SDM Indonesia Timur Dinilai Harus Kuatkan Literasi Digital, Fasilitas dan Kolaborasi Jadi Kunci
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah Indonesia Timur, khususnya generasi muda perlu meningkatkan literasi digital. Bukan sekadar kemampuan teknis menggunakan perangkat, namun memerlukan keterampilan kritis dan memanfaatkan teknologi.
Hal ini diungkapkan Chief Executive Officer Timur Network Foundation, M Khaerun Zuhry Radjilun dalam diskusi Public Discussion & Peluncuran MILBoard 2025 di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, pada Minggu (21/9/2025).
“Literasi digital bukan sekadar kemampuan teknis menggunakan perangkat. Literasi digital merupakan keterampilan kritis untuk memilah informasi, berinteraksi secara sehat di ruang digital, dan memanfaatkan teknologi untuk pembangunan,” kata Khaerun.
Lebih lanjut Khaerun menegaskan bahwa urgensi penguatan keterampilan digital masyarakat di Kawasan Timur Indonesia (KTI) diperlukan agar mampu bersaing, berkembang, dan berkolaborasi dalam menghadapi tantangan transformasi digital.
"Jika kita tidak segera mempercepat literasi digital di kawasan timur, maka kesenjanganpembangunan akan semakin lebar. Justru inilah alasan mendasar mengapa Timur Network Foundation menjadikan literasi digital sebagai prioritas dan mendukung inisiatif seperti MILBoard," ucap Khaerun.
Sementara itu Khaerun menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen dalam memperjuangkan pemerataan akses, keterampilan, dan kapasitas digital di Indonesia Timur.
Dalam kesempatan yang sama, COO Timur Network Foundation Rafliansyah menekankan pentingnya literasi digital sebagai fondasi pembangunan manusia.
"Saat berada di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), banyak kata literasi terpampang di berbagai ruang. Itu menegaskan bahwa literasi adalah kemampuan dasar untuk memahami dan mengakses informasi," ungkap Rafliansyah.
Kemudian Rafliansyah menerangkan bahwa dalam era digital, literasi digital menjadi kunci agar masyarakat Indonesia Timur bisa memilah informasi dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Terkait hal ini, Communication Associate UNDP Indonesia, Thomas juga menekankan pentingnya pembangunan kapasitas manusia.
Lalu ada Y. Hesthi Murthi sebagai Associate Program Officer Communication Information Unit UNESCO turut menyoroti bagaimana mandat UNESCO dalam menjamin akses informasi dan kebebasan berekspresi.
Narasumber lainnya ada Eggan Nachson sebagai CEO Mathupskills yang juga perwakilan Professional Timur Network ikut menyoroti perkembangan, peluang, beserta tantangan digitalisasi di Kawasan Timur Indonesia.
Load more