Harga Minyak Dunia Melonjak Hingga 92 Dollar Per Barel
Jakarta, tvOnenews.com — Konflik yang terjadi di Iran memicu kenaikan Harga minyak dunia yang kini mencapai level tertinggi dalam dua tahun terakhir.
Kenaikan harga minyak tersebut diperkirakan dapat menambah tekanan terhadap kondisi fiskal sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Sejumlah analis memperkirakan harga minyak dunia berpotensi naik hingga sekitar 2 dolar AS per barel akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Situasi ini juga memicu kekhawatiran terhadap stabilitas produksi energi di wilayah Teluk.
Pemerintah Qatar bahkan memperingatkan bahwa produksi minyak dan gas di kawasan Teluk berpotensi terganggu dalam beberapa hari ke depan jika konflik terus meningkat.
Menanggapi situasi tersebut, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan kenaikan harga minyak berpotensi memperlebar defisit anggaran negara.
Menurutnya, jika harga minyak dunia naik dan tidak diantisipasi melalui kebijakan fiskal, maka defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bisa meningkat hingga sekitar 3,6 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Meski demikian, pemerintah masih memiliki berbagai instrumen kebijakan untuk menjaga stabilitas fiskal agar defisit tetap berada di bawah batas yang ditetapkan.
Purbaya juga mengingatkan bahwa Indonesia pernah menghadapi situasi yang lebih berat ketika harga minyak dunia mencapai sekitar 150 dolar AS per barel pada masa lalu.
Menurutnya, pada saat itu pertumbuhan ekonomi memang sempat melambat, namun kondisi ekonomi nasional tetap dapat dijaga.