News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengamat Ungkap Strategi Trump di Balik Konflik dengan Venezuela: Tekan Harga Minyak demi Kendalikan Inflasi

Aksi koboi Presiden AS Donald Trump yang membombardir Caracas dan membekuk Presiden Venezuela tak bisa dilepaskan dari strategi besar menekan harga minyak dunia.
Senin, 5 Januari 2026 - 15:47 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat Energi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (FEB Unpad), Yayan Satyakti, menilai kebijakan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump yang terlihat agresif terhadap Venezuela tak bisa dilepaskan dari strategi besar menekan harga minyak dunia demi mengendalikan inflasi domestik AS.

Menurut Yayan, Trump sejak awal memang mengarahkan kebijakan energinya pada rezim harga minyak murah sebagai instrumen utama menurunkan inflasi dan mendorong aktivitas ekonomi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Karena menurut Trump jika ingin inflasi itu turun maka harga minyak itu harus turun,” ujar Yayan saat dihubungi tvOnenews.com, Senin (5/1/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan total energy outlook yang dirilis Energy Information Agency (EIA), Amerika Serikat telah merancang skenario penurunan harga minyak mentah hingga kisaran US$55 per barel pada 2026, dari level sekitar US$69 per barel saat ini.

“Artinya bahwa memang harga minyak ini menurut energy outlook, sekarang itu kan US$69, 2026 itu harus US$55,” katanya.

Yayan menyebut kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi American Energy Dominance. Sekitar 60–65 persen perekonomian AS masih ditopang oleh bahan bakar fosil yang sangat menentukan biaya logistik, transportasi, dan rantai pasok industri.

“Perekonomian Amerika ini yang masih didrive mungkin sekitar 60 persen, 65 persen kalau tidak salah itu oleh fossil fuels,” ucapnya.

Menurut dia, Trump menempuh dua jalur utama untuk menekan harga minyak. Pertama, dengan mendorong eksploitasi energi fosil melalui kebijakan baby drill. Kedua, lewat manuver geopolitik dan negosiasi perdagangan internasional yang dikenal sebagai Trump New Deal.

“Nah, dia lakukan itu dengan dua cara. Jadi yang pertama itu kebijakan fossil fuels, itu baby drill. Kemudian yang kedua yaitu mencoba untuk melakukan negosiasi di perdagangan internasional,” jelas Yayan.

Dalam konteks inilah, ketegangan dengan Venezuela dinilai Yayan tidak berdiri sendiri. Secara historis, Amerika Serikat melalui perusahaan-perusahaan seperti Chevron, ExxonMobil, dan ConocoPhillips telah lama menguasai produksi minyak Venezuela sejak awal 2000-an.

“Dari tahun 2000 ini kita ketahui bahwa minyak Venezuela itu sekitar 3,15 juta barrel per day,” ujarnya.

Namun, produksi tersebut merosot drastis setelah perusahaan-perusahaan AS didepak oleh Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada periode 2015–2017.

“Produksi minyak Venezuela itu terus turun, yang tadinya itu 3,15 juta barrel per day itu menjadi hanya pada tahun 2019 itu sekitar 0,85 juta barrel per day,” kata Yayan.

Ia menyebut Trump kemudian mengklaim kembali hak Amerika atas minyak Venezuela, termasuk dengan mendorong kembalinya lisensi Chevron pada Maret 2025.

“Sehingga dikatakan bahwa oleh Trump, Venezuela itu mengambil minyak Amerika Serikat,” ucapnya.

Ketegangan itu memuncak setelah AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya dan mengeluarkan keduanya dari wilayah Venezuela. Trump mengklaim operasi tersebut dilakukan secara presisi tanpa menimbulkan korban dari pihak AS.

Pemerintah Venezuela pun bereaksi keras. Kementerian Luar Negeri Venezuela mengumumkan akan mengajukan banding ke organisasi internasional dan meminta Dewan Keamanan PBB menggelar rapat darurat untuk membahas tindakan Amerika Serikat.

“Hanya ada satu presiden di negara ini, namanya Nicolas Maduro Moros,” kata Wakil Presiden Venezuela.

Situasi di dalam negeri Venezuela turut memanas setelah terjadi ledakan besar di Caracas yang diduga berkaitan dengan operasi pasukan elite AS.

Meski demikian, Yayan menilai konflik tersebut tidak otomatis memicu lonjakan harga minyak global. Pasalnya, produksi minyak Venezuela saat ini relatif kecil, hanya sekitar 0,96 juta barel per hari.

“Karena produksi dari Venezuela itu hanya kurang dari satu juta barrel per hari ya. Hanya 0,96 juta barrel per hari,” ujarnya.

Ia menegaskan, pasar minyak dunia saat ini lebih dikendalikan oleh strategi energi Amerika Serikat ketimbang dinamika politik Venezuela. Bahkan, kebijakan Trump justru terbukti mampu mendorong pertumbuhan ekonomi AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Nah ini yang terlihat pada triwulan tiga kemarin kan? Bahwa pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat itu sekitar 4,3 persen,” kata Yayan.

Menurutnya, selama strategi American Energy Dominance dijalankan, arah kebijakan AS akan tetap menekan harga minyak global sebagai alat utama mengendalikan inflasi dan menjaga momentum ekonomi domestik. (agr/rpi)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Wacana Polri di Bawah Kementerian Dinilai Cederai Reformasi 1998

Wacana Polri di Bawah Kementerian Dinilai Cederai Reformasi 1998

Pakar Hukum Tata Negara, Muhammad Rullyandi menilai wacana penempatan Polri di bawah kementerian merupakan bentuk distorsi terhadap semangat reformasi 1998.
Sambangi Gedung Kemenhut, Kejagung Cocokan Data Dugaan Korupsi Tambang di Konawe Utara

Sambangi Gedung Kemenhut, Kejagung Cocokan Data Dugaan Korupsi Tambang di Konawe Utara

Kejaksaan Agung (Kejagung) RI kembali menepis soal penggeledahan yang dilakukan tim penyidik di Gedung Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI, pada Rabu (7/1/2026) kemarin.
Catat! Lokasi SIM Keliling di Kota Tangerang Hari Ini Jumat 9 Januari 2026

Catat! Lokasi SIM Keliling di Kota Tangerang Hari Ini Jumat 9 Januari 2026

Sat Lantas Polres Metro Tangerang Kota merilis jadwal pelayanan dan lokasi SIM Keliling pada Jumat (9/1/2026).
Catat! Jadwal SIM Keliling di Kota Tangsel Hari Ini Jumat 9 Januari 2026

Catat! Jadwal SIM Keliling di Kota Tangsel Hari Ini Jumat 9 Januari 2026

Sat Lantas Polres Tangerang Selatan (Tangsel) merilis jadwal pelayanan dan lokasi SIM Keliling pada Jumat (9/1/2026).
Indonesia Serukan Dialog di Tengah Konflik Yaman Selatan, Minta Upaya Saudi Gelar Konferensi Damai

Indonesia Serukan Dialog di Tengah Konflik Yaman Selatan, Minta Upaya Saudi Gelar Konferensi Damai

Pemerintah Indonesia memantau ketegangan yang kembali meningkat di Yaman, khususnya di wilayah selatan, menyusul serangkaian serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi ke provinsi al-Dhale pada Rabu (7/1/2026) waktu setempat yang menewaskan empat warga sipil dan melukai enam lainnya.
Wapres Gibran Janjikan Hal Ini ke Warga Terdampak Banjir Bandang di Kalsel

Wapres Gibran Janjikan Hal Ini ke Warga Terdampak Banjir Bandang di Kalsel

Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka memastikan pemerintah akan memperbaiki rumah warga yang rusak akibag banjir bandang di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Trending

Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop, Pendukung Nadiem Makarim Berteriak Hal Ini

Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop, Pendukung Nadiem Makarim Berteriak Hal Ini

Eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Memdikbudristek), Nadiem Makarim kembali menjalani sidang lanjutan kasus dugaan korupsi laptop Chromebook dengan agenda tanggapan atas nota keberatan atau eksepsi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di PN Tipikor, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Robert Lewandowski Abu-abu di Barcelona, Hansi Flick Akui Tak Bisa Ambil Keputusan

Robert Lewandowski Abu-abu di Barcelona, Hansi Flick Akui Tak Bisa Ambil Keputusan

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menyatakan belum dapat memastikan masa depan Robert Lewandowski bersama Blaugrana setelah musim panas mendatang.
Godaan Naturalisasi Menggiurkan, Atlet Panjat Tebing Indonesia Tetap Setia ke NKRI

Godaan Naturalisasi Menggiurkan, Atlet Panjat Tebing Indonesia Tetap Setia ke NKRI

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, mengungkapkan bahwa banyak atlet panjat tebing Indonesia yang mendapat tawaran untuk memperkuat negara lain.
Khutbah Jumat 9 Januari 2026: Deretan Peristiwa Bersejarah Islam di Bulan Rajab, Termasuk Isra Miraj

Khutbah Jumat 9 Januari 2026: Deretan Peristiwa Bersejarah Islam di Bulan Rajab, Termasuk Isra Miraj

Berikut bahan rekomendasi teks khutbah Jumat singkat terbaru dengan judul "Mengenal Deretan Peristiwa Bersejarah Islam di Bulan Rajab, Termasuk Isra Miraj".
Pria di Depok Tewas Dianiaya Anggota TNI AL, Polisi Beberkan Perannya

Pria di Depok Tewas Dianiaya Anggota TNI AL, Polisi Beberkan Perannya

Polres Metro Depok menetapkan lima tersangka dalam kasus turut serta dalam penganiayaan yang dilakukan oknum TNI AL, Serda M terhadap pria berinisial WAT (24) hingga meninggal dunia, dan satu pria lainnya berinisial DN (39) mengalami luka berat, di Gang Swadaya Emas, Tapos, Kota Depok, Jumat (2/1/2026) dini hari.
Sosok Khairun Nisya, Pramugari Gadungan Viral Usai Lolos Pemeriksaan Bandara, Diduga Bukan Kali Pertama

Sosok Khairun Nisya, Pramugari Gadungan Viral Usai Lolos Pemeriksaan Bandara, Diduga Bukan Kali Pertama

Nama Khairun Nisa menjadi sorotan publik setelah aksinya terbongkar di media sosial. Dengan penampilan yang dinilai sangat meyakinkan, ia mengenakan seragam lengkap pramugari
Alasan Sebenarnya Khairun Nisya Nekat Menyamar Jadi Pramugari Batik Air Gadungan

Alasan Sebenarnya Khairun Nisya Nekat Menyamar Jadi Pramugari Batik Air Gadungan

Terungkap alasan sebenarnya wanita bernama Khairun Nisya (23) nekat menyamar sebagai pramugari gadungan maskapai Batik Air. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT