Metro Tangerang Kota merilis jadwal pelayanan dan lokasi SIM Keliling pada Jumat (9/1/2026).
Catat! Jadwal SIM Keliling di Kota Tangsel Hari Ini Jumat 9 Januari 2026

Catat! Jadwal SIM Keliling di Kota Tangsel Hari Ini Jumat 9 Januari 2026

Sat Lantas Polres Tangerang Selatan (Tangsel) merilis jadwal pelayanan dan lokasi SIM Keliling pada Jumat (9/1/2026).
Indonesia Serukan Dialog di Tengah Konflik Yaman Selatan, Minta Upaya Saudi Gelar Konferensi Damai

Indonesia Serukan Dialog di Tengah Konflik Yaman Selatan, Minta Upaya Saudi Gelar Konferensi Damai

Pemerintah Indonesia memantau ketegangan yang kembali meningkat di Yaman, khususnya di wilayah selatan, menyusul serangkaian serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi ke provinsi al-Dhale pada Rabu (7/1/2026) waktu setempat yang menewaskan empat warga sipil dan melukai enam lainnya.
Wapres Gibran Janjikan Hal Ini ke Warga Terdampak Banjir Bandang di Kalsel

Wapres Gibran Janjikan Hal Ini ke Warga Terdampak Banjir Bandang di Kalsel

Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka memastikan pemerintah akan memperbaiki rumah warga yang rusak akibag banjir bandang di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Trending

Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop, Pendukung Nadiem Makarim Berteriak Hal Ini

Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop, Pendukung Nadiem Makarim Berteriak Hal Ini

Eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Memdikbudristek), Nadiem Makarim kembali menjalani sidang lanjutan kasus dugaan korupsi laptop Chromebook dengan agenda tanggapan atas nota keberatan atau eksepsi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di PN Tipikor, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Robert Lewandowski Abu-abu di Barcelona, Hansi Flick Akui Tak Bisa Ambil Keputusan

Robert Lewandowski Abu-abu di Barcelona, Hansi Flick Akui Tak Bisa Ambil Keputusan

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menyatakan belum dapat memastikan masa depan Robert Lewandowski bersama Blaugrana setelah musim panas mendatang.
Godaan Naturalisasi Menggiurkan, Atlet Panjat Tebing Indonesia Tetap Setia ke NKRI

Godaan Naturalisasi Menggiurkan, Atlet Panjat Tebing Indonesia Tetap Setia ke NKRI

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, mengungkapkan bahwa banyak atlet panjat tebing Indonesia yang mendapat tawaran untuk memperkuat negara lain.
Khutbah Jumat 9 Januari 2026: Deretan Peristiwa Bersejarah Islam di Bulan Rajab, Termasuk Isra Miraj

Khutbah Jumat 9 Januari 2026: Deretan Peristiwa Bersejarah Islam di Bulan Rajab, Termasuk Isra Miraj

Berikut bahan rekomendasi teks khutbah Jumat singkat terbaru dengan judul "Mengenal Deretan Peristiwa Bersejarah Islam di Bulan Rajab, Termasuk Isra Miraj".
Pria di Depok Tewas Dianiaya Anggota TNI AL, Polisi Beberkan Perannya

Pria di Depok Tewas Dianiaya Anggota TNI AL, Polisi Beberkan Perannya

Polres Metro Depok menetapkan lima tersangka dalam kasus turut serta dalam penganiayaan yang dilakukan oknum TNI AL, Serda M terhadap pria berinisial WAT (24) hingga meninggal dunia, dan satu pria lainnya berinisial DN (39) mengalami luka berat, di Gang Swadaya Emas, Tapos, Kota Depok, Jumat (2/1/2026) dini hari.
Sosok Khairun Nisya, Pramugari Gadungan Viral Usai Lolos Pemeriksaan Bandara, Diduga Bukan Kali Pertama

Sosok Khairun Nisya, Pramugari Gadungan Viral Usai Lolos Pemeriksaan Bandara, Diduga Bukan Kali Pertama

Nama Khairun Nisa menjadi sorotan publik setelah aksinya terbongkar di media sosial. Dengan penampilan yang dinilai sangat meyakinkan, ia mengenakan seragam lengkap pramugari
Alasan Sebenarnya Khairun Nisya Nekat Menyamar Jadi Pramugari Batik Air Gadungan

Alasan Sebenarnya Khairun Nisya Nekat Menyamar Jadi Pramugari Batik Air Gadungan

Terungkap alasan sebenarnya wanita bernama Khairun Nisya (23) nekat menyamar sebagai pramugari gadungan maskapai Batik Air. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT