Ekonomi RI Lesu, Mensesneg: Jangan Lihat Sepotong, Banyak Faktor Global Mempengaruhi
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menanggapi penurunan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat turun 0,5 persen, sebagaimana dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).
Ia meminta publik tidak melihat kondisi ini hanya dari satu sudut pandang, mengingat banyak faktor yang memengaruhi perekonomian.
“Yang pertama kan begini apa yang kemudian dirilis oleh BPS tentang pertumbuhan ekonomi, kalau dari sisi angka, memang betul terjadi penurunan sedikit. Tetapi kita mesti memahami bahwa pertumbuhan ekonomi itu tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor tertentu,” kata Prasetyo di Ruang Media Istana, Jakarta Pusat, Jumat (9/5/2025).
Ia menegaskan, meski belanja pemerintah turun 0,38 persen, kondisi itu wajar terjadi pada kuartal pertama karena penyerapan anggaran biasanya belum optimal di awal tahun.
“Bahwa belanja pemerintah adalah bagian dari salah satu faktor, iya. Dan biasanya di awal tahun itu pasti yang disebut dengan belanja pemerintah itu belum mencapai puncaknya, kalau di awal kuartal pertama triwulan pertama, pasti belum mencapai puncaknya,” jelasnya.
Prasetyo menambahkan, efisiensi anggaran justru diarahkan ke sektor-sektor yang lebih produktif dan memberi dampak positif ke perekonomian.
“Nah maka melihatnya mohon tidak hanya dari satu sudut pandang, karena dengan proses efisiensi kalau dikait-kaitkan misalnya, meskipun tidak selalu pasti ada berkaitan secara langsung. Tapi kemudian saudara-saudara tengok, proses efisiensi itu kan realokasi anggaran, diarahkan untuk kegiatan-kegiatan yang lebih produktif,” paparnya.
Menurutnya, BPS juga mencatat pertumbuhan signifikan di sektor pertanian dan sektor lainnya yang tumbuh positif di atas rata-rata tahun-tahun sebelumnya.
“Nah di situ kan kemudian BPS juga mencatat pertumbuhan kita dari bidang pertanian mencapai di atas 10 persen. Bidang-bidang yang lain juga tumbuh positif jauh melebihi tahun-tahun sebelumnya. Jadi kira-kira memandang sesuatunya harus secara utuh,” tegas Prasetyo.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kondisi global turut memengaruhi perekonomian nasional, termasuk ketegangan geopolitik dan lonjakan harga komoditas seperti emas.
“Dan kemudian juga jangan lupa di awal-awal tahun, apalagi di satu bulan terakhir ini kan bagaimana kebijakan-kebijakan negara-negara sahabat kita itu juga memengaruhi ekonomi global secara keseluruhan. Termasuk kemarin ada pertanyaan tentang mempengaruhi naiknya komoditas harga emas terus-menerus,” ucapnya.
Load more