Penguatan IHSG salah satunya didorong lonjakan sektor basic material yang naik 2,49 persen ke level 2.389,38, seiring menguatnya saham-saham komoditas emas.
Purbaya Yudhi Sadewa mengakui adanya potensi ketidakseimbangan (mismatch) antara pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kurs Rupiah yang melemah.
Saat dimintai tanggapan teknis mengenai penyebab melemahnya Rupiah, Menkeu Purbaya menegaskan bahwa kebijakan nilai tukar menjadi domain otoritas moneter.
IHSG diproyeksi bergerak variatif seiring tekanan rupiah dan sentimen global. Pasar menanti data inflasi AS dan mencermati peluang sektor material dasar.
Pengamat Energi Unpad Yayan Satyakti, mengatakan dampak konflik AS-Venezuela terhadap Indonesia dapat dilihat dalam dua sekuens, yakni jangka pendek dan menengah.
Rupiah melemah ke Rp16.725 per dolar AS pada Jumat (2/1/2026). Analis memperkirakan pergerakan rupiah masih akan fluktuatif di kisaran Rp16.720 hingga Rp16.750 per dolar AS.