Istri Suka Nanya-nanya Gaji Suami? Buya Yahya Tegaskan Hukumnya Itu...
- Ilustrasi/Freepik
Buya Yahya kemudian menegaskan bahwa suami memiliki tanggung jawab besar, tidak hanya kepada istrinya.
"Karena suami itu punya tanggung jawab besar, mungkin iparnya, mungkin ibunya, mungkin ayahnya, akhirnya ngenes sendiri," jelasnya.
Maka yang terpenting bagi seorang istri adalah mendapatkan nafkah yang cukup dari suami.
Apabila nafkah sudah terpenuhi, selanjutnya menurut Buya Yahya tak perlu lagi istri sampai menanyakan nominal gaji suaminya.
"Kalau seorang istri yang terpenting adalah bagaimana aku dicukupi, jangan berapa duit suamiku," kata Buya Yahya.
"Karena suami punya tanggung jawab besar, kalau punya orang tua dia yang ngurusi,n adik dia ngurusi, kemudian dia urusan ke masyarakat juga," sambungnya.
Namun Buya Yahya juga menyebutkan bahwa sebenarnya tidak masalah jika istri mengetahui gaji suami.
"Tidak ada masalah hanya buat dia," kata Buya Yahya.
Akan tetapi Buya Yahya mengingatkan jika ada bahaya yang bisa muncul.
"Karena akhirnya itulah yang membuat suami harus berbohong gara-gara yang semacam itu," ungkapnya.
Misalnya karena harus memberi jatah ke ibunya, sampai suami menutupi hal itu ke istri.
"Kalau dia terus terang nanti kita tak bisa menolong ibu kita, karena mungkin dia belum mengerti," jelasnya.
Terkadang istri merasa sakit hati karena suami memberi uang ke ibunya lebih banyak dibanding ke orang tua istrinya.
"Kalau ibunya suami melarat tanggungan suami langsung, tapi kalau ibu mertua tidak, ibu mertuanya yang nanggung adalah anak laki-lakinya nanti," jelasnya.
Itulah mengapa sebaiknya tidak perlu mencari-cari berapa gaji suami, yang terpenting nafkah untuk istri sudah terpenuhi.
"Memang enggak perlu sampai ingin tahu catatan laporan gaji," tegasnya.
Walau begitu, tetap Buya Yahya menegaskan bahwa suami tidak boleh pelit ke istrinya sendiri.
Jangan hanya karena sudah memberi nafkah lantas tidak mau memberikan tambahan-tambahan lainnya untuk menyenangkan hati istri.
"Wahai para suami, jangan pelit-pelitlah sama istri," ujar Buya Yahya.
"Suami melaksanakan kewajiban urusan nafkah terpenuhi, istri yang tidak banyak menuntut tidak perlu banyak ingin tahu berapa," lanjutnya.
Load more