news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi rupiah dan Dolar AS.
Sumber :
  • ANTARA

Rupiah Menguat Jadi Rp16.562 per Dolar AS

Pengamat mata uang Ibrahim Assuabi menilai nilai tukar (kurs) rupiah menguat dipengaruhi kesepakatan Amerika Serikat (AS) dengan China
Rabu, 14 Mei 2025 - 17:14 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat sebesar 66 poin atau 0,39 persen menjadi Rp16.562 per dolar AS pada akhir perdagangan, Rabu (14/5/2025).

Sebelumnya, kurs rupiah ada di level Rp16.627 per dolar AS

Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu justru melemah ke level Rp16.568 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.532 per dolar AS.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuabi menilai nilai tukar (kurs) rupiah menguat dipengaruhi kesepakatan Amerika Serikat (AS) dengan China dalam menurunkan tarif perdagangan yang dikenakan satu sama lain dalam rangka meredakan kekhawatiran resesi global.

Kebijakan tersebut yang diputuskan dalam pertemuan di Jenewa, Swiss, mulai berlaku pada hari ini.

“AS akan mengurangi tarifnya terhadap Beijing dari 145 persen menjadi 30 persen, sementara Tiongkok akan menurunkan tarif pembalasannya dari 125 persen menjadi 10 persen, keduanya selama 90 hari. AS juga akan menurunkan tarif pada produk bernilai rendah yang diimpor dari Tiongkok,” ujarnya.

Perkembangan ini dinilai memberikan kelonggaran bagi Federal Reserve (The Fed) untuk menyesuaikan suku bunga, sembari tetap memantau proses negosiasi tarif lebih lanjut.

Dalam pertemuan terakhir mereka, lanjut dia, pejabat The Fed tampaknya cenderung menunggu tanda-tanda yang jelas dari kemerosotan ekonomi sebelum memangkas suku bunga.

Di sisi lain, rupiah menguat karena data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan. Secara month to month (MoM), inflasi inti dan inflasi umum AS naik 0,2 persen dari perkiraan 0.3 persen. Adapun inflasi umum year on year (YoY) naik 2,3 persen dari perkiraan 2,4 persen.

Sebagaimana dikutip dari Xinhua, Indeks Harga Konsumen (IHK) barang dan jasa meningkat 0,2 persen secara musiman pada bulan April 2025 setelah turun 0,1 persen pada Maret 2025.

(ant/vsf)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:03
13:51
02:38
01:18
01:21
01:18

Viral