Ternyata Ini yang Buat Hercules Marah ke Sutiyoso, Naik Pitam Usai Disiinggung Penggunaan Baret Merah: Ini Bukan Soal...
- Kolase
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum Ormas Gerakan Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Rosario de Marshal alias Hercules belakangan ini menjadi sorotan berbagai pihak.
Hal itu bermula karena pernyataannya yang diduga menghina purnawirawan TNI yang juga eks Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso.
Rupanya apa yang diucapkan Hercules itu menjawab pernyataan Sutiyoso beberapa waktu lalh.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Komunikasi Publik DPP GRIB Jaya Razman Nasution saat konferensi pers.
“Permintaan maaf dari ketua umum kami, Bapak Hercules Rosario, terhadap Bang Yos alias Sutiyoso jika ucapan beliau dianggap menyerang pribadi dan/atau kehormatan seorang Bang Yos,” kata dalam keterangannya.
Menurut Razman, pernyataan Hercules soal bau tanah itu lantaran adanya aksi-reaksi.
“Tapi pernyataan Bang Hercules tentang sebutan bau tanah itu karena adanya aksi. Ada aksi, ada reaksi. Karena ada statement dari Bang Yos terkait dengan Bang Yos yang sepertinya kurang nyaman, risih, dengan baret merah yang dipakai ormas,” ucap Razman.
“Jadi stressing point sebenarnya memberikan pesan ke Bang Yos yang jangan dong mempersoalkan baret merah. Karena baret merah bukan baret merah TNI. Tidak boleh diidentikan,” sambungnya.
Ia menyebut sepanjang tak ada aturannya, maka tidak ada larangannya untuk ormas dalam menggunakan baret merah.
“Ini bukan masalah hak cipta dan tidak ada larangan. Sepanjang larangan tidak ada, tidak ada aturan yang mengatur tentang itu, maka tidak ada yang boleh seseorang dipermasalahkan ketika dia melakukan perbuatan itu,” tegasnya.
Razman mewakili GRIB Jaya mengatakan baret merah tidak hanya digunakan oleh ormas GRIB Jaya saja, tapi juga ormas-ormas lainnya.
“Bicara baret merah, jangankan GRIB, organisasi lain pun ada yang menggunakan baret merah. GRIB Jaya pakai baret merah ada sejarahnya,” tutur Razman.
“Jadi sekalipun demikian, Hercules menyampaikan permohonan maaf kepada Bang Yos dan keluarga. Mudah-mudahan kedepannya Hercules dan Bang Yos bisa beramah mesra dan berdiskusi untuk Indonesia,” lanjut dia.
Menanggapi permintaan Hercules, Sutiyoso mengaku sudah memaafkannya. Namun ia meminta Hercules tidak hanya minta maaf kepadanya, tapi juga ke Gatot Nurmantyo.
“Saya menghormati ya kesadaran dia untuk minta maaf. Saya ini orang tua. Saya mengabdi di negara lama, saya di pemerintahan sipil, di pemerintahan TNI gitu ya. Kalau minta maaf sama saya, saya terima. Tapi juga selayaknya minta maaf kepada Jenderal Purnawirawan Gatot,” kata Sutiyoso.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB), Hercules terlibat perseturuan dengan Sutiyoso dan Gatot Nurmantyo.
Hercules sempat tersinggung oleh kata-kata mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso yang bicara soal ormas dan premanisme.
Kemudian, Hercules memulai perseteruan dengan Sutiyoso dengan menyebutnya ‘bau tanah’, hingga segera dipanggil yang maha kuasa.
“Kayak Pak Sutiyoso, ngapain? Pak Sutiyoso itu sudah lah, enggak usah nyinggung-nyinggung ormas. Sudahlah, kalau saya bilang, mulutnya sudah bau tanah. Nggak usah nyinggung-nyinggung kita,” ungkap Hercules.
Meski begitu, Hercules telah meminta maaf secara terbuka kepada Sutiyoso atas perkataannya.
Berbeda dengan Gatot Nurmantyo, Hercules mengaku heran dengan purnawirawan TNI tersebut.
Gatot Nurmantyo secara terang-terangan menyebut Hercules sebagai preman berbaju ormas.
Pimpinan GRIB Jaya itu menyoroti sikap Gatot yang terus menerus menyerangnya.
“Saudara Gatot Nurmantyo, saya tidak takut sama Anda. Saya tidak menghargai Anda. Pak Sutiyoso kayaknya diam-diam saja. Pak Gatot kok kayak kebakaran jenggot,” ujar Hercules pada tayangan YouTube GRIB TV.
Padahal sejak awal, Hercules mengaku sama sekali tidak menyebut nama mantan Panglima TNI itu.
Meskipun demikian, masih ada sosok yang membela sosok Hercules yaitu Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Tahun 2001-2004, AM Hendropriyono.
Tak tanggung-tanggung, Hendropriyono pasang badan membela pria bernama lengkap Rosario de Marshal itu.
Alih-alih menyebutnya sebagai mantan preman Tanah Abang, Hendropriyono justru terang-terangan menyebut Hercules memiliki jasa yang cukup besar untuk bangsa Indonesia.
Hendropriyono membeberkan peran penting Hercules dalam perang Timor Timur. Kala itu Hercules ditugaskan sebagai Tenaga Bantuan Operasi (TBO) di Timor Timur bersama para tentara TNI.
Menurutnya, Hercules adalah seorang anak bangsa yang juga memiliki jasa terhadap bangsa Indonesia.
"Dia dulu juga sebagai TBO (Tenaga Bantuan Operasi), kemudian partisan, itu ikut bahu-membahu bersama kita melaksanakan tugas negara. Waktu itu di Timor Timur yang sekarang menjadi Timor Leste," ujar Hendropriyono dikutip dari YouTube Kilat Media, pada Minggu (4/5/2025).
Bahkan, menurutnya saat konflik pecah sehingga Timor Leste menjadi negara merdeka, banyak orang yang berganti kewarganegaraan, namun Hercules memilih tetap setia kepada Republik Indonesia.
"Di medan pertempuran, itu tercatat banyak juga jasa dia yang sampai kakinya buntung, dia kan orang berkaki buntung satu, tangannya juga satu, matanya juga satu," katanya.
Hendropriyono menilai Hercules tidak akan berada dalam dunia kekerasan atau menjadi preman jika tidak terpaksa demi mempertahakan hidupanya.
"Kalau dia bisa milih, dia tidak akan menjadi preman. Tapi dia menjadi preman karena tidak ada orang yang mau terima dia kerja dengan kaki buntung, tangan buntung dan mata satu (yang sehat). Mungkin tidak ada jalan lain kecuali jalan preman. Itu kan yang harus kita lihat," ujar Hendropriyono.
Namun, Hendropriyono juga menyarankan agar Hercules harus bisa memperbaiki diri dan memperbaiki organisasinya.
Hendropriyono menilai sikap Hercules yang seperti ini sebenarnya tidak lepas dari kondisi sosial masyarakat yang terjadi di sekitarnya.
"Kita ajarkan bagaimana caranya merubah diri. Dia juga kan sudah minta maaf ya kalau saya enggak keliru. Saya rasa dia harus memperbaiki diri dan kita juga berkaca diri mengapa hal ini bisa terjadi. Kembali ke kita saja," pungkasnya. (nsi/ree)
Load more