News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Triple Crown Rekor Sulit di Pacuan Kuda, Kenapa?

Triple Crown merujuk pada tiga balapan paling bergengsi dalam satu musim yang harus dimenangi oleh seekor kuda pacuan berusia tiga tahun.
  • Reporter :
  • Editor :
Rabu, 9 Juli 2025 - 10:25 WIB
Ilustrasi pacuan kuda
Sumber :
  • Istimewa

Di Australia, Triple Crown memiliki dua versi. Untuk kuda jantan usia 3 tahun: Randwick Guineas, Rosehill Guineas, dan Australian Derby. Sedangkan untuk sprinter: Lightning Stakes, Newmarket Handicap, dan TJ Smith Stakes. Kuda-kuda seperti Octagonal dan It’s A Dundeel pernah berjaya, sementara sprinter legendaris Black Caviar tetap menjadi ikon tak terkalahkan.

Hong Kong menghadirkan Triple Crown yang sangat langka karena terbuka bagi kuda dewasa. Tiga balapannya adalah Stewards’ Cup, Hong Kong Gold Cup, dan Champions & Chater Cup. Baru dua kuda berhasil meraihnya: River Verdon (1994) dan Voyage Bubble (2025), mencerminkan betapa beratnya pencapaian ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setiap negara punya karakteristik unik, namun satu benang merah menyatukannya: tiga kemenangan dalam satu musim, dalam tantangan tersendiri.

Triple Crown di Indonesia

Di Tanah Air, Triple Crown juga menjadi pencapaian puncak. Digelar dalam tiga seri: Seri I (April, 1.200 m), Seri II (Mei, 1.600 m), dan ditutup dengan Indonesia Derby (Juli, 2.000 m). Meskipun jaraknya tak sepanjang luar negeri, tantangannya tetap luar biasa berat.

Hingga kini, hanya dua kuda yang pernah meraihnya: Manik Trisula (2002) dan Djohar Manik (2014). Selebihnya, banyak yang nyaris, namun selalu ada satu leg yang menggagalkan.

Ketua Komisi Pacu PP PORDASI, Ir. H. Munawir, menjelaskan bahwa desain Triple Crown Indonesia mempertimbangkan daya tahan kuda lokal. Jarak Derby tak dibuat 2.400 meter seperti di luar negeri demi keselamatan dan realisme performa.

Sama seperti di negara lain, Triple Crown Indonesia hanya bisa diikuti kuda berusia tiga tahun—kesempatan sekali seumur hidup.

Sejarah Baru Menanti

Kini, pecinta pacuan kuda di Indonesia tengah menanti sejarah baru: King Argentine, kuda yang telah menjuarai Serie 1 dan Serie 2, hanya tinggal satu langkah lagi menuju takhta. Jika ia menang di Indonesia Derby (27 Juli 2025), maka namanya akan sejajar dengan para legenda Triple Crown Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Triple Crown bukan sekadar pencapaian tiga kemenangan. Ia adalah ujian tertinggi tentang kekuatan fisik, kecepatan stabil, strategi tepat, dan keberuntungan yang menyertai.

Banyak yang mencoba, hanya sedikit yang mampu.
Kini, Indonesia menunggu: apakah pada 27 Juli nanti, mahkota Triple Crown akan menemukan pemilik barunya?

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

Nama Luke Vickery mendadak menjadi perbincangan hangat. Winger keturunan Australia itu diperebutkan 3 negara, batal dinaturalisasi dan bela Timnas Indonesia?
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Tanggal 4 Februari 2026 diprediksi menjadi hari spesial bagi beberapa zodiak yang secara finansial sedang berada di jalur emas. Apakah zodiakmu salah satunya?
MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT