Manokwari Selatan, Papua Barat - Puluhan orang rusak Kantor Bupati dan Puskesmas di distrik ransiki, Kabupaten manokwari Selatan, Papua Barat. Aksi ini dipicu karena masa menuduh vaksin Covid-19 telah membunuh kerabatnya yang merupakan kepala kampung setempat.
Amuk massa pecah di Distrik Ransiki Manokwari Selatan, Papua Barat. Ratusan orang menggeruduk Kantor Bupati Manokwari Selatan dan merusak sejumlah fasilitas pemerintah Puskesmas Ransiki yang berada di dekat kantor bupati pun tak luput dari sasaran amuk warga.
Sejumlah tenaga medis yang sedang melakukan vaksinasi berhamburan menyelamatkan diri. Kerusuhan dipicu kabar kematian kepala kampung di Berau setelah divaksin Covid-19.
Massa bahkan membawa jenazah warga yang meninggal dunia tersebut menuju Kantor Bupati tetapi kepolisian menyatakan hingga kini belum ada hasil autopsi yang menunjukkan kepala kampung di Berau meninggal akibat divaksin Covid-19.
Pihak keluarga dan masyarakat yang tak terima kemudian melakukan aksi-aksi pelemparan. Tak hanya merusak fasilitas umum, massa juga memblokade jalan penghubung antar Kabupaten dari Kota Manokwari maupun ke Kota Teluk Bintuni.
Aparat gabungan pun terpaksa beberapa kali melepaskan tembakan peringatan ke udara karena masa semakin anarkistis. Aparat Brimob Polda Papua Barat dikerahkan untuk mencegah aksi massa susulan. (adh)