News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Isu LGBT di Militer: Kasus Prada Lucky Picu Perdebatan Publik

Kematian Prada Lucky disorot publik, isu LGBT di militer mencuat, autopsi gagal karena ketiadaan dokter forensik di RST Wiraksakti Kupang.
Jumat, 8 Agustus 2025 - 17:17 WIB
Prada Lucky Namo
Sumber :
  • dok.kolase tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com – Kematian Prada Lucky Chepeil Saputra Namo, prajurit TNI AD Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) 834 Wakanga, Nagekeo, NTT, memicu perhatian luas publik.

Selain dugaan penganiayaan oleh senior, kasus ini juga diselimuti rumor terkait isu LGBT di lingkungan militer.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kronologi Singkat

Berdasarkan informasi yang diterima secara resmi oleh tvOnenews, Prada Lucky ditemukan meninggal dunia di lingkungan markas tempatnya bertugas. Pihak TNI menyatakan saat ini sedang melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan penyebab kematian.

Beberapa pihak, termasuk keluarga, mengungkap adanya kejanggalan sebelum peristiwa itu terjadi. Di media sosial, muncul spekulasi yang mengaitkan kematian Prada Lucky dengan isu orientasi seksual—isu sensitif yang masih menjadi stigma di dunia militer Indonesia.

Isu LGBT di Lingkungan Militer

Isu LGBT bukan hal baru di militer Indonesia. Pengamat menilai, minimnya ruang diskusi, tekanan sosial, dan regulasi ketat membuat topik ini jarang dibicarakan secara terbuka.

Dalam kasus Prada Lucky, isu ini kembali mencuat usai unggahan warganet menyoroti kemungkinan adanya perundungan atau diskriminasi. Namun hingga kini, TNI belum mengonfirmasi kebenaran dugaan tersebut.

Respons Resmi TNI

Kepala Dinas Penerangan TNI AD menegaskan penyelidikan dilakukan transparan dan profesional. “Kami memastikan setiap prajurit mendapat perlindungan hukum yang adil, dan setiap dugaan pelanggaran akan diproses sesuai prosedur,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, mengingat proses autopsi dan pemeriksaan masih berlangsung.

Sorotan Publik dan Tuntutan Keadilan

Kasus ini memantik diskusi luas tentang perlindungan prajurit dari diskriminasi, termasuk yang berkaitan dengan orientasi seksual. Lembaga bantuan hukum dan aktivis HAM mendesak agar penyelidikan mengungkap seluruh fakta tanpa ada yang ditutupi.

Update: Autopsi Gagal Dilakukan

Di sisi lain, proses autopsi jasad Prada Lucky di RST Wiraksakti Kupang ternyata gagal dilaksanakan. Penyebabnya, pihak rumah sakit mengaku tidak memiliki dokter forensik serta terkendala administrasi.

Kabar ini membuat ayah korban, Serma Cristian Namo—yang juga anggota TNI AD aktif—geram. Dengan emosi, ia memerintahkan agar jasad anaknya segera dikeluarkan dari kamar jenazah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Anak saya tentara, saya juga tentara, rumah sakit tentara sebesar ini kok tidak ada dokter forensik. Bubarkan saja rumah sakit ini!” teriaknya di hadapan petugas.

Hingga berita ini diturunkan, hasil penyelidikan resmi belum diumumkan. Publik kini menanti langkah tegas TNI dalam mengungkap penyebab kematian Prada Lucky dan menuntaskan polemik yang mengikutinya. (nsp)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi percobaan penyitaan paksa kendaraan oleh kelompok debt collector atau penagih utang atau yang akrab disapa "mata elang" kembali meresahkan warga.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT