Polemik Ijazah Jokowi, Dua Solusi Alternatif
- ist
Yang paling mengagumkan adalah Allah Subhanahu wata'ala menganugerahkan para penghafal kitab suci yang satu ini sebagai bentuk kebenaran janji-Nya. Tidak ada satu huruf yang mampu dimanipulasi oleh tangan manusia.
Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya [QS Al Hijr 9] .
Di tengah polemik dan kelit Jokowi khusus terkait "gugatan" publik atas keaslian ijazahnya, Al Quran telah menggambarkan lebih awal gaya kelit dan tipu-tipuan demi menjebak kaum awam dan para penjilat di dalam membangun dan kelangsungan struktur kekuasaan Fira'un sekian abad yang lalu.
Fira'un dikenal sebagai simbol kedurhakaan. Disebut berulang kali dalam Al-Qur'an sebanyak 74 kali. Dia tewas ditenggelamkan bersama kaumnya yang dzolim. Luar biasa santunnya Al Quran tidak menyebutkan nama aslinya. Menurut para ulama antara lain karena peristiwa yang sama [kedzoliman, kekejaman, ahli sihir yang dilibatkan dalam kekuasaan, proses penipuan sistematis] akan tetap terjadi sepanjang masa walau dengan pemeran Fir'aun yang berbeda. Yang kedua menjaga kehormatan hamba ciptaan-Nya walau mereka telah melakukan kedurhakaan.
Fir'aun telah menopang dan melanggengkan kekuasaannya Fir'aun melalui cara bersekutu dengan para tukang sihir. Fir'aun sendiri sesungguhnya penyihir dalam bentuk ucapannya sebagaimana di ceritakan di dalam QS Az-Zukhruf : 51 s/d 56.
Dan Fir'aun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata: "Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; maka apakah kamu tidak melihat(nya)?
Bukankah aku lebih baik dari orang yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya)?
Maka Fir'aun mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu) lalu mereka patuh kepadanya. Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.
Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka lalu kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut),
dan Kami jadikan mereka sebagai pelajaran dan contoh bagi orang-orang yang kemudian.
Rangkaian ayat tersebut menggambarkan alur prosesi penipuan dan "sihir" Fir'aun melalui jasa membangun infrastruktur [dengan mengklaim ciptaan Allah Subhanahu wata'ala sungai - sungai sebagai miliknya] kemudian menjatuhkan lawannya bahwa Dialah yang lebih baik [merendahkan Nabi Musa AS]
Load more