Hari Quds Internasional dan Gerakan Rakyat Bela Palestina
- ANTARA
Secara keseluruhan, tindakan rezim Zionis di Gaza jelas merupakan bentuk genosida, kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan pelanggaran hak asasi manusia.
Namun, banyak negara khususnya negara-negara Barat, dan berbagai organisasi internasional tetap bungkam dan tidak mengambil langkah apapun untuk meminta pertanggungjawaban Israel.
Kejadian-kejadian ini membuktikan bahwa kita tidak bisa berharap kepada mekanisme internasional untuk menghentikan kejahatan-kejahatan rezim Zionis.
Dalam kondisi seperti ini, satu-satunya harapan adalah kepada kesadaran masyarakat global. Hanya melalui tekanan opini publik dunia dan perlawanan terhadap politisi pendukung Zionisme serta mekanisme internasional yang pasif, pembantaian keji ini dapat dihentikan.
Salah satu potensi yang bisa dimanfaatkan oleh rakyat di berbagai negara untuk melawan rezim Zionis dan para pendukungnya adalah Hari Quds Internasional, yang merupakan gagasan Imam Khomeini (rahimahullah), pendiri Revolusi Islam Iran.
Berdasarkan inisiatif ini, hari Jumat terakhir bulan Ramadan ditetapkan sebagai Hari Quds, di mana bangsa-bangsa di berbagai penjuru dunia menunjukkan dukungan nyata bagi rakyat Palestina dan mengecam kejahatan rezim Zionis.
Hari Quds pada hakikatnya merupakan simbol solidaritas umat Islam dan para pencinta keadilan di seluruh dunia kepada rakyat tertindas Palestina.
Ini adalah pengingat akan penjajahan dan penindasan rezim apartheid Israel serta menjadi kesempatan untuk menekankan pentingnya melawan kebijakan kolonial dan mendukung perjuangan untuk kemerdekaan Palestina dan Al-Quds yang mulia.
Peringatan Hari Quds di Iran biasanya dilakukan melalui aksi unjuk rasa dan demonstrasi besar-besaran oleh masyarakat yang sedang berpuasa.
Di berbagai belahan dunia lainnya, peringatan ini juga diselenggarakan dengan cara serupa, termasuk kampanye daring, seminar ilmiah, pameran, penerbitan buku dan artikel, serta berbagai upaya lainnya untuk menyoroti kejahatan Israel dan memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina yang tertindas.
Tanpa diragukan, peringatan Hari Quds Internasional di negara-negara Muslim memiliki makna yang sangat mendalam, mengingat Al-Quds adalah kiblat pertama umat Islam dan termasuk di antara tempat suci utama.
Sebagaimana bangsa dan pemerintah Iran dan Indonesia selama lebih dari 70 tahun telah berdiri teguh di sisi rakyat Palestina dan melawan penjajah Zionis, maka tuntutan serupa harus ditujukan kepada negara-negara Islam lainnya agar mengambil langkah nyata dan efektif untuk melawan rezim Zionis dan memanfaatkan semua potensi politik, ekonomi, dan media guna merespons kejahatan keji rezim tersebut.
Load more