Polemik Ijazah Jokowi, Dua Solusi Alternatif
- ist
Sementara di dalam surah Asyu'araa ayat 41 "sihir" dilakukan melalui bagi-bagi posisi atau jabatan bagi buzzer dan penjilatnya sebagaimana Allah Subhanahu wata'ala abadikan di dalam Al Quran:
Maka tatkala para ahli sihir datang, merekapun bertanya kepada Fir'aun: "Apakah kami sungguh-sungguh mendapat upah yang besar jika kami adalah orang-orang yang menang?"
Fir'aun menjawab: "Ya, kalau demikian, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan menjadi orang yang didekatkan (kepadaku)". [QS Asy-syuara-ayat-42]
Meski diajak beriman oleh Nabi Musa dengan cara yang lembut, Firaun tetap saja menolak dan menunjukkan kesombongannya.
Allah justru memberikan hidayah kepada para tukang sihirnya yang sebelumnya mengabdi kepada Firaun. Para ahli sihir ini bertaubat kepada Allah setelah melihat bukti kebenaran Nabi Musa lewat mukjizat yang diberikan Allah. Keadaan sebaliknya para ahli Jokowi masih terus berkelit padahal kematian mengintai mereka.
Sosok yang paling fenomenal yang kelak akan menemani Fir'aun di neraka adalah seorang dari kaum intelektual bernama Haman. Penjilat dan penghasut ulung. Dia intelektual dari "universitas" terbaik pada pemerintahan Fir'aun.
Dalam prosesi tadabur ayat-ayat sungguh kita mendapatkan pelajaran yang sama.
Mari kita flasback. Jokowi telah dibranding habis habisan melalui "sihir" karakter sederhana dan merakyat, menjanjikan banyak madu untuk meraih kekuasaan, pada akhirnya lewat sihir tersebut awam meneguk racun.
Sementara kalangan kaum intelektual disihir dengan pangkat dan jabatan. Yang menarik dalam rangkaian tadabur saya pagi ini soal polemik "bukti membuktikan" keaslian izasahnya, pendukung Jokowi persis mengcopy paste gaya tukang sihir Fir'aun.
Di dalam ayat 115 surah 7, Allah Subhanahu wata'ala merekam dengan apik kelakuan culas dan sikap pengecut tukang sihir Fira'un, ketika digelar adu uji kebenaran antara Nabi Musa dan tukang sihir Firaun dengan disaksikan orang banyak.
Al-Qur'an mengisahkan:
"Mereka (para pesihir) berkata, "Wahai Musa! Engkaukah yang akan melemparkan lebih dahulu, atau kami yang melemparkan?" (Al-A'raf Ayat 115)
Load more