GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Cukup Hanya Sanksi Etik, Kompolnas Tegaskan Kompol Cosmas dan Bripka R yang Lindas Ojol dengan Barakuda Harus Diproses Pidana

eduanya tetap diminta bertanggung jawab secara pidana.
Senin, 8 September 2025 - 17:48 WIB
Komandan Batalyon Resimen 4 Korbrimob, Kompol Cosmas Kaju Gae saat divonis sanksi etik pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) buntut kasus tewasnya pengemudi ojek online (Ojol), Affan Kurniawan akibat dilindas rantis Brimob.
Sumber :
  • tvOne

Jakarta, tvOnenews.com – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menegaskan proses hukum terhadap Kompol Cosmas dan sopir kendaraan taktis (rantis) Barakuda Polri, Bripka R, yang melindas pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan tidak berhenti pada sanksi etik saja.

Keduanya tetap diminta bertanggung jawab secara pidana. Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, menyebut rekaman CCTV memperlihatkan dengan jelas rangkaian peristiwa yang menyebabkan Affan meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Satu hal yang paling penting dalam konteks melihat CCTV itu memang melihat apa yang terjadi. Dan ini juga seperti kemarin saya jelaskan, kenapa kompol kosmas itu dipecat, terus sopirnya juga didemosi, itu memang ada rangkaian peristiwa. Ya, memang betul ya, itu jatuh dulu, baru terus kelihatan di CCTV itu memang kena lah Almarhum,” kata Anam, Senin (8/9/2025).

Dalam rekaman itu, lanjut Anam, terlihat kendaraan sempat berhenti sebentar setelah menabrak korban namun tetap melaju.

"Terus masih tetap maju, sempat berhenti bentar terus maju. Dalam konteks ini, apa sanksinya? Sanksinya ya kayak tadi di KKIP, dipecat dan demosi sampai pensiun. Nah, bagaimana sanksi yang lain? Sanksinya ya pidana untuk dua-duanya,” tegasnya.

Anam menekankan, meski sopir Barakuda hanya dijatuhi sanksi etik berupa demosi, ia tetap memiliki tanggung jawab pidana.

"Jadi kami dorong pidana untuk dua-duanya. Jadi tetap, mereka berdua itu bertanggung jawab dalam konteks pidana,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pengambilan CCTV merupakan langkah penting untuk memastikan penegakan hukum berjalan transparan.

"Pengambilan CCTV ini bagian dari penegakan hukum pidana. Jadi ini biar tidak salah tafsir juga di ruang publik, seolah-olah supirnya tidak tanggung jawab. Tidak. Sopirnya tetap bertanggung jawab,” tutur Anam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kompolnas memastikan proses hukum tidak hanya berhenti pada sidang etik, tetapi juga berlanjut ke penyidikan pidana dengan bukti-bukti digital yang sudah diamankan.

"Kami mendorong, sejak awal, supaya prosesnya transparan, dan prosesnya tidak berhenti di sidang etik, tapi juga diproses pidana,” tegas Anam. (rpi/nba)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Persija dan Timnas Indonesia Kena Dampaknya, Baru Datang, Mauro Zijlstra sudah Menepi

Persija dan Timnas Indonesia Kena Dampaknya, Baru Datang, Mauro Zijlstra sudah Menepi

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman dipastikan mendapat kabar kurang sedap. Salah satu penyerangnya Mauro Zijlstra, mengalami cedera saat memperkuat Persija -
Herdman Dipusingkan Absennya 7 Pilar Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Herdman Dipusingkan Absennya 7 Pilar Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Timnas Indonesia berpotensi tampil tanpa kekuatan penuh pada ajang FIFA Series 2026 yang digelar 27-30 Maret 2026. Sekitar tujuh pemain berlabel Timnas terancam
Emil Audero dan Jay Idzes Jadi Omongan di Serie A, Bukti Kualitas Pemain Timnas Indonesia

Emil Audero dan Jay Idzes Jadi Omongan di Serie A, Bukti Kualitas Pemain Timnas Indonesia

Perhatian publik Tanah Air musim ini tak hanya tertuju pada kiprah Timnas Indonesia, tetapi juga performa para pemainnya di kompetisi elite Eropa. Di Serie A -
Tiga Bintang Timnas Indonesia Absen di FIFA Series 2026, Ini Daftarnya

Tiga Bintang Timnas Indonesia Absen di FIFA Series 2026, Ini Daftarnya

Timnas Indonesia akan ambil bagian dalam ajang FIFA Series 2026 yang digelar pada 27 dan 30 Maret mendatang. Indonesia bahkan ditunjuk sebagai salah satu tuan -
Sesumbar Donald Trump Jika Dirinya Mati Kena Serangan Iran, Maka Ini yang Akan Dilakukan Amerika

Sesumbar Donald Trump Jika Dirinya Mati Kena Serangan Iran, Maka Ini yang Akan Dilakukan Amerika

Pernyataan lama Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi perbincangan hangat. Ucapan tersebut ramai dibahas ulang setelah serangan gabungan Amerika
Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Masjid Jami'e Darussalam di Jalan Kotabumi Ujung No. 23, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menghadirkan konsep arsitektur berbeda dengan bentuk bangunan segitiga. 

Trending

Karier Mentereng di Korea dan Turki, Megawati Hangestri Blak-blakan soal Perbedaan Pembinaan Voli di Luar Negeri dan Indonesia

Karier Mentereng di Korea dan Turki, Megawati Hangestri Blak-blakan soal Perbedaan Pembinaan Voli di Luar Negeri dan Indonesia

Megawati Hangestri, yang memiliki pengalaman karier internasional di Korea dan Turki, ungkap perbedaan sistem pembinaan voli di luar negeri dibanding Indonesia.
Inginkan Rematch, Dricus du Plessis Klaim Sudah Temukan Celah Tumbangkan Khamzat Chimaev

Inginkan Rematch, Dricus du Plessis Klaim Sudah Temukan Celah Tumbangkan Khamzat Chimaev

Dricus du Plessis menyatakan siap menantang rematch melawan Khamzat Chimaev. Mantan juara kelas menengah UFC itu yakin telah menemukan kelemahan sang juara.
Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Masjid Jami'e Darussalam di Jalan Kotabumi Ujung No. 23, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menghadirkan konsep arsitektur berbeda dengan bentuk bangunan segitiga. 
Pihak Ibu Tiri Curiga Ayah Kandung Diduga Paksa Nizam Syafei Minum Air Mendidih

Pihak Ibu Tiri Curiga Ayah Kandung Diduga Paksa Nizam Syafei Minum Air Mendidih

​​​​​​​Kasus Nizam Syafei memanas, kuasa hukum ibu tiri curiga ayah kandung diduga paksa Nizam minum air mendidih. Acong Latif ungkap dugaan kekerasan.
Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komdis Terbaru, Persib Bandung Dapat Sanksi Berat usai Kericuhan di ACL 2 Lawan Ratchaburi?

Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komdis Terbaru, Persib Bandung Dapat Sanksi Berat usai Kericuhan di ACL 2 Lawan Ratchaburi?

AFC merilis hasil sidang Komite Disiplin usai kericuhan laga Persib vs Ratchaburi di ACL 2. Apakah Maung Bandung dijatuhi sanksi? Ini keputusan resmi dari AFC.
Dulu Kiper Andalan Timnas Indonesia, Eks Pemain Arema FC Ini Kini Aktif Live di TikTok

Dulu Kiper Andalan Timnas Indonesia, Eks Pemain Arema FC Ini Kini Aktif Live di TikTok

Dulu jadi kiper andalan Timnas Indonesia, mantan pemain Arema FC ini kini aktif live di TikTok untuk berjualan keripik.
Siapa Sangka Takdir Megawati Hangestri Memang di Red Sparks: Dari Lawan Asian Games 2018 Menjadi Rekan Setim

Siapa Sangka Takdir Megawati Hangestri Memang di Red Sparks: Dari Lawan Asian Games 2018 Menjadi Rekan Setim

Menghadapi pemain Red Sparks sebagai lawan di Asian Games 2018. Pertemuan kembali seolah menegaskan perjalanan takdir yang mempertemukan Megawati Hangestri.
Selengkapnya

Viral