"Pada saat di rumah, saya menanyakan mengapa tidak mau sekolah? Dia bilang selalu ingat tindakan perundungan yang dilakukan padanya," kata AR menambahkan.
Mendengar hal itu, AR pun mendatangi sekolah tersebut untuk membahas masalah perundungan yang dialami putrinya.
Namun, saat sampai di sekolah kepala sekolah sedang tidak ada di tempat. Tak hanya itu, sekolah tersebut juga tidak memiliki guru BK ataupun wakil kepala sekolah.
Ia pun heran dan menilai bahwa sekolah tidak memberikan perhatian serius terkait dugaan bullying ini.
Setelah satu pekan lebih akhirnya pihak korban melaporkan ke Dinas Pendidikan Pacitan.
Menurut Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Pacitan, Wahyono saat ini pihaknya sedang mendalami kasus tersebut.
Wahyono menuturkan pihak korban sudah tepat mendatangi dinas untuk melaporkan kejadian tersebut.
Load more