Usai Om Bethel, Kini Ramai-ramai Purnawirawan TNI Sumut Tantang Hercules: Sadar Diri Kamu Sebelum Menyesal!
- istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Usai ramainya sorotan warganet di media sosial terkait Mantan aktivis mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Andi Jamal Kamaruddin Daeng Masiga alias Om Bethel menantang duel Ketum GRIB, Hercules. Kini, muncul lagi, soal ramai-ramai Purnawirawan TNI di Sumut tantang Hercules.
Diketahui sebelumnya, Om Bethel menyampaikan tantangannya melalui video dan video itu tersebar di media sosial pada Senin (5/5/2025).
Namun, usai aksi Om Bethel, kini mencuat aksi ramai-ramai Purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Sumatera Utara menantang Rosario de Marshall atau Hercules.
Hal itu mencuat hingga viral di media sosial akun TikTok @perjuangan_kita2 yang dikutip tvOnenews.com, Minggu (11/5/2025).
"Hei Hercules dengarkan, ini adalah purnawirawan yang bicara. Ya, boleh kau menghina sepuh-sesepuh kami, tapi langkahi dulu mayat kami!," kata sang purnawirawan dalam sebuah pernyataan yang tersebar luas di media sosial TikTok, Minggu (11/5).
"Jangan kau hina-hina jenderal-jenderal kami, pemimpin-pemimpin kami, itu junjungan kami. Kau seharusnya bersyukur, kau matamu tinggal satu, tanganmu tinggal satu. Apa perlu tanganmu habis, matamu habis?" sambungnya.
"Jangan seenak mu saja, melecehkan sesuka hati, melukai hati, para pahlawan pahlawan kami, beliau telah berjasa di NKRI ini. Apa jasamu? Hanya seorang TBO saja, itu pun karena apa? Karena jasa para TNI! Sekarang kau merasa besar? Itu semua karena TNI! Sadar diri kamu sebelum kamu menyesal," tegasnya lagi.
“Ingat kami bukan ayam sayur. Kami adalah ayam petarung. Kami memang purnawirawan tapi hati kami adalah pejuang siap mati sampai darah penghabisan,” ungkap purnawiran itu kembali.
Sebelumnya diberitakan, nama Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia (GRIB) Jaya, Hercules Rosario de Marshall, menjadi perhatian publik akibat ketegangan yang muncul antara dirinya dan sejumlah purnawirawan Jenderal TNI.
Ketegangan ini dipicu oleh pernyataan Sutiyoso yang menyatakan dukungan terhadap revisi Undang-Undang tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).
Dalam pernyataannya, Sutiyoso menyoroti ormas yang meniru gaya militer, lengkap dengan atribut seperti seragam dan baret merah mirip pasukan Kopassus.
Merasa tersinggung, Hercules kemudian melontarkan pernyataan keras dengan menyebut Sutiyoso sebagai sosok yang "sudah bau tanah" dan menegaskan bahwa dirinya tidak takut menghadapi mantan jenderal tersebut.
"Kaya Pak Sutiyoso itu ngapain, Pak Sutiyoso itu gak usahlah menyinggung ormas, sudahlah kalau saya bilang mulutmu sudah bau tanah. Gak usah nyinggung-nyinggung kita," kata Hercules, ketika menghadiri persidangan Razman Nasution di PN Jakarta Utara, 29 April 2025.
"Orang boleh takut sama Pak Sutiyoso, saya gak takut," lanjutnya.
Pernyataan Hercules itu menuai tanggapan keras dari Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.
Mantan Panglima TNI tersebut mengecam sikap Hercules yang dinilai tidak menghormati para purnawirawan jenderal.
"Masalah Hercules, kurang ajar nih orang, tidak tahu diri, dia merasa paling hebat. Kalau sudah pensiun enggak ada di mata kirinya dia itu, enggak dianggap," ujar Gatot, dilansir dari kanal YouTube Hersubeno Point.
Gatot melanjutkan dengan menegaskan status dan jasa para purnawirawan TNI, khususnya dari satuan elite.
"Hei, Pak Sutiyoso itu purnawirawan, baret merah dari Kopassus, bintang tiga Letnan Jenderal. Saya juga purnawirawan, tidak kau anggap, ngomong seenak perutmu saja kau," kata Gatot.
Gatot kemudian mengungkit masa lalu Hercules yang disebutnya pernah menjadi pembantu pribadi prajurit, atau TBO (Tamtama Bawah Operasi), sebelum dikenal luas seperti sekarang.
"Ingat kau dulu TBO, kau bisa ke Jakarta pakai apa. Sudah purnawirawan juga yang bawa kau ke sini," ucapnya.
Bagi Gatot, Hercules bukanlah tokoh organisasi masyarakat yang kredibel, melainkan sosok preman yang bersembunyi di balik nama ormas.
Ia juga menuding GRIB, organisasi yang dipimpin Hercules, terlibat dalam berbagai tindakan yang dianggap meresahkan masyarakat.
Salah satunya adalah bentrokan antara anggota ormas dengan aparat kepolisian di Depok.
"Ketika mau menangkap, justru dilawan dan dikepung, negara apa ini, mobilnya bakar," ungkap Gatot dengan nada tinggi, menyoroti kekacauan yang menurutnya mengancam wibawa negara dan aparat penegak hukum. (aag)
Load more