GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jelas-jelas Tak Terbukti LGBT, Ibunda Prada Lucky Masih Heran sang Anak 'Dituduh' Tak Normal Berawal dari Grup Beranggota 2 Orang

Sepriana Paulina Mirpey, ibunda anggota TNI mendiang Prada Lucky Chepril Saputra Namo sampai kini bertanya-tanya motif sang anak dituduh punya kelainan LGBT.
Jumat, 7 November 2025 - 17:12 WIB
Ibunda Prada Lucky Namo Sepriana Paulina Mirpey
Sumber :
  • Kolase tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Sepriana Paulina Mirpey, ibunda anggota TNI mendiang Prada Lucky Chepril Saputra Namo sampai kini bertanya-tanya terhadap motif sang anak dituduh punya kelainan.

Setelah Prada Lucky meninggal dunia akibat disiksa hingga dianiaya senior di dalam asrama Yoni 834/WM Nagekeo, ada tuduhan bahwa anggota TNI itu diduga sosok LGBT.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Itu yang kami bingung abang. Dari persidangan, Oditur menyampaikan bahwa tuduhan LGBT itu tidak terbukti," kata Sepriana saat hadir di podcast YouTube Denny Sumargo dikutip tvOnenews.com, Jumat (7/11/2025).

Dalam hasil persidangan di Pengadilan Militer III-15 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (28/10/2025), Oditur Militer Letkol CHK Yusdiharto menyampaikan isu LGBT hanya asumsi belaka.

Sepriana Paulina Mirpey, ibunda anggota TNI mendiang Prada Lucky Chepril Saputra Namo
Sepriana Paulina Mirpey, ibunda anggota TNI mendiang Prada Lucky Chepril Saputra Namo
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo

 

Pada saat itu, para terdakwa tidak memiliki bukti apa pun yang mendukung asumsi terkait pernyataan Lucky merupakan seorang LGBT.

Berdasarkan dari fakta hasil persidangan, para terdakwa mengakui telah menganiaya berat hingga melakukan pemaksaan secara keji kepada Lucky.

"Terus kami orang tua, keluarga bingung apa motifnya sampai mereka melakukan seperti ini. Jadi, Mama menyampaikan kepada hakim, tolong dibuka apa motif sebenarnya yang mereka lakukan terhadap Lucky ini," jelasnya.

Lebih lanjut, Sepriana mengaku dirinya dan pihak keluarga hingga kini tidak memiliki bukti chat sebagai penyebab utama Lucky dituduh sebagai LGBT.

Sepriana mengungkap fakta hasil persidangan sebenarnya bahwa Danton Ledda Roni Setiawan sebagai sosok pertama kali mengecek handphone milik Lucky.

Sidang Kasus Tewasnya Prada Lucky oleh Atasannya
Sidang Kasus Tewasnya Prada Lucky oleh Atasannya
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com/ ANTARA

 

Kata Sepriana, aplikasi pertama kali yang menjadi pusat perhatian Roni Setiawan adalah eBay.

"Jadi diperiksalah setiap HP (Prajurit TNI). Tetapi pemeriksaan HP itu terkait j*d* online, bukan memeriksa setiap anggota punya WA," tuturnya.

Laporan dari Prada Richard, salah satu saksi kasus kematian Prada Lucky mengabarkan kepada ibunda korban bahwa, ada aturan larangan mengecek WhatsApp setiap anggota TNI.

"Danton Roni Setiawan ini sebagai saksi, dia menyampaikan bahwa dia membuka isi WA. Di situ teryata terdapat grup," katanya.

Sepriana menuturkan salah satu bagian isi WhatsApp milik Prada Lucky terdapat sebuah grup bernama "Lelaki Idaman".

Dari sinilah, Roni Setiawan mengungkapkan bahwa anggota dari grup tersebut hanya berisi dua orang.

"Sedangkan dari keterangan yang punya bapak terima, grup itu berisi delapan orang. Itu grup yang mereka tuduh grup LGBT," bebernya.

Usut punya usut, Serma Christian Namo, ayah almarhum Prada Lucky mengatakan grup beranggota delapan orang tersebut bagian satu regu sang anak khusus mengurus makanan di dapur asrama.

tvonenews

"(dari keterangan dikasih) dua orang. Kami juga heran makanya hakim bilang 'kok grup cuma hanya dua (orang)?'. Dia tetap jawab 'isinya dua orang'," paparnya.

Melalui tuduhan tersebut, Prada Lucky berujung disiksa hingga dianiaya oleh puluhan senior di asrama.

Banyak luka memar hingga kulit terlupas di tubuh Lucky akibat dari penganiyaan senior secara bergantian selama 48 jam.

Hingga pada akhirnya, prajurit TNI berusia 23 tahun itu sempat mengalami kondisi kritis pada 2 Agustus 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sayangnya Lucky meninggal dunia ketika mendapat perawatan secara intensif akibat mengalami kompilasi kegagalan napas pada 6 Agustus 2025.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sebelum Red Sparks Terpuruk, Megawati Hangestri Pernah Bikin Legenda Voli Korea Terpukau: Dia Punya Kemampuan

Sebelum Red Sparks Terpuruk, Megawati Hangestri Pernah Bikin Legenda Voli Korea Terpukau: Dia Punya Kemampuan

Jauh sebelum Red Sparks terpuruk, Megawati Hangestri pernah mencuri perhatian legenda voli Korea, Han Yoo-mi, berkat kemampuan serangan dan teknik tipuannya.
Ngabuburit di Pasar Senen: Berburu Baju Lebaran, Cicipi Jajanan, Hingga Berbuka di Tengah Hiruk Pikuk Kota

Ngabuburit di Pasar Senen: Berburu Baju Lebaran, Cicipi Jajanan, Hingga Berbuka di Tengah Hiruk Pikuk Kota

Sore hari menjelang waktu berbuka puasa di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, selalu menghadirkan pemandangan yang berbeda selama bulan Ramadan. 
Pernah Jadi Musuh Bebuyutan, Israel Adesanya Kini Berharap Alex Pereira Cetak Sejarah di UFC White House

Pernah Jadi Musuh Bebuyutan, Israel Adesanya Kini Berharap Alex Pereira Cetak Sejarah di UFC White House

Dulu menjadi musuh bebuyutan di octagon, Israel Adesanya kini mendukung Alex Pereira dalam pertarungan perebutan sabuk interim kelas berat di UFC Freedom 250.
Mimpi Kelulusan Siswa Diujung Tanduk, Wali Murid SMK IDN Boarding School Cemas Usai Izin Operasional Sekolah Dicabut

Mimpi Kelulusan Siswa Diujung Tanduk, Wali Murid SMK IDN Boarding School Cemas Usai Izin Operasional Sekolah Dicabut

Nasib pilu dialami siswa Kelas XII SMK IDN Boarding School di Kabupaten Bogor menjadi sorotan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencabut izin pendirian sekolah
Sempat Comeback, PSIM Yogyakarta Justru Kehilangan Kemenangan di Menit Akhir

Sempat Comeback, PSIM Yogyakarta Justru Kehilangan Kemenangan di Menit Akhir

PSIM Yogyakarta tidak bisa berbuat banyak saat menghadapi Persijap Jepara pada pekan ke-25 Super League di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (11/3/2026).
Daftar Tim yang Berpeluang Lolos Playoff Liga Voli Korea 2025/2026, Red Sparks Tak Terselamatkan

Daftar Tim yang Berpeluang Lolos Playoff Liga Voli Korea 2025/2026, Red Sparks Tak Terselamatkan

Babak playoff Liga Voli Korea 2025/2026 semakin dekat, Pink Spiders dan GS Caltex bersiap bertarung di fase selanjutnya. namun Daejeon Red Sparks gagal lolos?

Trending

Sempat Comeback, PSIM Yogyakarta Justru Kehilangan Kemenangan di Menit Akhir

Sempat Comeback, PSIM Yogyakarta Justru Kehilangan Kemenangan di Menit Akhir

PSIM Yogyakarta tidak bisa berbuat banyak saat menghadapi Persijap Jepara pada pekan ke-25 Super League di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (11/3/2026).
Mimpi Kelulusan Siswa Diujung Tanduk, Wali Murid SMK IDN Boarding School Cemas Usai Izin Operasional Sekolah Dicabut

Mimpi Kelulusan Siswa Diujung Tanduk, Wali Murid SMK IDN Boarding School Cemas Usai Izin Operasional Sekolah Dicabut

Nasib pilu dialami siswa Kelas XII SMK IDN Boarding School di Kabupaten Bogor menjadi sorotan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencabut izin pendirian sekolah
Daftar Tim yang Berpeluang Lolos Playoff Liga Voli Korea 2025/2026, Red Sparks Tak Terselamatkan

Daftar Tim yang Berpeluang Lolos Playoff Liga Voli Korea 2025/2026, Red Sparks Tak Terselamatkan

Babak playoff Liga Voli Korea 2025/2026 semakin dekat, Pink Spiders dan GS Caltex bersiap bertarung di fase selanjutnya. namun Daejeon Red Sparks gagal lolos?
Kronologi Izin SMK IDN Bogor Dicabut Gubernur Dedi Mulyadi: Berawal dari Dugaan Operasi Tanpa Legalitas

Kronologi Izin SMK IDN Bogor Dicabut Gubernur Dedi Mulyadi: Berawal dari Dugaan Operasi Tanpa Legalitas

Kronologi izin SMK IDN Boarding School Bogor dicabut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Simak alasan, polemik legalitas sekolah, dan nasib ratusan siswa terdampak.
Meski Tak Dipanggil Timnas Indonesia, Mees Hilgers Tiba-Tiba Kasih Kabar Gembira kepada John Herdman

Meski Tak Dipanggil Timnas Indonesia, Mees Hilgers Tiba-Tiba Kasih Kabar Gembira kepada John Herdman

Mees Hilgers mendadak membawakan kabar gembira kepada John Herdman. Sang pemain Timnas Indonesia kembali absen dari panggilan pada bulan Maret ini.
Gubernur Jabar KDM Cabut Operasional SMK IDN Bogor di Tengah Jalan, Ratusan Siswa Terancam Gagal Lulus, Wali Murid Geruduk Gedung Sate

Gubernur Jabar KDM Cabut Operasional SMK IDN Bogor di Tengah Jalan, Ratusan Siswa Terancam Gagal Lulus, Wali Murid Geruduk Gedung Sate

Wali murid SMK IDN Bogor menagih kepastian nasib anak-anak mereka, pascapencabutan izin operasional sekolah oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi (KDM).
Dulu Digadang Jadi Bintang Timnas Indonesia tapi Malah ‘Menghilang’, Mantan Striker Ini Kini Aktif Sebagai Asisten Pelatih

Dulu Digadang Jadi Bintang Timnas Indonesia tapi Malah ‘Menghilang’, Mantan Striker Ini Kini Aktif Sebagai Asisten Pelatih

Dulu digadang-gadang jadi bintang Timnas Indonesia tapi malah 'menghilang', mantan striker ini kini aktif sebagai asisten pelatih.
Selengkapnya

Viral