News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tanpa Sadar Sering Melakukan Dosa Besar ini, Ternyata Bikin Pahala Habis Sampai Kering Kerontang, Kata Buya Yahya 

Ternyata banyak orang tidak menyadari kalau ada dosa besar yang sering mengurangi pahala hingga habis kering kerontang. Dosa besar ini terkadang sulit dihindari
Kamis, 3 April 2025 - 19:32 WIB
Potret Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Al Bahjah TV

tvOnenews.com - Tanpa disadari manusia sering berbuat dosa, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. 

Bila melakukan dosa sekecil apapun, diharapkan segera bertaubat kepada Allah agar diberikan ampunan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ternyata banyak orang tidak menyadari kalau ada dosa besar yang sering mengurangi pahala hingga habis kering kerontang.

Karena dosa besar ini terkadang sulit dihindari. 

Akan tetapi, sebisa mungkin diusahakan untuk menghindari dosa ini agar tidak menghabiskan pahala yang terbuang sia-sia.

Jadikan sebagai pengingat agar tidak terjerumus ke dalam dosa yang sama berulang-ulang.

Ceramah Buya Yahya
Ceramah Buya Yahya
Sumber :
  • YouTube

 

Dosa Besar yang Menghabiskan Pahala

Dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Al Bahjah TV, terdapat dosa besar yang sering tak disadari.

"Akan tetapi ada satu dosa yang kadang kita tidak sadari padahal itu dosa gede banget, cuman enggak ada yang grebek sehingga taubatnya juga susah," kata Buya Yahya.

Buya Yahya mengingatkan bahwa perbuatan dosa ini sangat mudah dilakukan dan sangat berbahaya sehingga perlu dijauhi.

"Berbuat dosanya gampang banget," ungkap Buya Yahya pada tayangan Al Bahjah TV.

Sering tak disadari, dosa besar ini perlahan tapi pasti akan membuat pahala habis hingga kering kerontang.

Dosa besar yang dimaksud Buya Yahya yaitu menggunjing.

"Yaitu dosa menggunjing, ngomongin orang lain," tegas Buya Yahya.

Tanda-tanda omongan yang sudah termasuk menggunjing menurut Buya Yahya adalah jika orang tersebut mendengar pasti akan merasa tidak senang.

"Yang kalau orang lain itu mendengar pasti nggak senang," ujar Buya Yahya.

KH Yahya Zainul Ma arif alias Buya Yahya
KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV

 

Jika membicarakan keburukan orang dan itu berupa fakta, maka itulah gibah.

"Ya itu yang namanya gunjing," sambungnya.

Sementara jika yang diomongkan adalah hal yang bohong dan tidak benar, maka itu termasuk fitnah yang jauh lebih berbahaya dibanding gibah.

"Berarti adalah fitnah, luar biasa di atas gunjing," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan begitu berbahayanya dosa gibah, ada baiknya segera untuk meninggalkannya.

Bahkan Buya Yahya menyebut bahwa orang yang terlibat gibah walau hanya mendengar juga akan terkena dosanya. (far/kmr)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi percobaan penyitaan paksa kendaraan oleh kelompok debt collector atau penagih utang atau yang akrab disapa "mata elang" kembali meresahkan warga.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT