'Timba Laor', Tradisi Masyarakat Pesisir Ambon Mengambil Cacing Laut
- Tim Tvone-Sutarsih
Timba Laor sendiri dilakukan berdasarkan siklus perhitungan bulan dan matahari yang terjadi pada bulan
Maret, pada kawasan terumbu karang yang masih asri.
Pada waktu tersebut Laor yang sebelumnya tinggal di celah batu karang, muncul secara bersamaan ke
permukaan air yang dangkal.
Momen inilah yang kemudian mendatangkan rezeki tersendiri bagi warga untuk mengambilnya dan
dijadikan santapan lezat nan langka, sekaligus menjadi awal munculnya tradisi timba Laor pada
masyarakat pesisir ambon sejak ratusan tahun lalu.
Jika di Nusa Tenggara Barat, penangkapan Laor atau yang dikenal masayarakat lombok sebagai Bau
Nyale, bisa dilakukan dua kali dalam setahun.
Di Maluku khusunya pesisir Ambon hal tersebut hanya bisa dilakukan sekali dalam setahun, yakni pada waktu utama, ditanggal 9 dan 10 minggu kedua di bulan Maret setelah tenggelamnya matahari dan akan kembali menghilang saat munculnya cahaya bulan.
Laor atau cacing laut ini diketahui memiliki 3x kandungan protein dibanding protein ikan, serta memiliki
kandungan lain seperti vitamin b12, sehingga sangat layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat.(sut/ask)
Load more