Sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan memperindah kawasan ruang terbuka hijau, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Ketut Sumedana, bersama Utus
Tim Penyidik Pidsus Kejati Sumsel, melakukan penyitaan terhadap sejumlah barang bukti berupa uang senilai Rp506 miliar terkait dugaan korupsi pemberian fasilita
Setalah ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi kegiatan/pekerjaan kerjasama Nitra Bangun Guna Serah antara Pemprov Sumsel dengan PT MB tentang pemanfaatan ba
Beberapa waktu lalu tim pidsus Kejati Sumsel, telah menetapkan tiga orang tersangka atas kasus Kegiatan Pembangunan Kantor Lurah, Pengecoran Jalan RT, dan Pembu
Penyidik Unit 5 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel melakukan tahap II penyerahan tersangka Fadilla alias Datuk dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut
Kejaksaan Negeri Palembang dikabarkan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua orang yang diduga Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnak
Jaksa Penuntut Umum Kejari Palembang, sempat pikir-pikir atas vonis empat anak berhadapan dengan hukum (ABH) oleh Majelis Hakim PN Palembang beberapa waktu lalu
Sempat mangkir dalam pemanggilannya, tersangka FF Direktur Utama PT Inti Dwi Tama, dijemput tim penyidik Pidsus Kejati Sumsel di kawasan Kuningan, Jawa Barat. T
Tim Pidsus Kejati Sumsel menetapkan tiga tersangka berinisial HY selaku Direktur PT Heva Petroleum Energi kemudian NR Direktur Utama PT Lematang Enim Energi dan
Setelah menetapkan Suparman Romans selaku Sekretaris KONI Sumsel dan mantan Ketua Harian KONI Sumsel Ahmat Tahir sebagai tersangka, tim penyidik Kejaksaan Tingg
Ia ditetapkan sebagai salah satu tersangka utama kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang kualitas rendah (KW) yang masuk ke Indonesia tanpa pemeriksaan fisik.
Kasus ini bermula ketika PT Blueray Cargo yang dipimpin John Field diduga berupaya agar barang impornya masuk melalui jalur hijau, yakni jalur pengeluaran barang tanpa pemeriksaan fisik.
Rizal menjabat sebagai Direktur di Bea Cukai pada 2024 hingga Januari 2026. Sebelumnya, dia menduduki posisi sebagai Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam.
Kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bermula dari PT Blueray Cargo (BR) menginginkan barang impor KW (tiruan) ilegal tidak dicek saat masuk ke Indonesia.