Aceh tamiang, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto meresmikan Hunian sementara atau Huntara untuk korban banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Jumat (2/1/2026).
Huntara itu merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.
Sebanyak 600 unit rumah hunian sementara telah selesai dibangun oleh Danantara dalam waktu 8 hari kerja dengan melibatkan 1.600 pekerja. Lokasi pembangunan berada di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang pada lahan seluas 5,85 hektar.
Setiap unit huntara memiliki ukuran sekitar 20 meter persegi dan dirancang untuk dihuni satu keluarga dengan maksimal empat jiwa.
Hingga saat ini, 210 unit rumah telah rampung sepenuhnya, sementara sisanya masih dalam tahap finalisasi. Pemerintah menargetkan seluruhnya dapat ditempati oleh korban bencana dalam waktu dekat.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait juga telah mengajukan rencana pembangunan tambahan *30.000 unit huntara dan hunian tetap (huntap) bagi para korban di wilayah terdampak.
Pembangunan huntara dan huntap ini diharapkan selesai dalam tiga bulan ke depan sebagai bagian dari program revitalisasi permukiman pascabencana di beberapa daerah di Aceh.
Dalam peresmian itu, Presiden Prabowo meninjau langsung kondisi pembangunan rumah hunian yang dibangun Danantara, sebagai bagian dari inisiatif untuk mempercepat pemulihan kondisi bencana di tiga provinsi.
Kehadiran Presiden juga dimaksudkan untuk memastikan kualitas pembangunan serta kesiapan hunian bagi para keluarga korban.
Pembangunan huntara ini diharapkan mampu menjadi tempat tinggal sementara yang nyaman dan layak bagi warga yang rumahnya rusak berat akibat banjir bandang dan tanah longsor.
Pemerintah terus mempercepat penyelesaian fasilitas dasar lainnya agar masyarakat dapat segera beraktivitas normal kembali.