Legenda Arsenal Sindir Kebijakan Transfer Ajax Amsterdam, Blak-blakan Sebut Maarten Paes Cs sebagai Pemain Kelas B dan C
- Instagram @maartenpaes
Jakarta, tvOnenews.com - Legenda Ajax Amsterdam, Dennis Bergkamp secara terang-terangan melayangkan kritik tajam terhadap kebijakan transfer klub kebanggaannya itu belakangan ini. Termasuk menyindir kedatangan kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, dari FC Dallas pada jendela transfer musim dingin lalu.
Bergkamp dengan tegas menyebut bahwa Ajax telah melakukan kesalahan fatal dengan lebih memilih mendatangkan pemain dari luar ketimbang mengutamakan talenta hasil didikan akademi muda mereka sendiri. Mantan asisten pelatih Ajax itu bahkan secara blak-blakan menyinggung soal rekrutmen pemain yang ia anggap tidak sesuai standar tinggi klub berjuluk De Godenzonen tersebut.
"Saya selalu mengatakan ini sepanjang hidup saya: Saya adalah orang yang berbakat. Saya mengalaminya sendiri di akademi muda Ajax, menembus sebagai pemain berbakat, dijual dengan harga fantastis, dan sukses di luar negeri," ungkap Bergkamp dalam wawancara eksklusif bersama agen Rob Jansen dikutip dari Voetbal Primeur, Kamis (9/4/2026).Â
"Seluruh Inggris masih tahu apa yang saya lakukan di Liga Premier. Itulah standar bagi saya dan apa yang harus terjadi. Terutama ketika Anda memiliki kendali penuh, seperti di Ajax," tegasnya.
- Antara/Action Images/Michael Regan
Legenda Arsenal ini juga menyoroti betapa pentingnya DNA Ajax sebagai klub yang dibangun di atas fondasi pengembangan talenta muda berkualitas tinggi. Ia menilai keputusan manajemen Ajax mendatangkan pemain dari luar akademi justru perlahan-lahan akan menghancurkan identitas dan filosofi besar yang selama ini dibanggakan klub tersebut.
"Itu adalah DNA klub. Mengembangkan talenta. Mereka harus berkembang. Mereka harus selalu diutamakan, bahkan jika talenta mereka sepuluh hingga dua puluh persen lebih rendah saat itu," ujar Bergkamp.
"Begitu Anda membeli pemain level B atau C dari luar negeri, pada akhirnya itu akan merugikan Anda. Selain fakta bahwa Anda mengganggu DNA Anda sendiri," sambungnya.
Bergkamp turut memberikan pandangannya soal posisi Eredivisie di peta sepak bola Eropa yang semakin tidak kompetitif. Ia menegaskan bahwa liga Belanda kini hanyalah batu loncatan sementara, bukan tujuan akhir bagi pemain-pemain kelas satu dunia.
Load more