News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Level dalam Padel: Skor 1 sampai 7, Kamu Masuk Kategori Pemain Noob atau Pro?

Di dunia internasional, level padel biasanya diukur dari skala 1.0 hingga 7.0. Simak penjelasan mengenai level permainan padel tersebut di bawah ini, agar kamu tahu ada di posisi ke berapa.
Senin, 12 Januari 2026 - 23:17 WIB
Ilustrasi olahraga padel
Sumber :
  • Pexels/Roger Aribau Gisbert

tvOnenews.com - Padel saat ini bukan sekadar tren, melainkan gaya hidup baru di kota-kota besar.

Namun, ada satu masalah klasik yang sering muncul saat ingin memesan lapangan atau ikut turnamen komunitas, yakni berada di level manakah kemampuan permainanmu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengetahui level bermain bukan soal sombong atau rendah hati, melainkan tentang kualitas permainan.

Bermain dengan lawan yang jauh lebih jago akan membuat kamu frustrasi, sedangkan bermain dengan yang jauh di bawahmu akan terasa membosankan.

Di dunia internasional, level padel biasanya diukur dari skala 1.0 hingga 7.0. Simak penjelasan mengenai level permainan padel tersebut di bawah ini, agar kamu tahu ada di posisi ke berapa.

 

1. Level Pemula (1.0 – 2.5)

Ilustrasi anak-anak berolahraga padel
Ilustrasi anak-anak berolahraga padel
Sumber :
  • Pexels/khezez | خزاز

Di level ini, fokus utama kamu adalah memasukkan bola ke lapangan lawan. Ciri-ciri yang menunjukkan, jika kamu adalah seorang pemula dalam dunia padel, yakni masih sering bingung posisi berdiri.

Kamu merasa dinding kaca adalah musuh yang menakutkan karena bola sering mati setelah memantul di sana.

Selain itu, servis yang kamu lakukan pun masih sering gagal dan pukulan backhand menjadi kelemahan terbesar bagimu.

2. Level Menengah (3.0 – 4.5)

Ilustrasi olahraga padel
Ilustrasi olahraga padel
Sumber :
  • Unsplash/Gabriel Martin

Padel bisa menjadi "taman bermain" bagi sebagian besar pemain komunitas, jika kamu sudah berada di level menengah.

Pada level ini kamu sudah mulai menikmati reli panjang. Kamu sudah paham kapan harus maju ke net dan kapan harus mundur.

Kamu mulai bisa menggunakan dinding kaca untuk mengembalikan bola bukan lagi sebagai "musuh", tapi "teman".

Dari segi skill, kamu sudah bisa melakukan lob yang terarah dan mulai mencoba teknik bandeja, meskipun belum selalu mematikan. Kontrol bola pun menjadi yang lebih utama daripada sekadar memukul keras.

3. Level Lanjut (5.0 – 6.0)

Ilustrasi olahraga padel
Ilustrasi olahraga padel
Sumber :
  • Pexels/Anhelina Vasylyk

Kamu adalah pemain yang sering dicari untuk pertandingan "serius", jika sudah masuk dalam level lanjut.

Hal ini karena permainanmu bukan lagi soal memukul bola, tapi soal membedah kelemahan lawan.

Orang yang sudah berada di level lanjut biasanya punya kecepatan bola yang tinggi. Kamu sangat jarang melakukan kesalahan sendiri (unforced errors). Komunikasi dengan pasangan pun sudah berjalan otomatis, tanpa perlu berteriak.

Dari sisi skill, pukulan Vibora yang kamu lakukan sudah tajam. Smash pun sering keluar lapangan (por tres), dan kamu jauh lebih tenang saat ditekan di pojok lapangan.

4. Level Profesional (7.0+)

Ilustrasi olahraga padel
Ilustrasi olahraga padel
Sumber :
  • Pexels/Roger Aribau Gisbert

Jika berada di level ini, kamu kemungkinan besar hidup dari bermain padel atau berkompetisi di turnamen internasional seperti Premier Padel.

Selain untuk mencari lawan seimbang, mengetahui level membantumu menentukan alat tempur yang bisa digunakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemula lebih cocok menggunakan raket berbentuk bulat (round) yang memiliki sweet spot luas. Sementara pemain level lanjut biasanya beralih ke raket berbentuk diamond untuk tenaga maksimal.

Kesimpulannya, jangan terburu-buru mengaku level tinggi. Cara terbaik untuk mengetesnya adalah dengan bermain melawan orang baru atau berkonsultasi dengan pelatih di klub lokalmu. (ism)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT