Arsenal Resmi Nirgelar usai Disingkirkan PSG dari Liga Champions, Mikel Arteta Salahkan Gianluigi Donnarumma
- UEFA Official
Jakarta, tvOnenews.com - Arsenal resmi mengakhiri musim ini tanpa gelar alias nirgelar setelah disingkirkan Paris Saint-Germain pada babak semifinal Liga Champions.
The Gunners bertandang ke Parc des Princes pada Kamis (8/5/2025) dini hari WIB dengan hasrat untuk mengejar ketertinggalan 0-1 dari leg pertama.
Gol Ousmane Dembele menjadi satu-satunya pembeda dalam duel yang berlangsung di Emirates Stadium pada pekan lalu.
- UEFA.com
Namun, Arsenal sudah disulitkan sejak awal laga leg kedua setelah Fabian Ruiz mencetak gol di menit ke-27.
Achraf Hakimi menggandakan keunggulan PSG pada menit ke-72, yang dibalas Bukayo Saka pada empat menit kemudian.
The Gunners sejatinya mendominasi permainan dengan menguasai bola sebesar 55 persen, selagi melakukan percobaan menembak 19 kali dengan empat di antaranya menuju ke gawang.
Namun, penampilan gemilang Gianluigi Donnarumma di bawah mistar sukses membuat frustrasi Saka dan kolega.
- PSG
Dengan kekalahan ini, maka Arsenal dipastikan mengakhiri musim tanpa gelar alias nirgelar, karena gelar Liga Inggris juga telah diklaim Liverpool. Selain itu, mereka juga gagal di Piala FA dan Piala Liga Inggris.
Setelah laga, pelatih Mikel Arteta berbicara kepada TNT Sports dan mengeluhkan kegagalan Arsenal karena kegemilangan kiper PSG, Donnarumma.
“Ketika Anda melihat kepada dua laga, pemain terbaik mereka di lapangan adalah kiper mereka, dia telah menjadi pembeda bagi mereka dalam duel ini,” kata Arteeta, dilansir dari Daily Mail.
“Kami sangat dekat, jauh lebih dekat ketimbang hasil yang terlihat, namun sayangnya kami telah tersingkir. Saya sangat bangga kepada para pemain,” tambahnya.
- UEFA
Arteta mengeluhkan bahwa Arsenal seharusnya sudah unggul tiga gol setelah laga berjalan 20 menit, namun sayangnya itu tidak terjadi.
“Setelah 20 menit, itu harusnya sudah 3-0. Ada sesuatu yang ekstra yang perlu Anda lakukan dan itu tidak terjadi,” tutur Arteta.
“Kami sangat dekat dan selama periode panjang di kedua laga, kami jauh lebih baik ketimbang mereka, namun kami tidak berhasil dan itu menyakitkan,” tambahnya.
Load more