News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Soroti Rentetan Kasus Bullying Siswa di Bekasi, Komisi VIII DPR Desak PPPA dan KPAI Bertindak Tegas

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ansari, menyoroti rentetan kasus perundungan di Bekasi belakangan ini dan mendesak kehadiran negara dalam perlindungan anak.
Senin, 26 Januari 2026 - 16:57 WIB
Ilustrasi bullying.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Hj Ansari, menyoroti maraknya kasus kekerasan dan perundungan alias bullying terhadap siswa di sejumlah sekolah di Bekasi, Jawa Barat.

Ia mendesak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk segera berkoordinasi dengan kementerian pendidikan guna memperkuat sistem perlindungan anak di lingkungan sekolah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Ansari, penguatan tersebut mendesak dilakukan agar kasus serupa tidak terus berulang dan menimbulkan dampak jangka panjang bagi korban.

Ia menilai, kejadian yang terjadi di Bekasi menjadi sinyal lemahnya sistem perlindungan anak di satuan pendidikan.

"Kasus perundungan dan kekerasan di lingkungan pendidikan yang ramai di Bekasi itu tentu akan berdampak serius terhadap kondisi fisik, psikis, dan masa depan anak. Kasus ini menunjukkan bahwa sistem perlindungan anak di satuan pendidikan masih memerlukan penguatan serius, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga negara yang lebih efektif dan berkelanjutan," kata Ansari, Senin (26/1/2026).

Dalam beberapa waktu terakhir, publik di Bekasi dihadapkan pada sejumlah kasus dugaan kekerasan terhadap anak di sekolah.

Pertama, video viral yang memperlihatkan seorang pelajar di kawasan Bojongmenteng, Rawalumbu, menangis histeris di pelukan orang tuanya setelah diduga menjadi korban perundungan. Peristiwa tersebut disebut membuat korban mengalami trauma dan enggan kembali ke sekolah.

Kedua, kasusnya menimpa seorang siswa SMK di Cikarang Barat yang juga diduga menjadi korban bullying. Perkara ini telah ditangani aparat kepolisian dengan memberikan pendampingan psikologis serta menempuh langkah hukum.

Ketiga, publik juga menyoroti kasus perundungan fisik terhadap siswa SMPN 1 Tambun Selatan yang sempat viral. Dalam rekaman video, korban terlihat mengalami pemukulan, jambakan, dan tendangan. Pihak sekolah menyatakan kejadian berlangsung di luar jam pelajaran dan menyerahkan proses penanganan kepada kepolisian.

Ansari menegaskan, rangkaian kasus tersebut mencederai nilai kemanusiaan dan hak dasar anak. Oleh karena itu, ia meminta penguatan sistem perlindungan anak dilakukan secara menyeluruh, termasuk optimalisasi layanan rehabilitasi sosial dan trauma healing bagi korban serta keluarganya, hingga penyediaan rumah aman apabila diperlukan.

"Ini juga kepada Kemensos ya, agar memastikan korban mendapatkan jaminan keberlanjutan pendidikan melalui skema bantuan sosial yang adaptif dan berpihak pada kepentingan terbaik anak,” tandasnya.

Kepada Kementerian PPPA, Ansari meminta agar penanganan kasus dilakukan secara terpadu dan berbasis hak anak.

Ia menekankan pentingnya koordinasi aktif dengan UPTD PPA di wilayah Bekasi serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap kebijakan pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah.

"Mendorong penguatan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) di sekolah-sekolah, termasuk peningkatan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan," katanya.

Sementara kepada KPAI, Ansari mendorong dilakukannya pengawasan independen dan investigasi menyeluruh atas penanganan kasus-kasus tersebut. Ia juga meminta KPAI memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah pusat dan daerah agar tidak terjadi pembiaran maupun normalisasi kekerasan di lingkungan pendidikan.

Hasil pengawasan tersebut, lanjut Ansari, perlu disampaikan secara terbuka kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas perlindungan anak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menegaskan bahwa penanganan perundungan dan kekerasan di sekolah tidak boleh bersifat reaktif atau insidental. Menurutnya, isu ini harus menjadi agenda nasional yang dijalankan secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan.

Ansari menyatakan komitmennya untuk terus mengawal penguatan kebijakan, regulasi, serta dukungan anggaran perlindungan anak. Tujuannya agar dunia pendidikan benar-benar menjadi ruang yang aman, inklusif, dan bermartabat bagi seluruh anak Indonesia, khususnya di wilayah Bekasi. (rpi)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bikin Gol Solo Run Ala Messi, Rachmat Irianto Comeback ke Timnas Indonesia Era John Herdman?

Bikin Gol Solo Run Ala Messi, Rachmat Irianto Comeback ke Timnas Indonesia Era John Herdman?

Rachmat Irianto mencuri perhatian usai mencetak gol solo run spektakuler bersama Persebaya. Performa apik ini membuka peluang comeback ke Timnas Indonesia.
Media Prancis Bingung usai Eks Pemain PSG Layvin Kurzawa Rela Tinggalkan Eropa Demi Gabung Persib Bandung

Media Prancis Bingung usai Eks Pemain PSG Layvin Kurzawa Rela Tinggalkan Eropa Demi Gabung Persib Bandung

Persib kembali membuat kejutan besar di bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026. Media Prancis sorot tajam keputusan Layvin Kurzawa ke Persib Bandung.
Geger Penemuan Mayat Satpam di Kalideres: Penjaga Kontrakan Temukan Korban Sudah Membiru

Geger Penemuan Mayat Satpam di Kalideres: Penjaga Kontrakan Temukan Korban Sudah Membiru

Warga Kampung Bali, Kalideres, Jakarta Barat, digemparkan penemuan jenazah pria yang berprofesi sebagai satpam di kamar kontrakan pada Senin (26/1). Pria tersebut bernama Izaac Pelupessy.
Plt Bupati Bekasi Semprot Pengembang Perumahan: Rapikan Banjir Dulu, Baru Izinnya Bisa Lagi

Plt Bupati Bekasi Semprot Pengembang Perumahan: Rapikan Banjir Dulu, Baru Izinnya Bisa Lagi

Pembangunan perumahan di wilayah Bekasi yang rawan banjir resmi dihentikan sementara hingga mampu berikan solusi nyata terhadap masalah genangan air tersebut.
Alan Cardoso akan Digantikan oleh Shayne Pattynama di Persija Jakarta? Begini Jawaban Mauricio Souza

Alan Cardoso akan Digantikan oleh Shayne Pattynama di Persija Jakarta? Begini Jawaban Mauricio Souza

Kedatangan bek sayap Timnas Indonesia ini memicu spekulasi di kalangan suporter sekaligus penggemar Macan Kemayoran mengenai nasib salah satu pemain asing mereka, Alan Cardoso, yang juga mengisi posisi serupa sebagai bek kiri.
Sering Menghilangkan Haus dengan Minum Air Es? Kebiasan Ini Perlu Diubah, Ternyata Efeknya Bukan Dirasakan Sekarang

Sering Menghilangkan Haus dengan Minum Air Es? Kebiasan Ini Perlu Diubah, Ternyata Efeknya Bukan Dirasakan Sekarang

Minum air es atau air dingin memang terasa menyegarkan, terutama saat cuaca panas atau setelah beraktivitas di luar rumah. Ternyata bisa menimbulkan efek buruk

Trending

Plt Bupati Bekasi Semprot Pengembang Perumahan: Rapikan Banjir Dulu, Baru Izinnya Bisa Lagi

Plt Bupati Bekasi Semprot Pengembang Perumahan: Rapikan Banjir Dulu, Baru Izinnya Bisa Lagi

Pembangunan perumahan di wilayah Bekasi yang rawan banjir resmi dihentikan sementara hingga mampu berikan solusi nyata terhadap masalah genangan air tersebut.
Kalah dari Jay Idzes, Emil Audero Malah Tertinggal Bus Cremonese Gara-gara Ditanya Soal Timnas Indonesia

Kalah dari Jay Idzes, Emil Audero Malah Tertinggal Bus Cremonese Gara-gara Ditanya Soal Timnas Indonesia

Emil Audero gagal membawa poin bagi timnya, Cremonese setelah kalah dari Sassuolo, klub yang dibela Jay Idzes di Stadion Mapei, pada Minggu (25/1/2026). Lewat gol cepat, Cremonese kalah tipis 0-1 dari Sassuolo. 
Pemilik Sertifikat Tanah Lama seperti Girik, Letter C hingga Verponding Tahun 1967-1997 Diminta Segera Urus Konversi ke Sistem Pendaftaran Modern, Mulai 2 Februari 2026 Tak Berlaku

Pemilik Sertifikat Tanah Lama seperti Girik, Letter C hingga Verponding Tahun 1967-1997 Diminta Segera Urus Konversi ke Sistem Pendaftaran Modern, Mulai 2 Februari 2026 Tak Berlaku

Pemilik sertifikat tanah lama seperti girik, letter C hingga verponding tahun 1967-1997 diminta untuk segera mengurus konversi ke sistem pendaftaran modern.
Lucky Element Akan Dimakamkan Hari Ini di TPU Jeruk Purut

Lucky Element Akan Dimakamkan Hari Ini di TPU Jeruk Purut

Lucky Element akan dimakamkan hari ini, Senin 26 Januari 2026, di TPU Jeruk Purut. Rekan musisi dan penggemar bersiap mengantar peristirahatan terakhir.
Polisi Duga Reza Arab Ada di TKP Lula Lahfah Meninggal Dunia

Polisi Duga Reza Arab Ada di TKP Lula Lahfah Meninggal Dunia

Polisi menduga kekasih selebgram Lula Lahfah, Reza Arap, berada di tempat kejadian perkara (TKP) saat peristiwa kematian Lula. Dugaan tersebut didasarkan pada -
Keadaan Berbalik, Eggi Sudjana Kini Laporkan Roy Suryo dan Pengacaranya Ahmad Khozinudin ke Polisi

Keadaan Berbalik, Eggi Sudjana Kini Laporkan Roy Suryo dan Pengacaranya Ahmad Khozinudin ke Polisi

Roy Suryo dan pengacaranya, Ahmad Khozinudin dilaporkan ke polisi oleh Eggi Sudjana. Diketahui, mereka sempat terlibat dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi.
Warga Indonesia Wajib Tahu! Pemilik Nomor HP Tak Bisa Aktif Sembarangan, Ini Peraturan Barunya

Warga Indonesia Wajib Tahu! Pemilik Nomor HP Tak Bisa Aktif Sembarangan, Ini Peraturan Barunya

Warga Indonesia wajib mengetahui soal aturan baru terkait nomor HP. Pasalnya, Pemerintah resmi menerbitkan Permenkomdigi Nomor 7 Tahun 2026 tentang Registrasi
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT