Sesumbar Donald Trump Jika Dirinya Mati Kena Serangan Iran, Maka Ini yang Akan Dilakukan Amerika
- ANTARA
tvOnenews.com — Pernyataan lama Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi perbincangan hangat. Ucapan tersebut ramai dibahas ulang setelah serangan gabungan AS-Israel ke Iran yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Dalam pernyataannya pada Februari 2025 dari Ruang Oval, Trump mengaku telah meninggalkan instruksi agar Iran “dimusnahkan” jika dirinya sampai terbunuh akibat serangan dari negara tersebut.
Ucapan itu disampaikan saat ia menandatangani perintah eksekutif untuk mengaktifkan kembali kebijakan tekanan maksimum terhadap Teheran.
“Itu akan jadi hal yang sangat buruk bagi mereka, bukan karena saya. Kalau mereka melakukannya, mereka akan dimusnahkan. Tamat sudah. Saya sudah meninggalkan instruksi,” ujar Trump kala itu, dikutip Kamis (5/3/2026).

- dok.humas Prabowo
Potongan video pernyataan tersebut beredar luas di platform X dan telah ditonton lebih dari 7 juta kali sejak diunggah ulang pada Minggu.
Sejumlah warganet mempertanyakan validitas pernyataan tersebut, terutama terkait kewenangan presiden yang telah wafat dalam memberikan instruksi militer.
“Presiden yang sudah meninggal tidak bisa memberi perintah,” tulis seorang pengguna.
“Instruksinya tidak ada artinya. Respons apa pun sepenuhnya ada di tangan Vance,” komentar lainnya.
“Itu bukan cara kerjanya. Kalau dia sudah tidak menjabat, akan ada pemimpin baru dengan gagasan sendiri. Mereka tidak otomatis menjalankan rencana pemimpin sebelumnya,” sentil warganet lain.
Sebelumnya, Trump juga pernah menyatakan bahwa negara mana pun akan menyerukan pemusnahan total terhadap pihak yang bertanggung jawab atas kematian pemimpinnya.
“Kalau itu terjadi pada seorang pemimpin, atau orang yang sangat dekat dengannya, apalagi kalau ada pihak lain terlibat, tentu Anda akan menyerukan pemusnahan total terhadap negara yang melakukannya, termasuk Iran,” ujarnya.

- ANTARA/Andolu Ajansi/pri
Media pemerintah Iran pada Minggu dini hari mengonfirmasi bahwa Khamenei tewas akibat serangan udara yang menargetkan kompleksnya di pusat kota Teheran. Foto satelit dari Airbus menunjukkan kerusakan berat di area tersebut akibat pengeboman.
Pemerintah Iran pun bereaksi keras. Kabinet menyatakan bahwa kejahatan besar tersebut tidak akan dibiarkan tanpa balasan. Sementara itu, Islamic Revolutionary Guard Corps (Garda Revolusi Iran) mengancam akan meluncurkan operasi ofensif besar-besaran.
Load more