Inginkan Rematch, Dricus du Plessis Klaim Sudah Temukan Celah Tumbangkan Khamzat Chimaev
- Instagram @khamzat_chimaev
tvOnenews.com - Mantan juara kelas menengah UFC, Dricus Du Plessis, menyatakan keinginannya untuk mendapatkan kesempatan rematch melawan Khamzat Chimaev.
Petarung asal Afrika Selatan itu yakin telah menemukan celah untuk menaklukkan sang juara tak terkalahkan apabila kembali bertemu di dalam octagon.
Du Plessis, yang sebelumnya menghentikan dominasi Israel Adesanya, harus mengakui kehebatan Chimaev saat dirinya tidak mampu memenangkan satu ronde pun saat di UFC 319 tahun lalu. Meski demikian, ia merasa mampu memberikan perlawanan sepanjang pertarungan.

- ANTARA/HO-Laman MMA Fighting/Jeff Bottari/Zuffa LLC
Ia bahkan menyebut kerap menonton ulang laga tersebut beberapa kali dalam sepekan demi melakukan evaluasi dan memperbaiki kekurangan.
Saat tampil dalam Ariel Helwani Show, Du Plessis secara terbuka menyatakan ambisinya untuk merebut kembali sabuk juara sekaligus membalas kekalahan dari petarung Chechnya tersebut.
“Saya sangat ingin melawannya untuk memperebutkan gelar,” kata du Plessis.
“Ya, saya juga ingin membalas kekalahan saya. Nah, jika dia naik ke kelas berat ringan, saya akan merebut kembali sabuk saya, dan saya akan langsung mengejarnya. Saya hanya tahu bahwa saya lebih kuat secara fisik daripada dia. Dia hanya lebih baik dalam 10 persen aspek permainan ini daripada saya.”
Dricus Du Plessis juga menilai bahwa Khamzat Chimaev tidak sekuat yang ia bayangkan sebelumnya. Ia mengaku merasakan momentum pada ronde-ronde akhir, meski akhirnya kalah angka.
“Dia tidak lebih tangguh dari yang saya perkirakan,” kata Du Plessis dilansir dari Bloody Elbow.
“Saya bisa melihat di akhir pertarungan itu, ketika kami memasuki ronde terakhir, jujur saja saya berpikir saya [entah bagaimana akan memenangkan] pertarungan ini sampai saya mendengar bunyi peluit tanda berakhirnya ronde ke-10 dan saya tahu semuanya sudah berakhir.”
“Tapi ketika saya keluar untuk ronde terakhir itu, saya 100 persen yakin bahwa saya akan menghentikan orang ini atau saya akan menjatuhkannya. Dan ketika saya berhasil melakukan takedown, saya berada di atas, melakukan cekikan, mulai mendaratkan pukulan, saya mulai — tapi sudah terlambat.”
Load more