News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Selain Diisukan Cari Pelatih Eropa untuk Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia, Erick Thohir Ternyata Keturunan Tokoh Agama...

Ketum PSSI, Erick Thohir mempunyai keturunan tokoh penyebar agama Islam selain bicara isu pelatih Eropa gantikan STY bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026.
Sabtu, 4 Januari 2025 - 20:32 WIB
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir saksikan laga Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

tvOnenews.com - Ketua Umum PSSI Erick Thohir diam-diam merupakan sosok keturunan tokoh agama Islam dari suatu daerah, selain berbicara isu mencari pelatih asal Eropa membesut Timnas Indonesia.

Sebagai keturunan tokoh agama, Erick Thohir yang menjadi Ketua Umum PSSI diisukan media asal Italia menggantikan pelatih Eropa membawa Timnas Indonesia tembus Piala Dunia 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahwasanya Erick Thohir mempunyai pengaruh besar untuk menciptakan sejarah baru agar Timnas Indonesia bisa berlaga di Piala Dunia 2026.

Erick Thohir tentu mempersiapkan berbagai hal yang mampu membuat Timnas Indonesia semakin berprestasi di berbagai kompetisi hingga kancah internasional.

tvonenews

Erick Thohir kini mendapat isu mengejutkan sejak media asal Italia, Tuttosport mengabarkan Erick Thohir harus menggantikan Shin Tae-yong dari kursi pelatih Timnas Indonesia.

Tuttosport yang berada di Turin ini menginformasikan bahwa Erick tengah berburu pelatih asal Eropa untuk Garuda.

"Thohir menginginkan Piala Dunia: Seorang pelatih Eropa untuk Indonesia," demikian bunyi Tuttosport menuliskan judul dalam artikel yang beredar dikutip tvOnenews.com, Sabtu (4/1/2025).

Tuttosport berspekulasi keinginan Erick serius menerbangkan Garuda ke Piala Dunia. Media asal negeri Pizza ini mengatakan Ketua Umum PSSI telah mengantongi pelatih berlabel Eropa.

"Erick Thohir ingin membawa pelatih asal Eropa untuk memberikan dorongan besar. Pelatih baru ini diharapkan sudah memimpin saat Timnas Indonesia melawan Australia dan Bahrain pada Maret 2025. Erick Thohir sangat berambisi membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia," tulis Tuttosport lagi.

Kabar liar ini membuat asisten pelatih, Nova Arianto merespons isu tersebut dan mengakui tidak ada informasi yang disampaikan Erick soal rencana pergantian pelatih.

"Jujur, saya enggak tahu," ucap Nova.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir berpose bersama Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY)
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir berpose bersama Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY)
Sumber :
  • Instagram/@erickthohir

 

Erick Thohir lagi pula tidak pernah melakukan wawancara perihal rencana STY sapaan akrabnya, akan digantikan pelatih asal Eropa untuk menjadi juru taktik Garuda saat melawan Australia.

Kiprah Erick Thohir berfokus untuk Timnas Indonesia sampai kemunculan isu Shin Tae-yong digantikan pelatih asal Eropa tidak lepas dari pembahasan menarik terkait silsilah keluarganya.

Sebelumnya, Ketua Umum Dewan Pembina Kasepuhan Kenadziran Kesultanan Banten KH Tb Ahmad Syadzili Washi pernah menceritakan silsilah keturunan atau biasa disebut Zurriyat dimiliki Erick Thohir.

Pria yang kembali menjabat Menteri BUMN ini memiliki nenek moyang yang tidak biasa. Bahkan leluhurnya menjadi utusan tokoh penyebar agama Islam dari Banten hingga menuju bagian Lampung.

Erick saat itu tengah melakukan kunjungan ke Banten dan menyempatkan ibadah shalat Jumat sekaligus berziarah di Masjid Agung Banten Lama, Kesultanan Banten.

Asal usul Erick memiliki keturunan dari Kesultanan Banten mulai terjawab setelah berziarah menyempatkan sesi diskusi dengan Ahmad Syadzili Washi.

Ahmad Syadzili kebetulan menerima kunjungan ziarah dilakukan oleh Erick saat itu.

"Pak Menteri berkisah leluhurnya berasal dari Gunung Sugih, di sana ada kampung bernama Rumbih. Ternyata Gunung Sugih, Lampung, memiliki sejarah tersendiri bagi keluarga keturunan Kesultanan Banten," ujar Syadzili dalam keterangan resminya dari Jakarta dikutip, Sabtu.

Pimpinan Ponpes Al-Qur'aniyah ini menerangkan Pangerang Sangga Wulung Langlang Buana julukan dari Pangeran Ariya Dhillah membabat akses menyebabkan wilayah tersebut terbuka dan memunculkan sebuah kampung di dekat Gunung Sugih.

Abah Haji Li sapaan akrabnya, mengisahkan bahwa ayah dari Pangeran Ariya Dhillah, Sultan Maulana Hassanudin menugaskan putranya pergi menuju Barat agar menuntaskan misi menyebarkan agama Islam.

"Ketika itu belum ada nama Lampung. Pangeran lalu pergi ke Sumatera dan berhenti ketika berjumpa sungai besar setelah melewati Gunung Sugih," jelas dia.

Abah Haji Li melanjutkan ceritanya bahwa pangeran dan pasukannya menetap sementara di sebuah sungai. Apalagi Pangeran Ariya Dhillah sampai menikahi dengan salah satu penduduk wilayah setempat.

"Tujuannya agar keturunan daerah tersebut memiliki ‘jejeg’ Banten, alias darah Banten," kata dia.

Ia mengatakan bahwa Pangerang Menggala sebagai tokoh ternama yang memegang wilayah tersebut karena memiliki darah Banten.

Pangeran Ariya Dhillah akhirnya melanjutkan perjalanan saat di Gunung Sugih.

Ketua Umum DPP Generasi Muda Mathla'ul Anwar Ahmad Nawawi menyebutkan perjalanan Pangeran Ariya sampai menuju Palembang, Sumatera Selatan.

"Karena itu, nama Ariya Dhillah juga akrab dan dihormati oleh masyarakat Sumatera Selatan," kata Anwar Ahmad Nawawi.

Hal ini mengingatkan pengakuan Erick saat bersama Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar Embay Mulya Syarif dan Kenadziran Kesultanan Banten KH Tb Syadeli sebelum melaksanakan shalat Jumat di Masjid Agung Banten.

"Bapak saya Lampung, ada Bugisnya. Lalu, Ibu dari Majalengka," ucap Erick dalam keterangan resminya dikutip, Sabtu.

Sementara, Sekretaris Jenderal Dewan Pembina Kasepuhan Kenadziran Kesultanan Banten, H. Tubagus M Hasan Fuad menyarankan informasi tersebut harus bersifat validasi. Meski sangat mendukung kabar asal-usul keturunan Erick.

"Bila dilihat dari zaman sekarang, Pak Erick keturunan ketiga belas atau keempat belas," tutur Fuad.

Fuad merincikan keturunan dari Kesultanan Banten memiliki ciri-ciri bergelar ratu, entol, tubagus, serta mas. Bahkan telah menyebar ke seluruh wilayah Nusantara.

"Namun, di era kolonial banyak keturunan asli sultan melepas gelar dari namanya untuk menghindari permusuhan dengan Belanda," papar Fuad.

"Ada yang mirip Arab. Ada yang mirip Sunda. Adapula yang ketiganya," tambah dia.

Erick Thohir menanggapi soal asal-usul dirinya dari Kesultanan Banten sambil melanjutkan pembagian bantuan sosial diperuntukkan para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Qur'aniyah Kesultanan Banten.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya perlu merunut dulu ke leluhur keluarga di Lampung," tukas Erick Thohir.

(ant/hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT