news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketum Kadin Anindya Bakrie dalam acara halal bihalal dengan Asosiasi, Himpunan, dan Anggota Luar Biasa (ALB) Kadin Indonesia di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (25/04/2025)..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Anindya Bakrie Siapkan Strategi Hadapi Trump 2.0, Serukan agar Pengusaha Jajaki Peluang Perdagangan Ala "Glodok" di Level Global

Ketum Kadin Anindya Bakrie menekankan pentingnya kesiapan Indonesia dalam menyambut peluang yang timbul dari perubahan tatanan perdagangan internasional.
Jumat, 25 April 2025 - 22:20 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyampaikan seruan penting kepada asosiasi dan Kadin provinsi untuk memikirkan strategi nasional dalam menghadapi dampak dari potensi kebijakan "Trump 2.0" serta dinamika perang dagang global.

Hal ini disampaikan pengusaha yang akrab disapa Anin tersebut dalam acara halal bihalal dan silaturahmi dengan Asosiasi, Himpunan, dan Anggota Luar Biasa (ALB) Kadin Indonesia di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (25/04/2025).

"Sekarang, kita harus memikirkan solusi bangsa di tengah kondisi global. Ini bukan hanya soal Indonesia dan Amerika (Serikat), atau Amerika (Serikat) dan Tiongkok (China), tapi bagaimana kita bisa jadi pemenang dalam perang dagang ini," ujar Anin.

CEO Bakrie & Brothers itu menekankan pentingnya kesiapan Indonesia dalam menyambut peluang yang timbul dari perubahan tatanan perdagangan internasional.

Anin mengungkapkan bahwa dirinya bersama Dewan Penasihat Kadin Indonesia akan melakukan kunjungan ke Amerika Serikat (AS) untuk membahas tiga agenda utama: transisi energi, kerja sama dengan U.S. Chamber of Commerce, serta promosi investasi dalam forum finansial Milken Institute 2025 Global Conference di Los Angeles.

"Kami ingin menyampaikan bahwa Kadin Indonesia serius dalam berdagang, tapi tentu juga ingin untung," tegas Anin.

Khusus dalam pertemuannya dengan U.S. Chamber of Commerce di Washington DC, Anin menyebutkan bahwa Kadin Indonesia telah berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan kementerian terkait untuk mendukung kesepakatan dagang bilateral yang ditargetkan tercapai dalam 60 hari.

Indonesia, menurut Anin, memiliki neraca dagang positif senilai 18 miliar dolar AS terhadap AS, sementara impor migas mencapai 40 miliar dolar AS. Pemerintah tengah mengupayakan relokasi dagang agar hubungan dagang menjadi lebih seimbang.

"Kami juga butuh masukan dari asosiasi dan Kadin daerah, supaya nanti mitra dagangnya di Amerika (Serikat). Kalau sudah balance, kita bisa ekspor lebih banyak lagi, mulai dari alas kaki, elektronik, sampai garmen," terang Anin.

Lebih lanjut, Anin menyoroti pendekatan bilateral yang kini semakin menonjol dalam perdagangan global, yang ia gambarkan sebagai "dagang ala Glodok", merujuk pada gaya negosiasi langsung dan praktis, ketimbang multilateral.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:01
05:20
03:42
28:51
12:19
16:55

Viral