Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Bareskrim Polri Ambil Uji Sampel Pembanding Rekan SMA dan Kuliah
- Tim tvOne - Effendy Rois
Solo, tvonenews.com - Menyusul pelaporan Tim Pembela Ulama dan Aktivus (TPUA) terkait dugaan ijazah palsu Presiden RI ke 7 Jokowi. Bareskrim Mabes Polri turun gunung melakukan penyelidikan ke wilayah Surakarta dan Jogja.
Tim Bareskrim, yang dipimpin, Direktur Tindak Pidana eUmum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Djuhandhani Raharjo Puro, mengaku sudah selama 1 bulan melakukan penyelidikan di wilayah Surakarta dan Jogja.Â
"Kami sedang mengambil sampel pembanding. Dimana itu adalah salah satu dari kegiatan penyelidikan. Dimana kita memerlukan sampel pembanding untuk uji laboratorium forensik (lab for)," ungkapnya ditemui di Polresta Surakarta, Kamis, (08/05).
Djuhandhani menambahkan, untuk sampel yang dijadikan uji pembanding sendiri ada 7 terdiri dari rekan Jokowi saat SMA dan saat kuliah di UGM.Â
"Nantinya uji pembanding akan dilaksanakan di laboratorium forensik," terangnya.
Selain mengambil uji sampel pembanding, Djuhandhani menjelaskan Bareskrim juga sudah melakukan pemeriksaan kepada 31 saksi. Baik dari teman SMA ataupun teman kuliah.Â
"Disamping ijazah kami juga menguji beberapa dokumen. Baik itu dokumen saat beliau mendaftar dan dokumen-dokumen yang dilalilkan pendumas. Kita akan menguji secara scientific yang tidak terbantahkan. Sehingga hasilnya nanti kita menunggu lab forensik," jelasnya.Â
Djuhandhani menyebut untuk proses penyelidikan saat ini prosentasenya sudah mencapai 90%. Sedangkan 10% uji lab.Â
"Kalau uji lab ini ternyata tidak identik yang 90% gugur. Jadi kita menguji saat ini pemeriksaan yang kita laksanakan adalah 90%. Termasuk foto lembaran yang di dalilkan kita uji semua. Kita sampai tataran pengujian secara scientifik. Baik ijazah, foto dan lain-lain sudah masuk labfor untuk diuji di labfor," pungkasnya.
Penanganan kasus dugaan ijazah palsu ini dilakukan cepat aparat kepolisian untuk kepastian hukum. Sehingga semuanya jelas dan terang. (ers/buz)
Load more