tvOnenews.com - Ketika memasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, disunnahkan bagi seluruh umat muslim untuk melakukan itikaf di masjid.
Sebab, itikaf di masjid pada bulan Ramadhan hukumnya sunnah yang sangat dianjurkan atau sunnah muakad.
Selain itu, itikaf juga sebagai usaha untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah di bulan Ramadhan sekaligus untuk meraih lailatul qadar.
Namun, bila seorang istri ingin pergi ke masjid untuk melakukan itikaf sedangkan suami sedang sakit dirumah.
Lantas, apakah tetap pergi ke masjid untuk itikaf atau merawat suami di rumah?
Dalam satu kajiannya, Ustaz Abdul Somad menjelaskan langkah yang harus dilakukan bila ingin itikaf tapi suami sedang sakit dirumah.
Dilansir tvOnenews.com pada tayangan YouTube Ustaz Abdul Somad Official, seorang istri sebaiknya memilih untuk merawat suami daripada itikaf di masjid.
Meski pahala yang didapat tidak seperti melakukan itikaf, melainkan sebanding dengan berjihad.
Bila ingin mendapatkan pahala jihad tersebut, ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi, yaitu dalam satu rumah hanya berdua saja dengan suami.
Maka dapat dikatakan sebagai orang yang baik atau husnu.
“Seorang perempuan ‘husnu’ baik mengurus keluarga sama dengan jihad fi sabilillah karena ibu satu-satunya,” ujar Ustaz Abdul Somad pada tayangan YouTube miliknya.
Namun, bila masih hidup bersama anak yang sudah dewasa, maka bisa melakukan itikaf ke masjid asalkan anak tersebut bisa merawat bapaknya.
Istri juga harus pamit kepada sang suami agar diberikan ridha dan keselamatan dalam menjalankan itikaf.
Apabila sudah mendapatkan izin, maka sebaiknya istri dapat mendoakan suaminya yang sedang sakit saat melakukan itikaf, agar cepat sembuh dan kembali menjalankan aktivitas seperti sedia kala. (kmr)
Load more