News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sepenggal Kisah dr. Hastry, Dokter yang Pernah Identifikasi Mbah Maridjan di Merapi, Seperti Apa Kisahnya?

Sepenggal kisah dr. Hastry saat mengevakuasi korban Gunung Merapi termasuk sang juru kunci yakni Mbah Maridjan. dr. Hastry adalah seorang dokter ahli forensik
Minggu, 26 Maret 2023 - 16:38 WIB
Sepenggal Kisah dr. Hastry, Dokter Pernah Identifikasi Mbah Maridjan di Merapi, Seperti Apa Kisahnya?
Sumber :
  • youtube.com

tvOnenews.com - dr. Hastry adalah seorang dokter ahli forensik yang membantu evakuasi korban erupsi Merapi, salah satunya Mbah Maridjan.

Simak sepenggal kisah dr. Hastry saat mengevakuasi korban Gunung Merapi termasuk sang juru kunci yakni Mbah Maridjan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kombes. Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, DFM, Sp.F atau dikenal dengan dr. Hastry adalah dokter perwira menengah Polri yang sejak 1 Juni 2021 mengemban amanat sebagai Kabid Dokkes Polda Jateng.

Dokter berusia 53 tahun ini merupakan lulusan SEPA 1998 dan berpengalaman dalam bidang Kedokteran Kepolisian (Dokpol). 

Jabatan terakhir dr. Hastry adalah Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Semarang. Ia merupakan seorang Polwan pertama di Asia yang memiliki gelar Doktor Forensik.

Beberapa waktu silam, Mbah Maridjan menjadi korban dari erupsi Gunung Merapi.

Menurut dr. Hastry, doktor ahli forensik, jasad Mbah Maridjan ditemukan dalam posisi seperti bersujud.

Sepenggal Kisah dr. Hastry, Dokter yang Pernah Identifikasi Mbah Maridjan di Merapi, Seperti Apa Kisahnya?. Source: youtube Denny Darko

Sebelumnya, awan panas kembali dimuntahkan Gunung Merapi sejak Sabtu (11/3/2023) silam, dengan status Merapi yang berada pada level Siaga (Level III).

Aktivitas vulkanik ini kembali mengingatkan akan peristiwa erupsi Merapi tahun 2010 silam yang banyak memakan korban jiwa, termasuk Mbah Maridjan. 

Mbah Maridjan dikenal sebagai juru kunci Gunung Merapi yang turut serta menjadi korban erupsi Merapi yang terjadi pada 26 Oktober 2010 silam. 

Saat itu, Mbah Maridjan ditemukan dengan posisi bersujud. Ahli forensik dr. Sumy Hastry Purwanti atau dikenal dengan dr. Hastry memberikan penjelasan terkait kondisi jenazahnya. 

Diketahui, jenazah Mbah Maridjan diautopsi di Rumah Sakit Sardjito, Yogyakarta. dr. Sumy Hastry memberikan kesaksian saat dirinya bertugas mengidentifikasi korban erupsi Merapi di Yogyakarta dalam tayangan channel Youtube Denny Darko. 

Saat itu dr. Sumy Hastry tengah bertugas dan menjabat sebagai Kepala Urusan Kedokteran Forensik di RS Bhayangkara, Semarang, Jawa Tengah.

Menurut kisahnya, saat Gunung Merapi meletus, semburan awan panas sudah sampai ke Magelang, dan dirinya diminta untuk membantu evakuasi korban.

“Sesaat jadi begitu meletus itu (Gunung Merapi), katanya semburan awan panas sama abunya sampai kota Magelang, Muntilan dan kita ditelpon tim saya untuk membantu,” ujar dr. Hastry. 

dr. Sumy Hastry menyampaikan jika dirinya langsung bergegas menuju Yogyakarta dan sejumlah wilayah di Kabupaten Jawa Tengah untuk mengecek korban erupsi Gunung Merapi. 

“Itu saya ngalamin, katanya Mbah Maridjan jadi korban. Kebetulan saya langsung ke Jogja tapi sebelumnya mampir ke wilayah Kabupaten Jawa Tengah dulu ya, kayak Magelang, Muntilan, untuk lihat kira-kira ada jenazah atau korban atau tidak,” sambung dr. Hastry. 

Dirinya juga menyampaikan bahwa ternyata korban erupsi Merapi lebih banyak berada di wilayah Yogyakarta dibandingkan sekitar Kab. Magelang.

Sepenggal Kisah dr. Hastry, Dokter yang Pernah Identifikasi Mbah Maridjan di Merapi, Seperti Apa Kisahnya?. Source: tim tvOnenews.com

“Kita sempat istirahat seadanya di mobil dengan tim dan besoknya ditelpon disuruh geser ke Jogja, karena ternyata korbannya malah lebih banyak di Jogja,” tutunya.

Setelah dirinya tiba di Yogyakarta, dr. Hastry langsung membantu mengidentifikasi korban yang terkena awan panas dan guguran abu Gunung Merapi di Rumah Sakit Sardjito, salah satunya yaitu Mbah Maridjan.

“Pasti jenazah akan sulit untuk dikenali kena awan panas dan semburan debu. Kita bekerja dan kita identifikasi itu kayak Covid, jadi kita harus lengkap pakai APD. Kalau gak kan bisa masuk ke pernapasan kita. Alhamdulillah kalau yang dikenal bisa langsung dikebumikan, kalau belum ya kita berusaha identifikasi. Ternyata beberapa hari kemudian kita Identifikasi itu Mbah Maridjan,” tutur dr. Hastry. 

Untuk memastikan data yang akurat dari para korban erupsi Gunung Merapi, rekan dokter dr. Hastry membantu mengumpulkan data langsung dari keluarga korban di pengungsian. 

“Teman-teman juga ada yang ke TKP untuk membantu menanyakan data-data antemortem di pengungsian. Kira-kira keluarga yang hilang itu siapa namanya, ciri-cirinya apa karena kita yang di kamar jenazah memeriksa data jenazah tersebut,” lanjut dr. Hastry.

dr. Hastry juga mengungkapkan bagaimana kondisi para korban erupsi Gunung Merapi yang ditemukan tim evakuasi kepada Denny Darko. Salah satunya yakni jenazah Mbah Maridjan yang ditemukan dalam kondisi seperti bersujud.

“Kena abu putih panas semua, abu yang putih tapi panas,” ujar dr Hastry. Dr Sumy Hastry menegaskan bahwa salah satu penyebab banyaknya korban yang meninggal dalam bencana tersebut yakni menghirup abu vulkanik yang disemburkan Gunung Merapi. Para korban juga ditemukan dalam keadaan tertutup debu panas. “karena terhirup (abu panas) saluran napasnya, terhirup masuk awan panas sama pasir jadi satu, jadi langsung meninggal ditempat. (Tubuhnya) tertutup debu panas itu, kayak patung lilin putih,” sambungnya. 

Selain itu, debu vulkanik panas erupsi Gunung Merapi membuat jasad para korban mengeras dan sulit diidentifikasi.  

“(Wajahnya) keras juga, tertutup ya jadi usahakan kita kerok. Kita lihat apakah mungkin ada cacat lain. Dari baju juga sulit sekali diidentifikasi karena tertutup debu panas,” ungkap dr. Hastry. 

Diketahui, erupsi Gunung Merapi pada 26 Oktober 2010 terjadi pada malam hari saat masyarakat sedang beristirahat dan terlelap tidur. 

Sepenggal Kisah dr. Hastry, Dokter yang Pernah Identifikasi Mbah Maridjan di Merapi, Seperti Apa Kisahnya?. Source: youtube Denny Darko

“Iya (jasad korban kaku), ada yang duduk, ada yang meringkuk gitu. Dan Mbah Maridjan waktu itu sih posisi memang sedang istirahat,” ujar dr. Sumy Hastry. 

dr. Hastry kemudian mengungkapkan bahwa Mbah Maridjan ditemukan bukan dalam keadaan bersujud melainkan posisi tidur.

“Karena posisi tidur, jadi kesannya seperti bersujud. Tapi sebetulnya dia kayak menahan atau menekuk karena ketegangan otot tubuhnya. Jadi kesannya kayak sujud padahal ya tidak posisi tidur aja,” terangya.

Kemudian dr. Hastry juga merupakan ahli forensik, mengatakan bahwa jasad Mbah Maridjan baru bisa dievakuasi 3 atau 4 hari setelah erupsi Gunung Merapi. “Kayaknya hari ketiga atau keempat baru ditemukan di rumahnya,” ungkap dr. Sumy Hastry. 

dr. Sumy Hastry juga melanjutkan, bahwa tim dokter forensik berkerja dengan sangat cepat agar para korban erupsi Gunung Merapi bisa segera dikebumikan.

“Lah itu memang kita identifikasinya biar cepat aja dan segera dimakamkan karena kan debu panasnya juga dapat mengganggu kami dan tim, biar pemerintah Kota Yogyakarta juga dapat jelas nih yakin jumlah total semuanya berapa. Jadi misal kalau ada lagi letusan, ibaratnya kan sudah siap dan tidak terpaku untuk tinggal disitu dan mau dievakuasi,” pungkas dr. Hastry. 

dr. Sumy Hastry juga bercerita bahwa saat melakukan evakuasi, ada juga anggota tim Basarnas yang turut menjadi korban. 

“Tim Basarnas yang mengevakuasi ada juga yang menjadi korban, kita mengenali dari bajunya,” tuturnya menambahkan. 

“Kita berhasil menemukan dan melihat korban dalam hal ini adalah Mbah Maridjan, dan tidak seperti yang disebutkan bersujud karena memang rata-rata seperti itu, karena dia berusaha melindungi dirinya,” lanjut dokter ahli forensik tersebut. 

Erupsi Gunung Merapi pada 26 Oktober 2010 silam telah merenggut lebih dari 353 jiwa, termasuk Mbah Maridjan, sang juru kunci Gunung Merapi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca artikel terkini dari tvOnenews.com selengkapnya di Google News.

(udn)
 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Analisis BMKG: Gempa Kuat di Talaud Dipicu Deformasi Lempeng Maluku

Analisis BMKG: Gempa Kuat di Talaud Dipicu Deformasi Lempeng Maluku

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan ilmiah terkait gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu (10/1) malam. 
Rezeki Mengalir Deras! 5 Shio Paling Beruntung Minggu Ini 11–10 Januari 2026

Rezeki Mengalir Deras! 5 Shio Paling Beruntung Minggu Ini 11–10 Januari 2026

Astrologi Tiongkok meramalkan 5 shio yang paling beruntung pada minggu ini, 11–10 Januari 2026. Keberuntungan mengalir deras, terutama dalam keuangan.
Review Papa Zola The Movie: Animasi Keluarga yang Menggali Makna Ayah di Balik Humor

Review Papa Zola The Movie: Animasi Keluarga yang Menggali Makna Ayah di Balik Humor

Berbeda dari animasi petualangan atau aksi yang mendominasi layar lebar, film Papa Zola The Movie memilih fokus pada relasi keluarga, khususnya hubungan antara
Hadapi Pemuncak Klasemen, Bima Sakti Yakin Persela Bisa Tumbangkan Barito Putra

Hadapi Pemuncak Klasemen, Bima Sakti Yakin Persela Bisa Tumbangkan Barito Putra

Pelatih Persela Lamongan, Bima Sakti, menegaskan optimismenya jelang laga krusial menghadapi pemuncak klasemen Barito Putra pada lanjutan Pegadaian Championship 2025–2026.
Sabtu Malam, Kepulauan Talaud Sulut Diguncang Gempa Kuat Magnitudo 7,1

Sabtu Malam, Kepulauan Talaud Sulut Diguncang Gempa Kuat Magnitudo 7,1

Wilayah Sulawesi Utara, tepatnya di Melonguane, Kepulauan Talaud, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,1 pada Sabtu (10/1) malam. 
Gugat Denada atas Dugaan Penelantaran Anak Kandung 24 Tahun, Ressa Bilang Panggilan ke Ibu Kandungnya 'Mbak'

Gugat Denada atas Dugaan Penelantaran Anak Kandung 24 Tahun, Ressa Bilang Panggilan ke Ibu Kandungnya 'Mbak'

Al Ressa Rizky Rosano (24), pemuda Banyuwangi yang ngaku sebagai anak kandung memanggil Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan dengan sebutan "mbak" atau "kakak".

Trending

Denada Bikin Tulisan Menyentuh usai Digugat atas Dugaan Telantarkan Anak Kandung Selama 24 Tahun: I Miss You

Denada Bikin Tulisan Menyentuh usai Digugat atas Dugaan Telantarkan Anak Kandung Selama 24 Tahun: I Miss You

Penyanyi Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan membuat tulisan rindu mendiang ibunda, almarhumah Emilia Contessa usai digugat anak kandung, Ressa Rizky Rosano.
Dibuang Ajax, Bek Argentina Ini Resmi Gabung Persib Bandung Gantikan Federico Barba?

Dibuang Ajax, Bek Argentina Ini Resmi Gabung Persib Bandung Gantikan Federico Barba?

Persib Bandung kembali dikaitkan dengan satu nama asing yang cukup mengejutkan di bursa transfer. Bek asal Argentina, Gaston Avila kini curi perhatian bobotoh.
Cerita Pilu Warga Tayu Pati Rumahnya Ambrol Diterjang Banjir, Gendong Ibu Susuri Tanggul saat Air Bah Datang

Cerita Pilu Warga Tayu Pati Rumahnya Ambrol Diterjang Banjir, Gendong Ibu Susuri Tanggul saat Air Bah Datang

Ainun Najib (27) tak menyangka bahwa nasib apes akan menimpa hidupnya. Rumahnya yang berada di tepi Sungai Silugonggo, Desa Sambiroto, Tayu, Pati, ambrol diterjang banjir.
Prediksi Barcelona vs Real Madrid 12 Januari 2026, Siapa yang Diunggulkan Juara Piala Super Spanyol?

Prediksi Barcelona vs Real Madrid 12 Januari 2026, Siapa yang Diunggulkan Juara Piala Super Spanyol?

Barcelona akan berupaya untuk pertahankan gelar Piala Super Spanyol saat bersua Real Madrid di King Abdullah Sport City, Jeddah, Senin dini hari WIB (12/1/2026)
Banjir Setinggi 2 Meter Landa Kecamatan Tayu Pati Malam Ini, Warga Saling Bantu Lakukan Evakuasi

Banjir Setinggi 2 Meter Landa Kecamatan Tayu Pati Malam Ini, Warga Saling Bantu Lakukan Evakuasi

Banjir dengan ketinggian yang mencapai kisaran 2 meter melanda sejumlah di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati bagian utara, Jawa Tengah, Jumat (9/1/2026) malam.
Pemkot Tangsel Bayar Rp90 Juta Untuk Buang Sampah ke Cileungsi

Pemkot Tangsel Bayar Rp90 Juta Untuk Buang Sampah ke Cileungsi

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, mengklaim pembuangan sampah sebanyak 200 ton ke TPA yang dikelola PT Aspex Kumbong di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan membayar Rp90 juta per hari.
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 11 Januari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 11 Januari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan keuangan zodiak besok 11 Januari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo, lengkap dengan peluang rezeki dan nasihat finansial.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT