news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mentan Amran sampaikan kinerja cemerlang Bulog..
Sumber :
  • Dok. Kementan.

Rekor! Serapan Beras Bulog per April 2025 Tembus 1,8 Juta Ton, Lampaui Capaian dalam 7 Tahun

Mentan Amran mengungkapkan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi gabah nasional telah mencapai 13,9 juta ton hingga April 2025.
Rabu, 30 April 2025 - 17:49 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Perum Bulog mencatatkan capaian cemerlang dalam pengadaan beras nasional pada April 2025.

Dalam satu bulan, Bulog berhasil menyerap 1,8 juta ton beras dari petani, di mana jumlah ini telah melampaui rata-rata serapan tahunan Bulog dalam tujuh tahun terakhir yang hanya sekitar 1,2 juta ton.

Catatan kinerja tersebut juga menjadi tonggak baru dalam sejarah serapan beras nasional.

Untuk pertama kalinya, volume serapan satu bulan mampu mengalahkan catatan rata-rata tahunan dalam kurun waktu hampir satu dekade terakhir.

Angka ini tentunya menjadi penguatan serius terhadap ketahanan pangan nasional dan menjadi sinyal kuat bahwa berbagai kebijakan sektor pertanian mulai menunjukkan dampak signifikan di lapangan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga April 2025 produksi gabah nasional telah mencapai 13,9 juta ton.

Di sisi lain, Bulog sudah menyewa gudang tambahan untuk menampung hingga 1,15 juta ton beras. Dengan serapan harian saat ini yang mencapai 51.530 ton, stok beras nasional di gudang Bulog sudah menyentuh angka 3.256.428 ton.

“Pertama, capaian stok beras kita tertinggi selama 23 tahun. Bahkan bisa jadi itu selama merdeka. Yang kedua adalah produksi kita lompatannya tertinggi juga sesuai BPS, bukan kata saya,” kata Mentan Amran dalam keterangan tertulis, Rabu (30/4/2025).

Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya memiliki peran penting dalam mendorong terwujudnya kemandirian pangan nasional.

Sejumlah kebijakan strategis telah diluncurkan, mulai dari peningkatan kuota pupuk sebesar 100 persen, reformasi sistem distribusi pupuk, hingga penyesuaian harga gabah menjadi Rp6.500 per kilogram.

Mentan menilai kebijakan tersebut tidak hanya bersifat jangka pendek untuk mengatasi dampak krisis global, namun juga bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi dalam negeri.

“Presiden Prabowo memang sangat visioner. Beliau mampu melihat peluang-peluang di masa depan. Strategi Pak Presiden kita membuka harapan besar bagi stabilitas harga, penguatan cadangan pangan, dan kesejahteraan petani di tengah tantangan iklim dan pasar global,” kata Mentan Amran.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:01
05:20
03:42
28:51
12:19
16:55

Viral