Satu Keluarga Tewas di Warakas Tanjung Priok Ternyata Baru 5 Bulan Ngontrak, Jarang Interaksi dengan Tetangga
- tvOneNews
Jakarta, tvOnenews.com - Tetangga kamar kos menceritakan kebiasaan satu keluarga tewas di sebuah kamar kontrakan di Jalan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut).
Wulan, tetangga sebelah satu keluarga tewas di Warakas, Tanjung Priok menjelaskan, korban terdiri dari S (50), dan dua anaknya, AA (27), AA (13), dan anak kedua yang selamat baru ngontrak selama lima bulan.
Saat diwawancarai Tim tvOne, Wulan berpendapat bahwa mereka bukanlah penghuni lama di kontrakan di Jalan Warakas 5 Gang 10, Tanjung Priok, Jakut.
"Kalau untuk tinggal ibu ini baru sekitar kurang lebih lima bulan," ungkap Wulan di lokasi di Warakas, Tanjung Priok, Jakut, Sabtu (3/1/2026).
Tetangga Kontrakan Belum Dekat dengan Satu Keluarga Tewas di Warakas Jakut
- tvOneNews
Wulan menyampaikan karena mereka baru menghuni kontrakan di Jalan Warakas 5 Gang 10, para tetangga belum mengenal lebih jauh terkait sosok S dan anak-anaknya.
Ia membongkar tabiat dan aktivitas sehari-hari para korban, terutama dari S selaku ibu dari anak-anaknya. Ia mengatakan, satu keluarga tersebut jarang berinteraksi dengan para tetangganya.
Ia tidak mengetahui alasan para korban selalu menyendiri di dalam kamar kontrakannya. Namun yang pasti, ia memahami lantaran S dan anak-anaknya baru menghuni di kawasan kontrakan itu.
"Kebetulan ibu juga suka di dalam terus ibunya, jaddi kita kurang berinteraksi kan. Paling kalau bertemu pas bertatap muka, memang ramah gitu, 'sedang apa? Mau ke mana?'," tuturnya.
Ke Mana Suami dari Korban?
Wulan membeberkan bahwa, S saat ini mengurus anak-anaknya. Korban mengatakan kepadanya bahwa dirinya telah ditinggal oleh sang suami.
"Kebetulan ibu ini, beliau udah ditinggal suami belum lama. Waktu bertemu saya sempat bilang, 'belum lama suami saya meninggal', cuma berapa lamanya enggak cerita," terangnya.
Cerita Kronologi Detik-detik Satu Keluarga Ditemukan Tewas
Dalam kesempatan yang sama, Wulan menjelaskan sedikit kronologi diketahui olehnya. Ia mengatakan, salah satu anak korban baru pulang kerja pada Jumat (2/1/2026) pagi hari WIB.
Wulan pada saat itu kebetulan baru tiba di kamar kosnya. Ia kaget mendengar teriakan histeris dari anak korban yang baru pulang kerja tersebut.
Kata Wulan, anak korban berteriak meminta tolong. Ia kaget melihat bagian mulut S dan kedua anaknya sudah dalam kondisi berbusa.
Sementara S dan AA (27) berada di kamarnya, sedangkan AA (13) berada di ruang tamu. Ia dan anak korban menduga bahwa ketiga jenazah korban mengalami keracunan.
Wulan mengatakan, salah satu anak yang selamat mengalami syok berat dan hanya duduk terdiam membisu. Hal ini membuat para warga dan tim medis langsung datang ke tempat kejadian perkara (TKP).
Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto sebelumnya menyampaikan, para korban langsung dibawa ke RS Polri untuk proses autopsi sesuai standar dan prosedur kedokteran forensik.
Kepada wartawan, Sabtu, 3 Januari 2026, Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen dr Prima Heru menyampaikan, proses hasil autopsi telah beres. Ketiga jenazah juga sudah diserahkan kepada pihak keluarga.
Berdasarkan hasil survey Tim tvOne di lapangan, polisi masih melakukan pengujian toksikologi. Ini menyusul adanya kecurigaan zat lain diduga menyebabkan para korban keracunan.
Sementara, Polres Metro Jakut juga terlihat masih melakukan olah TKP. Polisi menemukan sejumlah barang bukti, seperti botol makanan.
Pihak Kepolisian menemukan kondisi tubuh para korban melepuh. Bahkan ada bekas bercak di sekitar area tubuh ketiga korban.
(hap)
Load more