Gawat! Jelang Lebaran OJK Catat Warga Jabar yang Pinjam Pijol Meningkat
- tvOnenews.com - Cepi Kurnia
Apalagi, Jawa Barat sedang mengalami deflasi atau penurunan daya beli masyarakat pada bulan Maret ini. Merujuk pada data resmi Badan Pusat Statistika (BPS) Jawa Barat, tercatat Provinsi Jawa Barat mengalami deflasi 0,61% (month to month) pada Februari 2025, dengan inflasi year on year -0,27% dengan kelompok bahan makanan dan minuman dan tembakau sebagai kelompok pengeluaran yang memberikan andil deflasi tertinggi sebesar 0,11 persen.
Tercatat beberapa kelompok yang mengalami deflasi diantaranya adalah kelompok bahan makanan, minuman dan tembakau dengan andil deflasi sebesar 0,37 persen. Kemudian kelompok perumahan, ai, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 4,12 persen, dengan andil deflasi sebesar 0,65 persen.
Ditengah situasi deflasi yang terjadi, masyarakat dituntut harus memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan momentum Hari Raya Idul Fitri. Hal itu membuat masyarakat akhirnya mencari alternatif agar bisa memenuhi kebutuhan tersebut disamping adanya psikologi euforia menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Meski demikian, Ambar menerangkan bahwa apihaknya akan terus melakukan langkah preventif dengan mengedukasi masyarakat agar bijak menggunakan layanan pinjol atau pay later.
“Bagaimana untuk memitigasi itu? Nah kita mengedepankan preventif nya, kita edukasi. Jadi kenapa sih orang harus pay later, balik lagi tadi kebutuhannya apa, kemampuannya apa, kenapa sih kita harus melunakan fintech pay later itu? Konsepnya itu kebutuhan dan kemampuan,” terang Ambar.
Ambar menilai, naiknya trend dan transaksi Pinjol atau pay later menjelang Hari Raya Idul Fitri tidak terlalu buruk bagi masyarakat. Sebab hal itu mengindikasikan masyarakat Jawa Barat sudah mulai melek digital.
“Bukan buruk ya, yang tadi disampaikan berarti kan memang masyarakat Jawa Barat ini sudah mulai melek digital, melek akses keuangan. Artinya, penggunaan masyarakat Jawa Barat yang banyak menggunakan pinjol, ya posisi positifnya ada,” ungkap Ambar.
“Artinya mereka apa? Sudah bisa mengakses secara mandiri melalui gadget masing-masing. Cuma kita mengedepankan edukasi tadi bagaimana masyarakat supaya lebih bijak dalam menggunakan si pinjol itu,” tandasnya.
Apalagi, lanjut Ambar Tingkat Wan Prestasi (TWP 90) atau keberhasilan membayar masyarakat di Jawa Barat masih dibawah ambang batas yang ditentukan sebesar 5 persen. Menurut data dari OJK Jabar TWP 90 pengguna layanan pinjol dan paylater di Jawa Barat per Desember 2024 berada di angka 2,60 persen.
Load more