Dampak Perang Iran-Israel Membuat Jemaah Umrah Asal Jogjakarta Tertahan di Jeddah
Jakarta, tvOnenews.com - Memanasnya konflik antara Iran dengan Israel serta Amerika Serikat berdampak pada perjalanan jemaah umrah Indonesia. Sejumlah jemaah dilaporkan tertahan di Jeddah, Arab Saudi akibat gangguan jadwal penerbangan.
Salah satu jemaah asal Yogyakarta menyampaikan bahwa rombongan jemaah dari Yogyakarta dan Solo seharusnya terbang kembali ke Indonesia pada Senin (2/3/2025) dini hari waktu setempat.
Namun penerbangan mengalami penundaan hingga akhirnya dibatalkan, sehingga para jemaah dipindahkan sementara ke hotel sambil menunggu jadwal keberangkatan berikutnya.
Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, sekitar 58.000 jemaah asal Indonesia dilaporkan masih berada di Jeddah akibat terganggunya jadwal penerbangan di kawasan Timur Tengah.
Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan telah berkoordinasi dengan berbagai pihak di Arab Saudi untuk memastikan keselamatan jemaah. Pemerintah juga terus memantau situasi keamanan di kawasan tersebut.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan pemerintah akan berkomunikasi dengan otoritas Arab Saudi guna mencari solusi bagi ribuan jemaah Indonesia yang masih tertahan.
Ia menjelaskan bahwa kondisi konflik yang tidak dapat diprediksi menyebabkan gangguan pada jadwal penerbangan internasional di kawasan tersebut.
Sejumlah maskapai disebut menyediakan opsi pengembalian dana atau refund bagi penumpang yang belum berangkat maupun yang tidak dapat melanjutkan penerbangan.
Sementara itu, beberapa maskapai seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan Saudia masih mengoperasikan penerbangan dengan jadwal terbatas.
Salah satu jemaah umrah asal Indonesia yang berada di Makkah menyebut rombongannya yang berjumlah 47 orang telah berada di Arab Saudi lebih dari sepekan.
Hingga saat ini, mereka masih menunggu kepastian jadwal penerbangan dari maskapai terkait. Jika terjadi penundaan, jemaah kemungkinan akan dipindahkan sementara ke hotel di Jeddah sambil menunggu jadwal penerbangan berikutnya.
Pemerintah memastikan keselamatan jemaah Indonesia tetap menjadi prioritas utama, sembari terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi serta maskapai penerbangan untuk mempercepat proses pemulangan.