- Istimewa
Zulhas, Kementan dan BGN Hadiri Konferensi Internasional ICMI: Tegaskan Peran Perempuan dalam Kemandirian Pangan
Ada pula pembicara Internasional Lisa Ahramjian dari Agricultural Counselor, US Embassy dan Rajendra Arya dari FAO Representative for Indonesia and Timor leste.
“Kementerian Pertanian mengapresiasi forum Internasional ICMI, karena sebagain pondasi keilmuan yang bisa mendorong percepatan target swasembada pangan, Pak Menteri berharap ICMI terus mensupport pemerintah, dalam pemikiran dan gagasan, bahkan lebih dari itu, ikut berperan lebih praksis dan teknik dalam mengembangkan industri pertanian,” ujar Kuntoro.
Di sesi diskusi kedua mengangkat tema “the Isamic Concept In Achievinf Food Security” dengan pembicara para pakar dan ilmuawan ICMI serta pakar Biotechnology Scientist dan Food Science asal Malaysia Irwandi Jaswir dan Noranizan Mohn Adzahan.
Sesi materi terakhir di Isi oleh Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayan, keynote speech dan Intenasional Speakers Cyr Coutorier.
Lalu ada Momorial University, Canada, Jim Manczak, CEO ESGCX, Auastralia Kau Chawla dari India, dan para ilmuan dan Cendekiawan ICMI.
Tiga sesi utama akan membahas secara mendalam peran perempuan dalam tata kelola pangan, konsep Islam dalam pencapaian ketahanan pangan, serta inovasi teknologi dan sosial untuk peningkatan gizi dan diversifikasi pangan.
Sejumlah tokoh nasional dan internasional, termasuk perwakilan FAO, akademisi dari berbagai negara, dan pemangku kebijakan Indonesia, akan terlibat aktif dalam diskusi dan perumusan rekomendasi
Puncak konferensi akan menghasilkan pernyataan penutup dan rekomendasi strategis yang dirangkum dalam sebuah buku, yang diharapkan menjadi rujukan kebijakan bagi pemerintah serta pemangku kepentingan di tingkat nasional dan global.
Melalui ICMW 2025, ICMI menegaskan posisinya sebagai simpul keilmuan dan moral yang mendorong kepemimpinan perempuan Muslim dalam menjawab tantangan pangan dunia, sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam percaturan keilmuan global.