Sering Menghilangkan Haus dengan Minum Air Es? Kebiasan Ini Perlu Diubah, Ternyata Efeknya Bukan Dirasakan Sekarang
- Pixabay
tvOnenews.com - Minum air es atau air dingin memang terasa menyegarkan, terutama saat cuaca panas atau setelah beraktivitas di luar rumah.
Rasa lelah akibat terpapar panas matahari kerap membuat air dingin menjadi pilihan utama untuk melepas dahaga.
Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan minum air es atau air dingin ternyata dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, terlebih jika dikonsumsi setelah makan. Meski terasa lega, efek sampingnya cukup besar bagi tubuh.
Pendakwah sekaligus dokter, dr Zaidul Akbar, mengungkapkan bahwa salah satu dampak buruk dari konsumsi air es atau air dingin adalah menurunnya kesehatan ginjal.
Menurut dr Zaidul Akbar yang dikutip pada sebuah video dalam kanal YouTube Seputar Tausiyah, dirinya memberikan peringatan untuk tidak rutin minum air es.
Lantaran air es bisa menyebabkan kesehatan ginjal menurun akibat terus menerus tergerus.
“Orang-orang yang rutin banget minum air es itu lama-lama ginjalnya bisa tergerus, bermasalah, apalagi es,” ungkap dr Zaidul Akbar pada sebuah video dalam kanal YouTube Seputar Tausiyah.

- Tangkapan Layar YouTube dr Zaidul Akbar Official
Praktisi pengobatan sunnah Indonesia ini tidak menyarankan untuk minum air es, apalagi saat disela-sela waktu makan.
“Yang paling parah itu adalah minum waktu makan, itu buruknya luar biasa, saran saya waktu lagi makan jangan minum,” ujarnya.
dr Zaidul Akbar menganjurkan untuk mengonsumsi air minum sebelum atau sesudah makan dengan memberi jeda sekitar 15–30 menit sebelum waktu makan.
Selain itu, minum air dalam jumlah cukup sebelum makan juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan kerap dilakukan saat menjalani program diet, karena air tidak mengandung kalori.
“Kapan minumnya? Sebelum dan sesudah makan. kasih jarak biasanya saya ngasih jaraknya itu 15 menit atau 30 menit sebelum makan,” jelasnya.
“Sebelum makan itu Anda banyakin minum aja dulu supaya tidak banyak makannya, karena air kan tidak ada kalorinya,” sambung dr Zaidul Akbar.
Hal ini berfungsi agar membuat pencernaan tidak terasa begitu berat saat mencerna makanan.
Load more