News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Berapa Sebenarnya Jumlah Kekayaan Eks Kapolres Ngada yang Tersandung Skandal Seks dan Narkoba?

Eks Kapolres Ngada AKBP Fajar Widyadharma tersandung kasus pelecehan seksual & narkoba. Kekayaannya ternyata turun dari Rp103 juta (2022) ke Rp14 juta (2023).
Jumat, 14 Maret 2025 - 05:30 WIB
Kapolres Ngada Non-aktif AKBP Fajar ditetapkan sebagai tersangka pencabulan
Sumber :
  • tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja, mantan Kapolres Ngada, menghadapi kasus dugaan pelecehan seksual dan penyalahgunaan narkoba

Kasus Kapolres Ngada ini mencuat pada 22 Februari 2025 setelah Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima laporan terkait dugaan tindakan asusila yang dilakukan Fajar. Peristiwa ini mengejutkan banyak pihak mengingat posisi Fajar sebagai pejabat tinggi di kepolisian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dugaan Pelecehan Seksual dan Penyalahgunaan Narkoba

Penyelidikan mengungkap bahwa Kapolres Ngada diduga melakukan pelecehan seksual terhadap empat korban, terdiri dari tiga anak di bawah umur berusia 6, 13, dan 15 tahun, serta satu orang dewasa. 

Beberapa korban berani melapor, mendorong Polda NTT untuk menyelidiki lebih lanjut. Pada 24 Februari 2025, Propam Polri menempatkan Kapolres Ngada dalam penempatan khusus (patsus) setelah hasil tes urine menunjukkan ia positif menggunakan narkoba. Kasus Kapolres Ngada ini kemudian menjadi sorotan publik karena melibatkan perwira tinggi kepolisian.

Pencopotan Jabatan dan Status Tersangka

Sebagai tindak lanjut, Kapolres Ngada dicopot dari jabatannya dan dimutasi ke Yanma Polri untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut. Pada 13 Maret 2025, Kapolres Ngada resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencabulan anak di bawah umur. 

Penetapan ini didasarkan pada bukti kuat yang mendukung dugaan pelecehan seksual tersebut. Kasus Kapolres Ngada ini semakin memperburuk citra kepolisian di mata publik.

Laporan Harta Kekayaan

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) untuk periode 2023, Fajar mantan Kapolres Ngada melaporkan total kekayaan sebesar Rp14 juta.

Seluruh harta tersebut berupa kas dan setara kas, tanpa aset lain seperti tanah, bangunan, atau kendaraan.

Laporan ini berbeda dengan tahun 2022, di mana Kapolres Ngada mencatat total kekayaan sebesar Rp103 juta yang terdiri dari:

  • Sebuah mobil Honda CRV senilai Rp90 juta 

  • Kas sebesar Rp13 juta

Penurunan kekayaan ini memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat mengenai kemungkinan adanya keterkaitan antara kasus Kapolres Ngada dengan hilangnya sebagian besar aset tersebut.

Proses Hukum Berlanjut

Saat ini, proses hukum terhadap Kapolres Ngada masih berlangsung di bawah pengawasan Propam Polri dan Polda NTT. Publik menantikan transparansi dan kejelasan dalam penanganan kasus Kapolres Ngada ini, terutama karena melibatkan pejabat tinggi kepolisian. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur dan penggunaan narkoba menjadi sorotan tajam, tidak hanya dari segi hukum tetapi juga dari aspek moral dan etika institusi kepolisian.

Kasus Kapolres Ngada ini menjadi pengingat bagi aparat penegak hukum untuk menjaga integritas dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Publik berharap proses hukum berjalan adil dan memberikan keadilan bagi para korban. (nsp)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Wacana Polri di Bawah Kementerian Dinilai Cederai Reformasi 1998

Wacana Polri di Bawah Kementerian Dinilai Cederai Reformasi 1998

Pakar Hukum Tata Negara, Muhammad Rullyandi menilai wacana penempatan Polri di bawah kementerian merupakan bentuk distorsi terhadap semangat reformasi 1998.
Sambangi Gedung Kemenhut, Kejagung Cocokan Data Dugaan Korupsi Tambang di Konawe Utara

Sambangi Gedung Kemenhut, Kejagung Cocokan Data Dugaan Korupsi Tambang di Konawe Utara

Kejaksaan Agung (Kejagung) RI kembali menepis soal penggeledahan yang dilakukan tim penyidik di Gedung Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI, pada Rabu (7/1/2026) kemarin.
Catat! Lokasi SIM Keliling di Kota Tangerang Hari Ini Jumat 9 Januari 2026

Catat! Lokasi SIM Keliling di Kota Tangerang Hari Ini Jumat 9 Januari 2026

Sat Lantas Polres Metro Tangerang Kota merilis jadwal pelayanan dan lokasi SIM Keliling pada Jumat (9/1/2026).
Catat! Jadwal SIM Keliling di Kota Tangsel Hari Ini Jumat 9 Januari 2026

Catat! Jadwal SIM Keliling di Kota Tangsel Hari Ini Jumat 9 Januari 2026

Sat Lantas Polres Tangerang Selatan (Tangsel) merilis jadwal pelayanan dan lokasi SIM Keliling pada Jumat (9/1/2026).
Indonesia Serukan Dialog di Tengah Konflik Yaman Selatan, Minta Upaya Saudi Gelar Konferensi Damai

Indonesia Serukan Dialog di Tengah Konflik Yaman Selatan, Minta Upaya Saudi Gelar Konferensi Damai

Pemerintah Indonesia memantau ketegangan yang kembali meningkat di Yaman, khususnya di wilayah selatan, menyusul serangkaian serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi ke provinsi al-Dhale pada Rabu (7/1/2026) waktu setempat yang menewaskan empat warga sipil dan melukai enam lainnya.
Wapres Gibran Janjikan Hal Ini ke Warga Terdampak Banjir Bandang di Kalsel

Wapres Gibran Janjikan Hal Ini ke Warga Terdampak Banjir Bandang di Kalsel

Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka memastikan pemerintah akan memperbaiki rumah warga yang rusak akibag banjir bandang di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Trending

Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop, Pendukung Nadiem Makarim Berteriak Hal Ini

Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop, Pendukung Nadiem Makarim Berteriak Hal Ini

Eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Memdikbudristek), Nadiem Makarim kembali menjalani sidang lanjutan kasus dugaan korupsi laptop Chromebook dengan agenda tanggapan atas nota keberatan atau eksepsi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di PN Tipikor, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Robert Lewandowski Abu-abu di Barcelona, Hansi Flick Akui Tak Bisa Ambil Keputusan

Robert Lewandowski Abu-abu di Barcelona, Hansi Flick Akui Tak Bisa Ambil Keputusan

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menyatakan belum dapat memastikan masa depan Robert Lewandowski bersama Blaugrana setelah musim panas mendatang.
Godaan Naturalisasi Menggiurkan, Atlet Panjat Tebing Indonesia Tetap Setia ke NKRI

Godaan Naturalisasi Menggiurkan, Atlet Panjat Tebing Indonesia Tetap Setia ke NKRI

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, mengungkapkan bahwa banyak atlet panjat tebing Indonesia yang mendapat tawaran untuk memperkuat negara lain.
Khutbah Jumat 9 Januari 2026: Deretan Peristiwa Bersejarah Islam di Bulan Rajab, Termasuk Isra Miraj

Khutbah Jumat 9 Januari 2026: Deretan Peristiwa Bersejarah Islam di Bulan Rajab, Termasuk Isra Miraj

Berikut bahan rekomendasi teks khutbah Jumat singkat terbaru dengan judul "Mengenal Deretan Peristiwa Bersejarah Islam di Bulan Rajab, Termasuk Isra Miraj".
Pria di Depok Tewas Dianiaya Anggota TNI AL, Polisi Beberkan Perannya

Pria di Depok Tewas Dianiaya Anggota TNI AL, Polisi Beberkan Perannya

Polres Metro Depok menetapkan lima tersangka dalam kasus turut serta dalam penganiayaan yang dilakukan oknum TNI AL, Serda M terhadap pria berinisial WAT (24) hingga meninggal dunia, dan satu pria lainnya berinisial DN (39) mengalami luka berat, di Gang Swadaya Emas, Tapos, Kota Depok, Jumat (2/1/2026) dini hari.
Sosok Khairun Nisya, Pramugari Gadungan Viral Usai Lolos Pemeriksaan Bandara, Diduga Bukan Kali Pertama

Sosok Khairun Nisya, Pramugari Gadungan Viral Usai Lolos Pemeriksaan Bandara, Diduga Bukan Kali Pertama

Nama Khairun Nisa menjadi sorotan publik setelah aksinya terbongkar di media sosial. Dengan penampilan yang dinilai sangat meyakinkan, ia mengenakan seragam lengkap pramugari
Alasan Sebenarnya Khairun Nisya Nekat Menyamar Jadi Pramugari Batik Air Gadungan

Alasan Sebenarnya Khairun Nisya Nekat Menyamar Jadi Pramugari Batik Air Gadungan

Terungkap alasan sebenarnya wanita bernama Khairun Nisya (23) nekat menyamar sebagai pramugari gadungan maskapai Batik Air. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT