News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kompolnas Terima 2.830 Aduan Sepanjang 2025, 90 Persen Keluhkan Penyelidikan Polisi

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mencatat masih tingginya keluhan masyarakat terhadap kinerja kepolisian, khususnya di tahap penyelidikan dan penyidikan.
Senin, 5 Januari 2026 - 18:57 WIB
Aduan Masyarakat Membludak, Kompolnas Targetkan Aduan Publik 100 Persen Digital di 2026
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mencatat masih tingginya keluhan masyarakat terhadap kinerja Polri, khususnya di tahap penyelidikan dan penyidikan.

Sepanjang 2025, ribuan aduan masuk ke Kompolnas, dengan mayoritas menyoroti kinerja aparat di lapangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anggota Kompolnas, Yusuf Warsyim, mengatakan selama 2025 pihaknya menerima total 2.830 surat pengaduan masyarakat.

Namun, tidak seluruh aduan tersebut dapat langsung ditindaklanjuti.

“Dalam tahun 2025, ada 2.830 surat pengaduan yang diterima Kompolnas,” ujar Yusuf Warsyim.

Dari jumlah tersebut, Kompolnas memproses sebagian aduan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Ada 1.291 surat keluhan yang sudah diproses menjadi tindak lanjut Kompolnas,” katanya.

Yusuf menegaskan, isi aduan masyarakat masih didominasi keluhan terhadap kinerja penyelidikan dan penyidikan polisi.

“Sembilan puluh persennya yang dikeluhkan masyarakat, yaitu terkait dengan kinerja penyelidikan dan penyidikan,” ujarnya.

Selain persoalan penyelidikan, aduan masyarakat juga banyak berkaitan dengan dugaan pelayanan buruk oleh aparat kepolisian.

Menurut Yusuf, jenis keluhan ini masih menjadi salah satu yang paling sering disampaikan warga.

“Keluhan pengaduan masyarakat selama tahun 2025, yaitu jenis keluhan dugaan pelayanan buruk masih dominan, baru di bawahnya dugaan penyalahgunaan kewenangan,” katanya.

Tingginya jumlah aduan ini mendorong Kompolnas melakukan evaluasi terhadap sistem penerimaan dan tindak lanjut pengaduan masyarakat.

Pada 2025, Kompolnas masih menggunakan sistem manual dalam menerima laporan dari warga.

“Tahun 2025, Kompolnas masih menggunakan mekanisme penerimaan pengaduan masyarakat secara manual,” ujar Yusuf.

Menurutnya, sistem manual berdampak pada lamanya waktu penanganan aduan. Ia menyebut, dalam sejumlah kasus, proses tindak lanjut bisa melewati batas waktu pelayanan publik.

“Kalau keterlambatan itu 21 hari, yang seharusnya itu 14 hari,” katanya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kompolnas menargetkan penerimaan dan penanganan aduan masyarakat dilakukan sepenuhnya secara digital pada 2026.

“Target Kompolnas di dalam penerimaan dan menjalankuti pengaduan-pengaduan masyarakat menargetkan bisa 100 persen secara digital,” ujar Yusuf.

Ia menjelaskan, penggunaan sistem digital diyakini dapat mempercepat proses penanganan aduan.

“Kalau menggunakan sistem elektronik atau sistem digital, itu bisa lebih cepat, malah bisa 11 hari,” katanya.

Kompolnas pun menyiapkan layanan pengaduan elektronik bernama E-SKM.

Melalui sistem ini, masyarakat dapat menyampaikan aduan secara langsung dan melampirkan dokumen pendukung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Masyarakat tinggal mendaftarkan identitas dan mengisi apa yang menjadi keluhan pengaduannya, bisa langsung diisi dan mengupload dokumen-dokumen sebagai bukti dukungan pengaduan,” ujar Yusuf.

Dengan sistem tersebut, Kompolnas berharap penanganan aduan masyarakat menjadi lebih transparan dan akuntabel, sekaligus menekan keluhan masyarakat terhadap kinerja penyelidikan dan penyidikan kepolisian. (rpi/iwh)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Wacana Polri di Bawah Kementerian Dinilai Cederai Reformasi 1998

Wacana Polri di Bawah Kementerian Dinilai Cederai Reformasi 1998

Pakar Hukum Tata Negara, Muhammad Rullyandi menilai wacana penempatan Polri di bawah kementerian merupakan bentuk distorsi terhadap semangat reformasi 1998.
Sambangi Gedung Kemenhut, Kejagung Cocokan Data Dugaan Korupsi Tambang di Konawe Utara

Sambangi Gedung Kemenhut, Kejagung Cocokan Data Dugaan Korupsi Tambang di Konawe Utara

Kejaksaan Agung (Kejagung) RI kembali menepis soal penggeledahan yang dilakukan tim penyidik di Gedung Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI, pada Rabu (7/1/2026) kemarin.
Catat! Lokasi SIM Keliling di Kota Tangerang Hari Ini Jumat 9 Januari 2026

Catat! Lokasi SIM Keliling di Kota Tangerang Hari Ini Jumat 9 Januari 2026

Sat Lantas Polres Metro Tangerang Kota merilis jadwal pelayanan dan lokasi SIM Keliling pada Jumat (9/1/2026).
Catat! Jadwal SIM Keliling di Kota Tangsel Hari Ini Jumat 9 Januari 2026

Catat! Jadwal SIM Keliling di Kota Tangsel Hari Ini Jumat 9 Januari 2026

Sat Lantas Polres Tangerang Selatan (Tangsel) merilis jadwal pelayanan dan lokasi SIM Keliling pada Jumat (9/1/2026).
Indonesia Serukan Dialog di Tengah Konflik Yaman Selatan, Minta Upaya Saudi Gelar Konferensi Damai

Indonesia Serukan Dialog di Tengah Konflik Yaman Selatan, Minta Upaya Saudi Gelar Konferensi Damai

Pemerintah Indonesia memantau ketegangan yang kembali meningkat di Yaman, khususnya di wilayah selatan, menyusul serangkaian serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi ke provinsi al-Dhale pada Rabu (7/1/2026) waktu setempat yang menewaskan empat warga sipil dan melukai enam lainnya.
Wapres Gibran Janjikan Hal Ini ke Warga Terdampak Banjir Bandang di Kalsel

Wapres Gibran Janjikan Hal Ini ke Warga Terdampak Banjir Bandang di Kalsel

Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka memastikan pemerintah akan memperbaiki rumah warga yang rusak akibag banjir bandang di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Trending

Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop, Pendukung Nadiem Makarim Berteriak Hal Ini

Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop, Pendukung Nadiem Makarim Berteriak Hal Ini

Eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Memdikbudristek), Nadiem Makarim kembali menjalani sidang lanjutan kasus dugaan korupsi laptop Chromebook dengan agenda tanggapan atas nota keberatan atau eksepsi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di PN Tipikor, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Robert Lewandowski Abu-abu di Barcelona, Hansi Flick Akui Tak Bisa Ambil Keputusan

Robert Lewandowski Abu-abu di Barcelona, Hansi Flick Akui Tak Bisa Ambil Keputusan

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menyatakan belum dapat memastikan masa depan Robert Lewandowski bersama Blaugrana setelah musim panas mendatang.
Godaan Naturalisasi Menggiurkan, Atlet Panjat Tebing Indonesia Tetap Setia ke NKRI

Godaan Naturalisasi Menggiurkan, Atlet Panjat Tebing Indonesia Tetap Setia ke NKRI

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, mengungkapkan bahwa banyak atlet panjat tebing Indonesia yang mendapat tawaran untuk memperkuat negara lain.
Khutbah Jumat 9 Januari 2026: Deretan Peristiwa Bersejarah Islam di Bulan Rajab, Termasuk Isra Miraj

Khutbah Jumat 9 Januari 2026: Deretan Peristiwa Bersejarah Islam di Bulan Rajab, Termasuk Isra Miraj

Berikut bahan rekomendasi teks khutbah Jumat singkat terbaru dengan judul "Mengenal Deretan Peristiwa Bersejarah Islam di Bulan Rajab, Termasuk Isra Miraj".
Pria di Depok Tewas Dianiaya Anggota TNI AL, Polisi Beberkan Perannya

Pria di Depok Tewas Dianiaya Anggota TNI AL, Polisi Beberkan Perannya

Polres Metro Depok menetapkan lima tersangka dalam kasus turut serta dalam penganiayaan yang dilakukan oknum TNI AL, Serda M terhadap pria berinisial WAT (24) hingga meninggal dunia, dan satu pria lainnya berinisial DN (39) mengalami luka berat, di Gang Swadaya Emas, Tapos, Kota Depok, Jumat (2/1/2026) dini hari.
Sosok Khairun Nisya, Pramugari Gadungan Viral Usai Lolos Pemeriksaan Bandara, Diduga Bukan Kali Pertama

Sosok Khairun Nisya, Pramugari Gadungan Viral Usai Lolos Pemeriksaan Bandara, Diduga Bukan Kali Pertama

Nama Khairun Nisa menjadi sorotan publik setelah aksinya terbongkar di media sosial. Dengan penampilan yang dinilai sangat meyakinkan, ia mengenakan seragam lengkap pramugari
Alasan Sebenarnya Khairun Nisya Nekat Menyamar Jadi Pramugari Batik Air Gadungan

Alasan Sebenarnya Khairun Nisya Nekat Menyamar Jadi Pramugari Batik Air Gadungan

Terungkap alasan sebenarnya wanita bernama Khairun Nisya (23) nekat menyamar sebagai pramugari gadungan maskapai Batik Air. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT