Nasib Petani Cabai Tetap Rugi Meski Harga di Pasaran Kota Medan Melonjak
- Ahmidal Yauzar
Medan, tvOnenews.com - Harga komoditas cabai di pasar tradisional Kota Medan terus melonjak naik. Meski mengalami kenaikan, namun kondisi ini justru tidak berpihak ke para petani yang terus mengalami kerugian.
Pakar ekonomi Univeritas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin memaparkan, pada periode bulan Oktober 2023, harga cabai di pasar Kota Medan berada di harga Rp28 ribu hingga Rp33 ribu per kilogram.
"Kalau harga cabai rawit harganya dikisaran Rp42 ribu per kilogram. Selama bulan Oktober harga cabai rata-rata berada di harga yang ideal," kata Gunawan Benjamin, Selasa (21/11/2023). Kondisi yang menyulitkan petani justru terjadi pada harga bawang merah.
Menurut Gunawan, pada bulan Oktober harga bawang merah di pasar Kota Medan berada di kisaran Rp21 ribu per kilogramnya. Hal ini dianggap tidak menguntungkan para petani yang masih menjual di bawah harga tersebut.
"Sehingga bawang merah dari sisi harga jual memang belum menguntungkan para petani, mengingat harga keekonomian di tingkat petani di kisaran Rp18 ribu hingga 20 ribu per kiloramnya," jelasnya.
“Harga bawang merah di atas Rp25 ribu di tingkat pedagang pengecer dinilai sebagai angka yang lebih bersahabat bagi petani. Sementara untuk cabai merah, sejauh ini harga keekonomiannya ada di atas level Rp27 ribu di tingkat pedagang pengecer. Sehingga harga di bulan Oktober itu sudah diatas harga keekonomiannya," lanjut Gunawan menjelaskan lagi.
Sementara itu, pakar ekonomi sekaligus dosen ini menyayangkan Nilai Tukar Petani (NTP) hortikultura yang masih jauh di bawah angka 100.
"NTP tanaman hortikultura berada di level 87.71 di bulan Oktober atau anjlok 2.56 persen. Anjloknya NTP di bulan Oktober kemarin inline dengan penurunan harga cabai merah, yang pada September dijual rata-rata 43 ribu per Kg," ucapnya.
Lanjutnya, Gunawan merincikan indeks harga yang dibayar petani tanaman hortikultura berada di angka sebesar 116.24, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks yang diterima oleh petani yang artinya pengeluaran petani masih lebih besar dibandingkan dengan apa yang didapat dari tanaman. Mirisnya, jika melihat indeks biaya produksi, angkanya justru naik 0.02 persen menjadi 117.07.
Load more