Media Vietnam Iri Timnas Indonesia Pilih Undang Malaysia di FIFA Matchday September 2025
- tvonenews.com - Ilham Giovani
tvOnenews.com - Keputusan Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang membuka kemungkinan laga persahabatan antara Timnas Indonesia melawan Malaysia pada FIFA Matchday bulan September 2025 mulai mendapat sorotan dari media internasional.
Salah satu media olahraga ternama dari Vietnam TheThao247 menyoroti potensi pertandingan itu sebagai momen fenomenal yang dinilai punya dampak besar bagi kawasan Asia Tenggara.
“Timnas Indonesia siap menghadapi FIFA Days bulan September ini, mereka siap menghadapi tim yang punya koneksi kuat di kawasan Asia Tenggara,” tulis TheThao247, seperti dilansir pada Rabu (7/5/2025).
- Instagram @oleromeny
Media Vietnam itu menyebut bahwa laga Indonesia kontra Malaysia tak hanya bernuansa rivalitas klasik, tetapi juga menjadi pertemuan yang sangat dinantikan setelah vakum beberapa tahun.
Terakhir kali kedua negara bertemu dalam ajang resmi adalah pada fase grup Piala AFF 2021, di mana Indonesia berhasil menang telak 4-1 atas Malaysia.
Erick Thohir, yang sejak awal kepemimpinannya terus mendorong kemajuan Timnas Indonesia, menyatakan bahwa FIFA Matchday bulan September adalah momentum penting untuk mengasah mental dan kualitas tim.
Terlebih, saat ini Skuad Garuda tengah fokus menghadapi dua laga krusial di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan China dan Jepang pada bulan Juni mendatang.
“Pada bulan September kita ada FIFA Days. Kita belum tahu bagaimana Indonesia akan finis di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia, tetapi kita harus optimis,” kata Erick saat diwawancarai oleh awak media.
Menurutnya, jika Indonesia mampu meraih hasil positif dan mengamankan posisi dua besar atau bahkan peringkat ketiga atau keempat klasemen grup, maka peluang untuk lolos langsung ke Piala Dunia 2026 atau lanjut ke babak kualifikasi keempat tetap terbuka lebar.
“Kalau dapat banyak poin, kita bisa finis di posisi kedua, ketiga, atau keempat. Itu artinya kita juga harus mempersiapkan diri untuk pertandingan di bulan Oktober dan November,” ungkap Erick lebih lanjut.
- tvOnenews.com/Ilham Giovani Pratama
Jika Indonesia harus menjalani kualifikasi keempat, maka lawan-lawan yang akan dihadapi mayoritas berasal dari kawasan Timur Tengah.
Oleh karena itu, Erick menyatakan bahwa Timnas Indonesia tengah mempertimbangkan beberapa negara dari kawasan tersebut untuk laga uji coba FIFA Matchday September.
“Kita sedang mempertimbangkan lawan mana yang cocok. Negara dari Timur Tengah akan jadi prioritas. Saat ini, Lebanon dan Kuwait sudah merespons,” ujar Erick.
Namun di tengah rencana menjajal kekuatan Timur Tengah, nama Malaysia tetap mencuat sebagai kandidat lawan dalam laga persahabatan. Erick mengaku bahwa pertandingan melawan Malaysia tetap menjadi opsi menarik, baik secara teknis maupun emosional.
Rivalitas yang panjang, perubahan komposisi tim, serta pelatih baru Malaysia dinilai layak dijadikan ujian sesungguhnya untuk Timnas Indonesia asuhan Patrick Kluivert.
“Kita akan pertimbangkan untuk mengundang Malaysia, timnya juga semakin membaik. Kita lihat juga mereka ganti pelatih dan banyak pemain baru, jadi kita juga mau coba. Kayaknya kita kangen pertandingan sama Malaysia, udah lama banget. Kita uji nyali, kalau Malaysia setuju,” jelas Erick.
- Instagram @oleromeny
Meski demikian, Erick tidak memaksakan laga tersebut jika Malaysia tidak bersedia.
“Kalau mereka nggak mau, nggak apa-apa, mungkin lain kali saja,” imbuhnya.
Rencana menggelar laga persahabatan atau turnamen mini pada FIFA Matchday September 2025 ini juga akan berlangsung di Tanah Air.
Erick menegaskan bahwa seluruh pertandingan akan digelar di Indonesia, baik melawan negara dari Timur Tengah maupun negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia.
“Kalau masuk babak kualifikasi berikutnya, September kosong. Itu artinya tim Indonesia baru akan melakoni laga persahabatan saat ini,” ujarnya menegaskan.
Dengan berbagai opsi yang terbuka, FIFA Matchday bulan September mendatang menjadi penentu penting arah pembinaan Timnas Indonesia, baik dari sisi performa, strategi, hingga persiapan menghadapi babak lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026.
Load more